News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indonesia Perkuat Daya Saing Industri dengan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik

Di era perkembangan transportasi secara global, Indonesia terus memperkuat daya saing industri melalui percepatan ekosistem KBLBB.
Senin, 19 Januari 2026 - 19:50 WIB
llustrasi Petugas mendemonstrasikan cara pengisian kendaraan listrik
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com - Di era perkembangan transportasi secara global, Indonesia terus memperkuat daya saing industri melalui percepatan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Bahkan, Indonesia menghadirkan pabrik baterai yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir dinilai bukan sekadar upaya transisi energi, melainkan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing manufaktur dan posisi Indonesia sebagai pemain salah satu kunci di rantai pasok global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah melalui Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID saat ini tengah memacu Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi. 

Salah satu proyek yang kini dijalankan adalah pembangunan Fasilitas Produksi Baterai Cell di Karawang, yang merupakan hasil kerja sama perusahaan patungan (joint venture) antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, Lygend (CBL) dengan membentuk PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). 

Bahkan hingga Januari 2026, instalasi Battery Manufacture Equipment telah rampung, sehingga fasilitas ini dijadwalkan memulai operasi komersial pada akhir tahun ini dengan kapasitas awal 6,9 GWh, dan diproyeksikan meningkat hingga 15 GWh pada 2028.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Ekosistem Kendaraan Listrik (AEML), Rian Ernest, menilai kehadiran pabrik baterai lokal ini memiliki peran strategis lebih dari sekadar unit produksi. 

Selain itu menurut Rian, bahwa fasilitas Fasilitas Produksi Baterai Cell ini berfungsi sebagai anchor atau jangkar yang akan menarik gerbong investasi pendukung lainnya sehingga semakin memperkuat ekosistem industri di dalam negeri.

"Semakin banyak korporasi yang tertarik membangun industri di Indonesia mulai dari penyedia material, komponen, hingga industri daur ulang," jelasnya. 

Kemudian Rian menekankan bahwa dampak instan yang akan dirasakan industri adalah kepastian pasokan bagi para produsen kendaraan (OEM/assembler). 

"Kehadiran standar kualitas yang jelas di dalam negeri dipercaya bakal menurunkan hambatan masuk bagi pemasok lokal serta mempercepat pembangunan SDM di bidang teknologi tinggi yang berdampak langsung pada daya saing industry," katanya.

Lanjutnya menjelaskan, bahwa Indonesia bukan lagi sekadar negara yang bergantung pada ekspor mineral tambang mentah. 

Kekayaan alam sudah mampu diolah menjadi sebuah produk jadi yang dapat digunakan langsung oleh konsumer, sehingga menjadi pengungkit bagi kinerja pertumbuhan ekonomi di masa depan. 

"Itu adalah modal tawar kita. Tapi nilainya baru benar-benar naik jika sudah menjadi produk bernilai tinggi. Ukuran daya saing kita bukan lagi berapa ton bijih nikel yang dihasilkan, melainkan kualitas sel baterai dan kemampuan industri yang konsisten serta memenuhi standar pabrikan global," bebernya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Research Group on Energy Security for Sustainable Development Universitas Indonesia (RESSED UI), Ali Ahmudi katakan, bahwa industrialisasi baterai dalam negeri adalah langkah mendesak untuk menekan harga kendaraan listrik di tingkat konsumen.

“Jika komponen utamanya bisa ditekan harganya karena diproduksi di dalam negeri melalui efisiensi logistik, otomatis harga EV akan turun. Proyek hilirisasi ini harus berlanjut agar kita tidak hanya menjual tanah, tapi menjual produk dengan nilai tambah belasan kali lipat,” ucap Ali.

Ali memandang ketergantungan pada produk luar harus segera diakhiri melalui transfer teknologi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mendorong agar pemain global yang membawa teknologi ke Indonesia wajib membangun basis produksinya di tanah air, sehingga ikut meningkatkan daya saing industri Indonesia. 

"Meski mungkin ada tantangan bisnis di tahap awal, jalur ini harus ditempuh. Ini adalah fondasi Indonesia menuju era industri baru yang mandiri," ucapnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Siapkan Pengamanan 3 Lapis Sidang Roy Suryo yang Dihadiri Jokowi Hari Ini, Brimob dan Intelijen Dikerahkan

Polisi Siapkan Pengamanan 3 Lapis Sidang Roy Suryo yang Dihadiri Jokowi Hari Ini, Brimob dan Intelijen Dikerahkan

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.
Ada Rekayasa Lalu Lintas Imbas Sidang Dugaan Ijazah Jokowi di PN Jakarta Timur, Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Ini

Ada Rekayasa Lalu Lintas Imbas Sidang Dugaan Ijazah Jokowi di PN Jakarta Timur, Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Ini

Calon pengendara sebaiknya hindari jalur ini imbas rekayasa lalu lintas sidang dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Menurut keterangan dari suami korban, terduga pelaku pembunuhan disertai perampokan di Indramayu adalah tetangga yang sering diberikan pekerjaan oleh Komariyah.
Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting oleh tiga tersangka, yakni LSP, ASN, dan EH terus menuai sorotan. 
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 
Shin Tae-yong Dikonfirmasi Alami Influenza Tipe A, Tetap Pantau Persija Meski Dirawat di Rumah Sakit

Shin Tae-yong Dikonfirmasi Alami Influenza Tipe A, Tetap Pantau Persija Meski Dirawat di Rumah Sakit

Alasan Shin Tae-yong tak dampingi Persija Jakarta saat away ke PSMS Medan adalah karena sang pelatih terkena Influenza tipe A dan sepekan dirawat di rumah sakit

Trending

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Menurut keterangan dari suami korban, terduga pelaku pembunuhan disertai perampokan di Indramayu adalah tetangga yang sering diberikan pekerjaan oleh Komariyah.
Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Kepolisian menyiapkan pengamanan dalam sidang kasus tudingan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11). 
Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 mengumumkan berbagai musik hingga grup musik yang meraih penghargaan dari 67 kategori termasuk 4 kategori tambahan.
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 
Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Egy Maulana Vikri tersipu malu ketika Shin Tae-yong memintanya untuk mengucapkan 'Gue Persija' disertai menunjukkan simbol jari jempol telunjuk khas Jakmania.
Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Viral di media sosial seorang anak balita berusia 3 tahun di Tenggarong diajak oleh orang tuanya mendaki Bukit Biru yang jalurnya dikenal terjal tanpa pengaman.
Selengkapnya

Viral