News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Sentil Pengelolaan Jatiluhur yang Berusia Lebih dari Setengah Abad: Risikonya Bisa Berdampak Luas

Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda soroti Bendungan Ir. H. Djuanda atau Waduk Jatiluhur, di Purwakarta. Menurutnya harus ada langkah pengelolaan tak biasa.
Minggu, 25 Januari 2026 - 17:50 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda menyoroti pengelolaan Bendungan Ir. H. Djuanda atau Waduk Jatiluhur, di Purwakarta, Jawa Barat.

Menurut Syaiful Huda, pengelolaan bendungan terbesar di Indonesia tidak boleh berjalan biasa-biasa saja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Waduk Jatiluhur dinilai menyimpan risiko besar jika seluruh fungsinya tidak dioptimalkan dan dimitigasi secara serius.

Penegasan tersebut disampaikan Syaiful Huda saat Kunjungan Kerja Pengawasan Komisi V DPR RI ke Purwakarta, Jawa Barat.

Menurutnya, Jatiluhur bukan sekadar penyedia air baku dan pengendali banjir. Bendungan ini juga menjadi tulang punggung pengairan, pembangkit listrik, hingga pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan nilai ekonomi yang signifikan.

“Kunjungan ini fokus pada pengawasan optimalisasi fungsi bendungan, khususnya Jatiluhur. Potensinya besar, mulai dari air baku, pengendalian banjir, irigasi, sampai EBT. Semua itu harus dimaksimalkan,” kata Syaiful Huda, dikutip Minggu (25/1/2026).

Namun, Komisi V DPR RI memberi perhatian khusus pada usia Bendungan Jatiluhur yang telah melampaui 50 tahun.

"Dengan kondisi itu, kami ingin seluruh potensi risiko diantisipasi secara maksimal, baik oleh PT Pengelola Jasa Tirta II maupun Kementerian PUPR. Kita tidak boleh mengambil risiko apa pun, karena Jatiluhur merupakan bendungan terbesar dan dampaknya akan sangat luas apabila terjadi gangguan,” tegas Politisi Fraksi PKB ini.

Menurut Syaiful, kondisi ini menuntut pengelolaan risiko yang jauh lebih ketat, terlebih pascagempa Agustus 2025 serta adanya potensi sesar aktif di wilayah Lembang dan Bandung Raya yang saling terhubung secara geografis.

Syaiful Huda mengakui Kementerian PUPR telah melakukan pemeriksaan berkala terhadap struktur bendungan.

Namun ia menilai langkah preventif tetap harus diperkuat karena potensi dampak domino yang mengintai, mulai dari terganggunya PLTA, sistem irigasi, hingga meningkatnya ancaman banjir di wilayah hilir.

Tak hanya soal keselamatan, Komisi V DPR RI juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Waduk Jatiluhur.

Syaiful Huda menyebut aliran air Jatiluhur menopang kebutuhan air bersih Purwakarta, Karawang, Kabupaten dan Kota Bekasi, hingga DKI Jakarta.

Salah satu proyek yang telah berjalan adalah SPAM Jatiluhur I di Kota Bekasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Kebutuhan air bersih di wilayah pelayanan ini sangat tinggi dan pasarnya besar. Karena itu, kami mendorong agar di ruas-ruas lain juga dikembangkan SPAM secara maksimal, dengan membuka ruang investasi melalui skema KPBU, baik investor dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.

Di sisi lain, Syaiful Huda juga mengkritisi penataan daerah aliran sungai (DAS) dari Jatiluhur hingga Muara Gembong. Ia menegaskan penertiban sepadan sungai memang perlu, namun tidak boleh dilakukan secara serampangan.

“Kami sepakat sepadan sungai tidak dijadikan permukiman. Tapi penertiban harus adil dan manusiawi. Jangan asal gusur tanpa solusi relokasi yang jelas,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengingatkan, penertiban di sepanjang Sungai Citarum telah memicu persoalan sosial serius, dengan ribuan kepala keluarga kehilangan rumah dan mata pencaharian.

“Prinsipnya, sebelum kebijakan penertiban dilakukan, mitigasi sosial harus disiapkan dengan baik. Jangan sampai kebijakan yang bertujuan baik justru menjadikan masyarakat sebagai korban,” pungkasnya. (rpi/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tolak Timnas Indonesia, India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi Hadapi Brasil

Tolak Timnas Indonesia, India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi Hadapi Brasil

Timnas India resmi mengambil keputusan mengejutkan dengan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. Blue Tigers memilih mengorbankan turnamen itu demi menghadapi Brasil.
Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji Pengabdian TNI-Polri

Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji Pengabdian TNI-Polri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan jati diri TNI dan Polri sebagai kekuatan yang lahir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat.
Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5 Persen

Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5 Persen

Wajib Pajak di DKI Jakarta memiliki kesempatan untuk memperoleh keringanan sebesar 5 persen atas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun pajak 2026.
Prabowo: Cita-Cita Kita Besar, Tapi Jangan Pernah Lupakan Rakyat yang Terpencil

Prabowo: Cita-Cita Kita Besar, Tapi Jangan Pernah Lupakan Rakyat yang Terpencil

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Indonesia tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek besar dan strategis.
Tahukah Anda Jika Minyak Sawit Merah Memiliki Nutrisi Tinggi yang Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Tahukah Anda Jika Minyak Sawit Merah Memiliki Nutrisi Tinggi yang Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Selain itu, minyak sawit merah juga mengandung tiga elemen yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia yakni pro-vitamin A, vitamin E, dan squalene...
Lionel Messi Kembali Bermain usai sang Ayah Meninggal Dunia, Inter Miami Derita Kekalahan

Lionel Messi Kembali Bermain usai sang Ayah Meninggal Dunia, Inter Miami Derita Kekalahan

Megabintang Argentina, Lionel Messi, kembali bermain setelah sang ayah, Jorge Messi, meninggal dunia. Namun, Inter Miami justru menderita kekalahan dari tim asal Meksiko, Club Leon.

Trending

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Selengkapnya

Viral