Pigai Ungkap 'Biang Kerok' Anak SD di NTT Nekat Bunuh Diri, Diduga Berhubungan Erat dengan Hal Ini
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyoroti salah satu hal yang diduga menjadi dorongan seorang anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan aksi bunuh diri.
Diduga anak SD tersebut nekat bunuh diri karena tak mampu membeli peralatan sekolah seperti buku dan pena.
Pigai mengatakan, pihaknya juga turut mendalami kasus anak SD bunuh diri tersebut. Ia sudah menghubungi pihak pemerintah daerah untuk tindak lanjut.
Setelah melihat data yang dilaporkan, Pigai mengatakan bahwa ada masalah kependudukan yang membuat anak SD itu merasa frustasi dan terganggu secara ekonomi.
Masalah kependudukan tersebut menyebabkan bantuan tidak sampai kepada keluarga bocah yang berada dalam kemiskinan ekstrem itu.
"Data yang saya dapat, orang tuanya itu warga di Kabupaten Nagekeo, terapi dia tinggal di Ngada, sehingga pelayanan-pelayanan bantuan desil-1 itu tidak bisa terlayani. Ini kan problem administrasi, maaf ya, kok problem administrasi menyebabkan orang tidak boleh dilayani," kata Pigai, Kamis (5/2/2026).
Dirinya menjelaskan, meskipun seseorang memang miskin, tetapi berada dari beda daerah di KTP sehingga tak mendapatkan bantuan.
"Misalnya, dia orang miskin, tetapi berasal dari kabupaten A KTP-nya, tetapi dia tinggal di kabupaten B. Kemudian, di kabupaten yang tempat dia huni itu tidak bisa dilayani karena dokumennya di kabupaten A," ujarnya menjelaskan.
Terkait masalah ini, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena, supaya pemda mengeluarkan surat edaran untuk membereskan administrasi.
Pigai menambahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga sudah meminta supaya bupati dan wali kota menertibkan soal administrasi kependudukan.
"Ini problem paling serius yang terjadi sehingga Mendagri memerintahkan seluruh bupati-wali kota untuk menertibkan administrasi," katanya menegaskan.
Ramai diberitakan sebelumnya, seorang anak SD di Ngada, NTT melakukan aksi bunuh diri karena tak mampu membeli peralatan sekolah.
Siswa SD itu juga menuliskan surat untuk ibunya yang meminta supaya tak perlu mencairnya. Ia juga mengucapkan selamat tinggal.
Berdasarkan informasi yang beredar, bocah SD tersebut tinggal bersama neneknya dan empat saudaranya.
Load more