Sudah Dua Pekan Terendam, Pemkab Serang Banten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kondisi banjir yang tak kunjung surut memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, mengambil langkah tegas dengan menetapkan status tanggap darurat bencana.
Hingga Minggu (18/1) malam, genangan air dilaporkan masih merendam pemukiman warga di berbagai titik.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengungkapkan bahwa rangkaian bencana hidrometeorologi ini sebenarnya telah berlangsung sejak awal tahun, tepatnya 2 Januari 2026.
Dampaknya pun meluas hingga mencakup 72 desa yang tersebar di 25 kecamatan.
"Status saat ini tanggap darurat. Sebagian besar wilayah sudah kondusif, namun banjir masih menggenang di beberapa titik dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 80 Centimeter," jelas Ajat di Serang
Data terbaru dari BPBD per pukul 19.15 WIB menunjukkan bahwa Kecamatan Binuang menjadi salah satu wilayah dengan kondisi terparah.
Di Desa Cakung, ketinggian air masih berkisar antara 30 hingga 80 cm, sementara di Desa Renged berada di angka 20 hingga 60 cm. Kondisi serupa juga terlihat di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, serta titik-titik tertentu di Kecamatan Cikande dan Kibin.
Situasi ini memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka. Tercatat ada 953 jiwa atau sekitar 269 kepala keluarga (KK) yang hingga kini masih bertahan di posko-posko pengungsian.
"Titik pengungsian aktif berada di Kecamatan Padarincang sebanyak 150 KK, Kecamatan Binuang 95 KK, dan Kecamatan Carenang 5 KK," tambah Ajat.
Jika dilihat secara keseluruhan, total warga yang terdampak rentetan bencana banjir, tanah longsor, hingga angin kencang ini mencapai angka yang fantastis, yakni 32.985 jiwa.
Saat ini, tim di lapangan sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa alat penyedot air (alkon), perahu evakuasi, bahan pangan siap saji, obat-obatan, serta kebutuhan khusus untuk bayi.
Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tidak lengah, mengingat ancaman alam masih mengintai wilayah Banten dalam beberapa hari ke depan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Serang diprediksi masih berlangsung hingga 22 Januari 2026," ujar Ajat. (ant/dpi)
Load more