News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Strategi Presiden Prabowo Soal Kemandirian Penuh Produksi Alutsista Tanpa Impor, Pengamat: Sudah Mulai

Salah satu agenda strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah kemandirian industri pertahanan.
Minggu, 25 Januari 2026 - 14:12 WIB
Sejumlah kendaraan alutsista TNI diparkir di kawasan Monas, Jakarta, sebagai bagian dari persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jakarta, Rabu (1/10/2025)
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik

Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu agenda strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah kemandirian industri pertahanan.

Walaupun capaian menuju kemandirian penuh produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tanpa impor masih menghadapi tantangan struktural, namun sejumlah kemajuan signifikan telah dicapai, terutama pada kategori alutsista yang telah dikuasai sepenuhnya teknologinya oleh industri dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, yang menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan seperti Peraturan Presiden tentang kebijakan umum pertahanan negara dan penguatan ekosistem industri pertahanan nasional.

"Untuk pengadaan tanpa impornkita sudah mulai dari alutsista yang kita kuasai penuh teknologinya, contohnya senapan, amunisi, kapal patroli, dan kendaraan taktis seperti Maung atau Anoa. Itu sudah mayoritas buatan kita sendiri," kata pengamat Intelijen Ridlwan Habib.

Sektor senjata ringan seperti pistol, senapan serbu, dan amunisi kaliber kecil merupakan contoh utama. PT Pindad (Persero) sebagai BUMN strategis telah menghasilkan berbagai varian pistol (G2 Combat, MAGNUM, dll.) dan senapan serbu seri SS (Senapan Serbu 1, 2, hingga model terbaru SS3) yang digunakan oleh TNI maupun Polri.

Kebijakan Kementerian Pertahanan dan Kepolisian sejak beberapa tahun terakhir menegaskan agar kebutuhan senjata ringan standar dipenuhi dari produksi dalam negeri selama spesifikasinya terpenuhi. 

Hasilnya, pengadaan pistol dan senapan serbu untuk prajurit TNI/Polri tidak lagi bergantung pada impor. Bahkan, untuk kategori munisi kecil (5,56 mm, 7,62 mm, 9 mm), Pindad telah meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan.

Pada tahun 2020, Pindad mampu memproduksi hingga 400 juta butir peluru per tahun, naik dari 225 juta butir tahun sebelumnya. 

"​Untuk suku cadang (spareparts), kita sudah jauh lebih mandiri. Pesawat, kapal, dan tank kita sekarang banyak yang 'jeroannya' atau suku cadangnya sudah diproduksi oleh industri dalam negeri maupun UMKM mitra Defend id. Kita tidak mau lagi kalau ada alat rusak, harus nunggu kiriman baut atau komponen kecil dari luar negeri berbulan-bulan," ungkapnya.

Kapasitas ini terus ditingkatkan dengan modernisasi pabrik, ditargetkan mencapai 600 juta butir per tahun agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan TNI-Polri dan mengurangi harga satuan peluru. 

Pemerintah turut mendorong peningkatan kapasitas ini, antara lain dengan investasi penggantian mesin-mesin produksi munisi yang sudah tua demi efisiensi dan penurunan biaya.

Selain senjata dan amunisi, produksi suku cadang lokal untuk perawatan alutsista juga menunjukkan kemajuan. 

"Tetapi, tantangannya tinggal di komponen kunci seperti mesin jet atau sensor elektronik tingkat tinggi. Nah, kebijakan kita sekarang kalaupun harus impor, mereka wajib kerjasama dengan pabrik lokal untuk bikin pabrik suku cadangnya di sini," jelasnya.

"​Jadi, targetnya bukan cuma 'beli barangnya', tapi 'kuasai rantai pasoknya'. Kita sedang bangun ekosistem supaya ke depan, kalau ada situasi darurat, pertahanan kita tidak bisa 'dimatikan' lewat sanksi suku cadang oleh negara lain," sambungnya.

Berbagai komponen senjata, kendaraan tempur, kapal, dan pesawat mulai dibuat di dalam negeri melalui sinergi BUMN dan industri swasta. 

Sinergi antara BUMN dan industri swasta nasional menjadi kunci penguatan ekosistem ini. Sejumlah perusahaan swasta kini berperan aktif sebagai pemasok komponen, suku cadang presisi, hingga alutsista pendukung.

Salah satu contoh menonjol adalah PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia (PT NKRI), perusahaan swasta nasional ini telah memperoleh lisensi resmi dari Kementerian Pertahanan untuk memproduksi komponen senjata dan amunisi, serta suku cadang presisi bagi pesawat, kapal, dan kendaraan taktis.

Pabrik PT NKRI di Bandung kini menjadi bagian penting dari rantai pasok industri pertahanan nasional, dengan kemampuan memproduksi selongsong peluru, proyektil, hingga komponen mekanik presisi.

Keberadaan fasilitas ini memperkuat kemandirian industri hulu-hilir serta mendukung pemeliharaan alutsista tanpa ketergantungan pada pemasok luar negeri.

Menurutnya peran itu mencerminkan implementasi nyata Pasal 11 dan Pasal 12 UU Industri Pertahanan, yang membuka ruang luas bagi Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) untuk terlibat langsung dalam produksi dan pengembangan industri pertahanan nasional.

Selain itu, PT RepublikDefensindo juga tercatat aktif memproduksi kendaraan khusus militer, mulai dari truk militer, rantis 4x4, hingga kendaraan amfibi berantai.

Pada 2020, perusahaan ini bekerja sama dengan BUMN pertahanan untuk membangun fasilitas produksi amunisi kaliber 9×19 mm secara terpadu.

Di sektor amunisi, pabrik swasta pertama Indonesia milik PT Sapta Inti Perkasa telah beroperasi sejak 2024 di Malang. Fasilitas ini mampu memproduksi hulu ledak (brass cup), selongsong, dan merakit munisi kaliber 5,56 mm serta 9 mm dengan target awal masing-masing 100 juta butir per tahun, yang akan ditingkatkan bertahap hingga 500 juta butir per tahun.

Langkah ini krusial mengingat kebutuhan nasional diperkirakan mencapai 5 miliar butir per tahun, jauh di atas kapasitas produksi tunggal Pindad. 

Kehadiran lini produksi swasta diharapkan mampu menutup kesenjangan tersebut dan sepenuhnya menghapus ketergantungan impor amunisi di masa depan.

Tren serupa juga terlihat pada produksi suku cadang kendaraan tempur, kapal patroli, drone, hingga sistem elektronik seperti Remote Control Weapon Station (RCWS) yang telah digunakan oleh Kementerian Pertahanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara keseluruhan, kemajuan ini menandai pergeseran strategis: sejumlah item krusial seperti senjata ringan, munisi, dan komponen tertentu kini 100 persen diproduksi di dalam negeri, sehingga anggaran pengadaan tidak lagi mengalir ke luar negeri. 

Lebih dari itu, Indonesia secara bertahap membangun kedaulatan rantai pasok pertahanan, sebuah fondasi penting bagi ketahanan nasional dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
5 Zodiak yang Makin Bersinar soal Karier Besok 30 September 2026

5 Zodiak yang Makin Bersinar soal Karier Besok 30 September 2026

5 zodiak karier makin bersinar besok 30 September 2026. Gemini, Virgo, Libra, Capricorn, dan Sagittarius punya peluang kerja menarik.
Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal Voli Asian Games 2026, Selasa 29 September: Ada Timnas Voli Indonesia Vs Iran, Berebut Tiket ke Perempat Final

Jadwal voli Asian Games 2026 hari ini Selasa (29/9/2026). Timnas Voli Indonesia akan berhadapan dengan Iran untuk memperebutkan tiket menuju babak perempat final.
Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026: Amri/Nita dan Leo/Daniel Berebut Medali Emas

Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026, di mana ada dua wakil Indonesia yang akan berebut medali emas yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Media Vietnam Sindir Status 11 Pemain Diaspora

Media Vietnam, The Thao 247 menyindir kepiawaian 11 pemain diaspora dari hasil laga Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia skor 0-0 pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Viral Kecoa Terbang di Gerbong Wanita KRL, Penumpang Auto Teriak Histeris hingga Ngakak

Sebuah video memperlihatkan suasana para penumpang histeris saat ada seekor hewan serangga kecoa terbang dalam gerbong wanita KRL rute Bogor viral di medsos.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Selengkapnya

Viral