GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Mahendra Siregar, Ketua OJK yang Mundur Usai Gejolak IHSG

Profil Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK yang mengundurkan diri. Simak rekam jejak pendidikan, karier, dan kiprahnya di pemerintahan.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:57 WIB
Mahendra Siregar saat masih menjabat Ketua OJK.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam selama dua hari berturut-turut, Rabu dan Kamis (28–29/1/2026).

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan,” ujar Mahendra Siregar dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengunduran diri Mahendra Siregar dilakukan bersamaan dengan mundurnya dua pejabat OJK lainnya, yakni Inarno Djajadi dari jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK), serta I.B. Aditya Jayaantara dari jabatan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Langkah Mahendra Siregar tersebut juga menyusul pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, yang lebih dulu menyampaikan mundur pada Jumat pagi. OJK menegaskan, seluruh proses pengunduran diri pimpinan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak memengaruhi pelaksanaan tugas lembaga dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional.

Di tengah sorotan publik atas pengunduran dirinya, profil Mahendra Siregar kembali menjadi perhatian. Berikut rekam jejak lengkap Mahendra Siregar sebagai salah satu tokoh penting di bidang ekonomi, keuangan, dan diplomasi Indonesia.

Latar belakang dan pendidikan Mahendra Siregar

Mahendra Siregar lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1962. Ia dikenal sebagai diplomat sekaligus ekonom dengan pengalaman panjang di pemerintahan dan lembaga strategis negara.

Mahendra Siregar menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah itu, ia melanjutkan studi dan meraih gelar Master of Economics dari Monash University, Australia. Latar belakang akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan karier Mahendra Siregar di bidang ekonomi dan kebijakan publik.

Karier awal sebagai diplomat

Karier Mahendra Siregar dimulai di Departemen Luar Negeri pada 1986 sebagai diplomat. Ia sempat bertugas sebagai Economic Third Secretary di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London pada periode 1992–1995. Selanjutnya, Mahendra Siregar dipercaya menjadi pejabat informasi ekonomi di KBRI Washington, D.C. pada 1998–2001.

Pengalaman internasional ini membentuk pemahaman Mahendra Siregar terhadap dinamika ekonomi global, yang kemudian menjadi bekal penting dalam berbagai jabatan strategis yang ia emban di dalam negeri.

Kiprah di Kemenko Perekonomian dan kementerian

Sejak 2001, Mahendra Siregar berkiprah di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menjabat Deputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional pada 2005–2009.

Pada 2009, Mahendra Siregar diangkat sebagai Wakil Menteri Perdagangan dan menjabat hingga 2011. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan mendampingi Menteri Keuangan saat itu, Agus Martowardojo. Posisi tersebut semakin mengukuhkan peran Mahendra Siregar dalam perumusan kebijakan fiskal dan ekonomi nasional.

Kepala BKPM hingga Duta Besar RI untuk AS

Karier Mahendra Siregar berlanjut saat ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2013–2014. Dalam posisi ini, Mahendra Siregar berperan dalam mendorong iklim investasi dan menarik penanaman modal asing ke Indonesia.

Di bidang diplomasi, Mahendra Siregar kemudian dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat. Selanjutnya, pada periode 2019–2022, ia menjabat Wakil Menteri Luar Negeri mendampingi Retno Marsudi, memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi internasional dan kerja sama global.

Rekam jejak di sektor keuangan dan korporasi

Selain di pemerintahan, Mahendra Siregar juga memiliki pengalaman di sektor keuangan dan dunia usaha. Ia pernah menjabat Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank pada 2009. Mahendra Siregar juga tercatat pernah menjadi Komisaris PT Dirgantara Indonesia dan PT Aneka Tambang.

Pengalaman lintas sektor tersebut membuat Mahendra Siregar dikenal sebagai figur dengan pemahaman komprehensif terhadap kebijakan ekonomi, industri, dan pasar keuangan.

Menjabat Ketua OJK hingga mundur

Mahendra Siregar resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK untuk periode 2022–2027 sejak Juli 2022. Di bawah kepemimpinannya, OJK berperan dalam memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan, pengembangan pasar modal, serta stabilitas sistem keuangan nasional.

Namun, di tengah gejolak IHSG pada akhir Januari 2026, Mahendra Siregar memilih mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral. OJK menegaskan bahwa pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di jajaran pimpinan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas pengabdiannya kepada negara, Mahendra Siregar dianugerahi Bintang Mahaputera Utama pada 11 Oktober 2014.

Pengunduran diri Mahendra Siregar menutup satu bab penting dalam perjalanan panjangnya di sektor ekonomi, keuangan, dan diplomasi Indonesia, sekaligus membuka fase baru dalam kepemimpinan OJK ke depan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MUI Tiba-tiba Beri Kartu Kuning untuk Anwar Sanjaya, Minta sang Presenter Dapat Sanksi Tegas, Ada Apa?

MUI Tiba-tiba Beri Kartu Kuning untuk Anwar Sanjaya, Minta sang Presenter Dapat Sanksi Tegas, Ada Apa?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti presenter Anwar Sanjaya (Anwar BAB). MUI desak KPI sanksi tegas imbas ada dugaan kekerasan dan erotis ke Kiky Saputri.
Jelang Idul Fitri 2026, Warga Jogja Semarakkan Malam Takbiran dengan Pawai Takbir Keliling di Titik Nol Km

Jelang Idul Fitri 2026, Warga Jogja Semarakkan Malam Takbiran dengan Pawai Takbir Keliling di Titik Nol Km

Sebagian besar masyarakat Yogyakarta merayakan Hari Raya Idul Fitri 2026 esok hari pada Jumat, 20 Maret 2026. Warga Yogyakarta telah melaksanakan malam takbiran
15 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H untuk Orang Tua, Penuh Doa

15 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H untuk Orang Tua, Penuh Doa

​​​​​​​15 ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H untuk orang tua penuh doa dan haru. Cocok disampaikan kepada ayah dan ibu saat Lebaran 2026.
3 Fakta Baru Terungkap! Pihak Denada Bongkar Klaim Ressa Rossano, dari Transfer Uang hingga DO Kuliah

3 Fakta Baru Terungkap! Pihak Denada Bongkar Klaim Ressa Rossano, dari Transfer Uang hingga DO Kuliah

​​​​​​​3 fakta baru diungkap Denada soal Ressa Rossano, mulai dari transfer uang Rp10 juta, penyebab DO kuliah, hingga polemik mobil dan aset yang jadi sorotan publik.
Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI, Minta Penjelasan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI, Minta Penjelasan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Komnas HAM akan memanggil Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto terkait insiden penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Hal ini
Duka Menjelang Lebaran, Pemudik Kehilangan Ibunda Tercinta Sebelum Sampai di Kampung Halaman

Duka Menjelang Lebaran, Pemudik Kehilangan Ibunda Tercinta Sebelum Sampai di Kampung Halaman

Suasana haru pemudik bernama Edi Suprianto di Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Banten saat menerima telepon dari keluarga kalau ibu tercinta telah meninggal dunia.

Trending

DPR Bocorkan Penyebab Utama Pengumuman Sidang Isbat Lebaran Terlalu Malam

DPR Bocorkan Penyebab Utama Pengumuman Sidang Isbat Lebaran Terlalu Malam

Untuk diketahui pemerintah mengumumkan hasil sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah usai azan salat Isya atau hampir pukul 20.00 WIB. Ihwal waktu yang dinilai
Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 21 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo. Simak peluang finansial, strategi, dan kondisi keuangan.
Presiden Prabowo Berkomentar Menohok soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Usut Bener Sampai Aktornya

Presiden Prabowo Berkomentar Menohok soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Usut Bener Sampai Aktornya

Presiden Prabowo Subianto meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus diusut hingga tuntas. Bahkan termasuk siapa aktor intelektual
Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 21 Maret 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 21 Maret 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces. Simak peluang finansial dan kondisi keuangan besok.
Presiden Prabowo Bocorkan Alasan Utama Indonesia Gabung BoP: Mungkin Kita Bisa Bantu Palestina

Presiden Prabowo Bocorkan Alasan Utama Indonesia Gabung BoP: Mungkin Kita Bisa Bantu Palestina

Presiden Prabowo Subianto bocorkan alasan utama Republik Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP). Bahkan kata dia, setelah melalui pertimbangan matang
Duka Menjelang Lebaran, Pemudik Kehilangan Ibunda Tercinta Sebelum Sampai di Kampung Halaman

Duka Menjelang Lebaran, Pemudik Kehilangan Ibunda Tercinta Sebelum Sampai di Kampung Halaman

Suasana haru pemudik bernama Edi Suprianto di Pelabuhan Pelindo Ciwandan, Banten saat menerima telepon dari keluarga kalau ibu tercinta telah meninggal dunia.
Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI, Minta Penjelasan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Komnas HAM Bakal Panggil Panglima TNI, Minta Penjelasan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyiraman Air Keras

Komnas HAM akan memanggil Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto terkait insiden penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Hal ini
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT