News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons, Aiptu Ikhwan Bakal Disanksi Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Polda Metro Jaya menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap Aiptu Ikhwan jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat diamankan, usai diduga menggunakan bahan baku spons.
Rabu, 28 Januari 2026 - 14:42 WIB
Es gabus
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap Aiptu Ikhwan jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat diamankan, usai diduga menggunakan bahan baku spons.

“Artinya apabila seorang anggota Polri melakukan pelanggaran, baik itu kode etik pidana, pasti ada sanksinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi menerangkan hingga saat ini Bid Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Terkait tentang mengamankan itu kan ada indikasi pelanggaran kode etik pidana yang dilakukan. Kalau kita masih merasakan asas praduga tak bersalah. Yang bersangkutan tetap diperiksa dulu sebagai saksi. Apabila memenuhi pelanggaran ada sidang kode etik terhadap petugas tersebut,” jelas Budi.

Atas peristiwa ini, Budi menyampaikan permohonan maaf apabila didalam upaya tindakan yang dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas ada persepsi yang kurang baik atau kurang tepat.

“Kami mohon maaf karena tujuannya adalah untuk memberikan edukasi. Polda Metro Jaya dan kepolisian tidak pernah mematikan, menghambat UMKM dari masyarakat, ini harus kami sampaikan. Tapi apapun itu kami memahami psikologis kekecewaan publik, kami sampaikan mohon maaf,” jelas Budi.

“Bid Propam Polda Metro Jaya telah menjemput bola, dalam hal ini mendalami apakah ada perbuatan etika, kewenangan yang dilanggar oleh personel tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sudrajat membeberkan kronologi peristiwa yang dialaminya mulai dari tudingan es beracun hingga dugaan pemukulan dan pengurungan selama berjam-jam.

Peristiwa itu bermula ketika Sudrajat tengah berjualan seperti biasa. Ia mengaku dituduh menjual es kue jadul berbahan spons setelah seorang anak menyampaikan laporan kepada orang dewasa di lokasi.

“Anaknya yang bilang. Pak ini es racun. Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli. Disuruh bawa,” ujar Sudrajat.

Ia menyebut seseorang membeli lima es kue darinya, namun satu diantaranya tidak dibayar.

Tak lama kemudian, Sudrajat mengaku dikepung dan mengalami kekerasan fisik. Saat ditanya siapa yang memukulnya, Sudrajat menyebut adanya keterlibatan aparat.

“Polisi sama tentaranya juga,” katanya.

Dia mengaku dibawa dari lokasi kejadian ke Markas Polsek Kemayoran. Menurut pengakuannya, proses pemukulan tidak berhenti di jalan, tapi juga di sebuah pos.

Dalam kondisi tertekan, Sudrajat mengaku dipaksa mengakui sesuatu yang bukan perbuatannya.

“Ampun pak, ampun pak. Bukan punya saya, punya bos. Kalau enggak percaya ikut aja ke Depok Lama (pabrik pembuat kue),” tuturnya. 

Ia mengaku sempat diminta makan lalu kembali dimasukkan ke mobil. Akan tetapi, trauma sudah telanjur membekas.

Dirinya juga diperingati untuk tidak jualan di sana lagi. Akibat kejadian tersebut, Sudrajat mengaku mengalami trauma dan gangguan kesehatan.

“Luka di wajah, di dada dipukul, tiga kali dipukul pakai selang dan ditendang. Di sana saya dikurung sampai nangis. (Dikurung) satu jam. Jam tiga sore sampai magrib,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga menyebut kondisi dagangannya rusak akibat insiden tersebut. Ketika ditanya pesan untuk aparat, Sudrajat hanya bisa mengungkapkan kepedihannya.

“Kue saya dibejek-bejek udah kayak t*i. Saya mau nangis enggak ada yang nolongin. Warga juga dipukulin enggak ada yang nolong,” tutur dia lagi. (ars/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Berkaca dari kasus konten kreator Herri Pras yang kini viral dan dikenal kontroversi. Pengamat sosial dan keagamaan mengingatkan bahayanya mencela orang lain.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan pejabat bidang ekonomi Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa ..
Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah rambut bayi dicukur botak bisa tumbuh lebih tebal? dr. Yoga Yandika menjelaskan fakta medis dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan rambut anak.
Link Live Streaming Liga Voli Korea 2026-2027: Sore Ini Ada Megawati Hangestri Main, Hyundai Hillstate Lawan IBK Altos

Link Live Streaming Liga Voli Korea 2026-2027: Sore Ini Ada Megawati Hangestri Main, Hyundai Hillstate Lawan IBK Altos

Link live streaming Liga Voli Korea 2026-2027, di mana ada Megawati Hangestri yang akan beraksi bersama klub barunya, Hyundai Hillstate. Tim asuhan Kang Sung-hyung akan menghadapi IBK Altos pada Selasa (3/11/2026).
Umuh Buka Suara Soal 'Hilangnya' Dokter Tim yang Buat Persib Dihukum Denda Komdis PSSI Rp25 Juta

Umuh Buka Suara Soal 'Hilangnya' Dokter Tim yang Buat Persib Dihukum Denda Komdis PSSI Rp25 Juta

Hasil rapat Komdis PSSI per tanggal 25 Oktober 2026 menyatakan Persib dihukum dengan senilai Rp25 juta. Ini dampak dari tidak adanya dokter tim yang hadir saat laga tandang kontra Madura United di pekan ke-6 Super League 2026/2027.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral