Tim DVI Polri Butuh Waktu Sepekan dalam Identifikasi 7 Korban Pesawat ATR 42-500
- Wawan Setyawan/tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) masih terus berlanjut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri tengah fokus mengidentifikasi tujuh jenazah, setelah sebelumnya tiga korban berhasil dipastikan identitasnya.
Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro, menyampaikan bahwa proses identifikasi seluruh korban diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu minggu.
Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menerima tujuh kantong jenazah dari Tim SAR Gabungan, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurut Djuhandhani, Tim DVI akan bekerja secepat mungkin, namun tetap mengedepankan ketelitian agar hasil identifikasi benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
”Kalau seandainya nanti juga perlu pemeriksaan DNA dan lain sebagainya dengan bukti-bukti pembanding yang ada, itu tentu saja memakan waktu paling tidak sekitar satu minggu itu paling lama. Jadi, kami juga mohon sabar kepada keluarga korban,” kata dia.
Sejak kecelakaan pesawat terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 lalu, Tim DVI tidak menunggu lama untuk bergerak.
Pengumpulan data antemortem langsung dilakukan dengan mendatangi keluarga korban di daerah asal masing-masing, sebagai bagian dari strategi jemput bola.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pencocokan identitas.
Hingga kini, data antemortem dari keluarga 10 kru dan penumpang pesawat milik Indonesia Air Transport telah terkumpul.
Tim DVI pun siaga penuh di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Dari total korban yang tercantum dalam manifes penerbangan rute Yogyakarta–Makassar, tiga jenazah telah teridentifikasi.
Sementara tujuh lainnya masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan.
”Sisanya kami masih melaksanakan proses identifikasi lebih lanjut. Dimana kami berharap 11 bodypack yang dikirim ini sesuai dengan daftar manifest dari penumpang yang ada,” ucap Djuhandhani.
Djuhandhani memastikan seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara saintifik.
Data postmortem dari jenazah yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan akan dicocokkan secara menyeluruh dengan data antemortem milik masing-masing korban.
Sebelumnya diberitakan, penantian panjang penuh harap akhirnya berakhir haru.
Setelah tujuh hari menembus medan terjal dan cuaca ekstrem di kawasan Gunung Bulusaraung, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jenazah terakhir korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Jumat (23/1/2026) pagi.
Load more