GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta-fakta di Balik Kasus Dugaan Rekayasa BAP Narkotika di Polsek Cilandak, Ternyata....

Polisi membantah soal adanya rekayasa berita acara pemeriksaan (BAP) yang diduga mengubah laporan kasus penganiayaan menjadi perkara narkotika di Polsek Cilandak.
Rabu, 4 Februari 2026 - 05:30 WIB
Ilustrasi narkoba.
Sumber :
  • Dok Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi membantah soal adanya rekayasa berita acara pemeriksaan (BAP) yang diduga mengubah laporan kasus penganiayaan menjadi perkara narkotika di Polsek Cilandak.

“Jadi tidak ada namanya BAP itu di dua sisi. Jadi kami sampaikan kepada rekan-rekan dan masyarakat untuk bijak agar informasi ini lurus. Tidak ada berita acara itu dibolak-balik. Jadi sudah kesepakatan satu sisi, satu sisi. Dan ini semua adalah perkara tentang perkara penganiayaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut Budi mengungkapkan duduk perkara awal munculnya dugaan rekayasa BAP, hal ini bermula saat saudara IP alias R melaporkan istrinya berinisial DA terkait kasus dugaan penganiayaan. Kemudian penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan memeriksa saudara IP.

Namun saat dilakukan interogasi dan keterangannya dituangkan dalam BAP, penyidik menggunakan kertas bekas yang di balik kertas tersebut berisikan soal kasus narkotika milik orang lain. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah jika ada koreksi. Bahkan, Budi menegaskan, dalam hal ini IP juga telah mengetahui dan menyetujui.

“Penyidik pada saat menyampaikan kepada saudara IP alias R, kami menyiapkan berita acara ini, di kertas bekas untuk dilakukan koreksi. Apabila sudah ada koreksi, ini bisa dicoret, nanti akan kami tuangkan ke kertas yang sudah dipersiapkan. Dari penyampaian penyidik ini sudah disepakati oleh saudara IP,” tutur Budi.

Sementara itu, Budi mengatakan, hal ini juga diperkuat oleh rekaman CCTV di Polsek Cilandak yang sudah dilakukan penyitaan oleh Bid Propam Polda Metro Jaya dan.

“Sehingga kita sama-sama melihat bahwa tidak ada editing, tidak ada rekayasa terhadap CCTV ini. Disini masih terlihat penyidik dalam proses print dari berita acara intrograsi menggunakan kertas bekas. Diserahkan kepada saudara IP. Nah, itu CCTV di mana penyidik menyampaikan kepada saudara IP alias R bahwa hasil berita acara intrograsi ini kami akan print di kertas bekas, dan itu disepakati oleh saudara IP. Setelah di-print, dipertontonkan,” terang Budi.

“Kita sama-sama meluruskan bahwa tidak ada rekayasa tentang saudara IP, istrinya saudara IP dilaporkan tentang potensial suspek terkait tentang penganiayaan, dan perkara narkotika yang tertuang di BAP itu tidak ada kaitannya. Ini adalah perkara yang lampau, hanya kertasnya saja yang pernah di-print-kan. Kelalaian dari penyidik seharusnya kertas yang sudah digunakan itu seharusnya dimusnahkan, disposal,” sambungnya.

Untuk diketahui, Polsek Cilandak, Jakarta Selatan, kini tengah menjadi sorotan setelah mencuatnya dugaan tindakan tidak profesional oleh salah satu oknum anggotanya. 

Oknum tersebut diduga sengaja merekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan mengubah inti laporan kasus penganiayaan menjadi perkara narkotika.

Merespons kabar miring tersebut, pihak kepolisian memastikan sedang melakukan penelusuran mendalam terkait prosedur yang dijalankan oleh penyidik di lapangan.

"Akan dipastikan kronologis penyidiknya," ujar Kasi Humas Polsek Cilandak, Bripka Nuryono, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (1/2).

Persoalan ini mendadak ramai diperbincangkan setelah sebuah video amatir diunggah oleh akun Instagram @saukansamallo menjadi viral.

Dalam rekaman itu, terlihat seorang warga yang diduga sebagai pelapor melayangkan protes keras kepada dua personel kepolisian yang tengah berjaga.

Warga tersebut merasa keberatan karena dokumen BAP yang disodorkan untuk ditandatangani ternyata tidak sesuai dengan fakta kejadian penganiayaan yang dialaminya. 

Kejanggalan paling mencolok adalah munculnya keterangan mengenai "timbangan narkoba" di dalam lampiran berkas, padahal hal itu sama sekali tidak berkaitan dengan laporan awal korban.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Bripka Nuryono menyatakan bahwa oknum penyidik yang bersangkutan kini telah ditarik untuk menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). 

Pihak Polsek Cilandak juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelapor atas kejadian yang merugikan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk sekarang yang bersangkutan sudah di periksa propam, mohon maaf dan terimakasih," tegas Nuryono.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi institusi kepolisian untuk menjaga transparansi dan integritas dalam proses penyidikan, terutama dalam menangani laporan dari masyarakat.(ars/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap Gelar Tarawih, Masjid Istiqlal Usung Tema "Ramadan Hijau, Ramadan Bersama", Menag Jadi Penceramah

Siap Gelar Tarawih, Masjid Istiqlal Usung Tema "Ramadan Hijau, Ramadan Bersama", Menag Jadi Penceramah

Masjid Istiqlal bersiap menyambut keputusan sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah yang digelar pemerintah, Selasa (17/2/2026).
Pelaku Pencurian Batik Rp1,3 Miliar di Pameran JCC Pemain Lama dan Paham Bidang Tekstil, Pernah Beraksi Tahun 2025

Pelaku Pencurian Batik Rp1,3 Miliar di Pameran JCC Pemain Lama dan Paham Bidang Tekstil, Pernah Beraksi Tahun 2025

Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan tiga pelaku pencurian batik Rp1,3 miliar di salah satu pameran di JCC, Tanah Abang, Jakarta Pusat berinisial LDNK, KN dan GJY.
Jelang Pengumuman Sidang Isbat, Masjid Istiqlal Siaga Tarawih Malam ini: Siap Tampung 12 Ribu Jemaah

Jelang Pengumuman Sidang Isbat, Masjid Istiqlal Siaga Tarawih Malam ini: Siap Tampung 12 Ribu Jemaah

Jika pemerintah menetapkan 1 Ramadan jatuh esok hari, maka salat tarawih dipastikan bisa langsung digelar malam ini.
Punya Dua Tandem Berbeda, Megawati Hangestri Pilih Giovanna Milana atau Vanja Bukilic? Tak Disangka Megatron Memilih

Punya Dua Tandem Berbeda, Megawati Hangestri Pilih Giovanna Milana atau Vanja Bukilic? Tak Disangka Megatron Memilih

Megawati Hangestri menjadi sorotan setelah mengantarkan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) ke final four Proliga 2026. Meski punya dua tandem berbeda di Red Sparks.
Balita 4 Tahun di Surabaya, Korban Kekerasan dan Penelantaran, Kondisinya Mulai Membaik

Balita 4 Tahun di Surabaya, Korban Kekerasan dan Penelantaran, Kondisinya Mulai Membaik

Balita 4 tahun yang menjadi korban kekerasan dan penelantaran di kamar kos di kawasan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya, kini kondisinya mulai membaik.
Sambangi Vihara Dharma Bhakti Glodok, Wali Kota Jakarta Barat Pastikan Perayaan Imlek Berjalan Lancar

Sambangi Vihara Dharma Bhakti Glodok, Wali Kota Jakarta Barat Pastikan Perayaan Imlek Berjalan Lancar

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah meninjau perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, pada Selasa (17/2/2026).

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT