News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kemenhub Tegaskan Tak Bisa Simpulkan Penyebab Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Karena Cuaca

Kementerian Perhubungan menegaskan belum ada kesimpulan mengenai penyebab insiden pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak dan ditemukan dalam bentuk serpihan di kawasan Gunung Bulusaraung.
Senin, 19 Januari 2026 - 12:37 WIB
Tim SAR gabungan menunjukkan serpihak pesawat ATR 42-500 di sekitar lokasi kecelakaan jatuhnya pesawat tersebut di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulsaraung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Perhubungan menegaskan belum ada kesimpulan mengenai penyebab insiden pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak dan ditemukan dalam bentuk serpihan di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Cuaca disebut menjadi salah satu aspek investigasi, namun regulator menolak menarik simpulan prematur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan informasi awal menunjukkan jarak pandang saat kejadian mencapai delapan kilometer dengan kondisi sedikit berawan.

“Berdasarkan informasi awal, kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi sedikit berawan,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

Meski demikian, Kemenhub menekankan bahwa informasi cuaca yang lebih detail masih berproses dan terus dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Cuaca dinilai belum cukup untuk disimpulkan sebagai pemicu insiden. Pada tahap ini, regulator belum dapat menarik kesimpulan atas faktor penyebab.

“Pada tahap ini, belum dapat ditarik kesimpulan mengenai faktor penyebab kejadian dan kondisi cuaca merupakan salah satu aspek yang akan dianalisis lebih lanjut dalam proses investigasi oleh KNKT,” ujar Lukman.

Kemenhub menegaskan seluruh kesimpulan teknis berada di bawah kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Seluruh aspek yang berkaitan dengan proses investigasi, termasuk faktor penyebab kecelakaan pesawat, sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan akan disampaikan secara resmi oleh KNKT sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Di saat regulator menunggu hasil investigasi, proses evakuasi masih berjalan.

Basarnas bersama TNI/Polri dan masyarakat setempat tengah melakukan penarikan jenazah dan pengamanan lokasi. Posko Topo Bulu berjarak 4,6 kilometer dari titik temuan serpihan menjadi pusat koordinasi lapangan.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT yang mengangkut 10 orang —terdiri atas 7 awak dan 3 penumpang—hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hilangnya pesawat memicu operasi pencarian terpadu sejak Minggu, 18 Januari 2026 mengombinasikan unsur darat dan udara.

Penemuan serpihan pertama terjadi pukul 07.46 WITA berupa jendela yang menjadi penanda awal lokasi kecelakaan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat terpuruk akibat cedera dan menjalani operasi pada kedua lututnya, sahabat Megawati Hangestri, Yeum Hye-seon, kini membawa kabar baik bagi Red Sparks.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT Bongkar Sosok DBM Sebelum Kasus Mutilasi Ibu dan Anak Terungkap di Madiun

Ketua RT di Jalan Kunir, Kota Madiun, Bibit, ungkap keseharian Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka mutilasi istri siri dan anaknya. DBM dikenal sebagai sosok.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.

Trending

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Cetak brace saat Persib mengalahkan Melbourne Victory 2-0, Balsa Sekulic akhirnya lepas dari paceklik gol dan menyoroti assist Berguinho serta Danijel Loncar.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Masih Tak Terima, Carlos Prates Ancam Pensiunkan Islam Makhachev usai Sang Juara Tolak Duel di UFC 336

Masih Tak Terima, Carlos Prates Ancam Pensiunkan Islam Makhachev usai Sang Juara Tolak Duel di UFC 336

Perseteruan Carlos Prates dan Islam Makhachev memanas usai sang juara disebut menolak bertarung di UFC 336. Prates pun melontarkan sindiran tajam ke Makhachev.
Laga Berjalan Seperti Catur, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Persib Atas Melbourne Victory

Laga Berjalan Seperti Catur, Igor Tolic Ungkap Kunci Kemenangan Persib Atas Melbourne Victory

Persib menang 2-0 atas Melbourne Victory lewat dua gol Balsa Sekulic. Igor Tolic mengibaratkan laga seperti catur dan mengungkap kunci kemenangan Maung Bandung.
Gangguan Mata Kerap Tak Disadari, Teknologi Skrining Bantu Kenali Gejalanya Lebih Awal

Gangguan Mata Kerap Tak Disadari, Teknologi Skrining Bantu Kenali Gejalanya Lebih Awal

Teknologi skrining mata membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini. Kenali dampak kebiasaan menggunakan gawai dan pentingnya pemeriksaan berkala.
Selengkapnya

Viral