News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tragedi Anak SD Bunuh Diri di NTT Jadi Tamparan Keras untuk Pendidikan Nasional, Komisi X Minta Cakupan PIP Diperluas

Tragedi seorang siswa SD di Ngada, NTT, yang diduga akhiri hidupnya karena tak mampu beli buku dan pena, dinilai sebagai tamparan keras bagi sistem pendidikan.
Jumat, 6 Februari 2026 - 14:59 WIB
Isi surat ditulis siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Tragedi seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena, dinilai sebagai tamparan keras bagi sistem pendidikan nasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, menegaskan tragedi ini menunjukkan kebijakan pendidikan belum sepenuhnya berpihak pada anak-anak dari keluarga miskin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kasus di Ngada menjadi tamparan keras bagi kita semua. Seorang anak SD kehilangan nyawanya bukan karena perang atau bencana alam, melainkan karena ketidakmampuan membeli alat tulis,” kata Esti, Jumat (6/2/2026).

Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI) yang dipimpin oleh Mukhamad Misbakhun.
Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (DEPINAS SOKSI) yang dipimpin oleh Mukhamad Misbakhun.
Sumber :
  • Istimewa

Seperti diketahui, YBS (10), siswa kelas IV SD di Ngada, diduga mengakhiri hidup karena putus asa tidak bisa membeli pena dan buku seharga Rp10.000.

Saat meminta uang, sang ibu, MGT (47), mengaku tidak memiliki uang. Keluarga korban hidup dalam kondisi miskin, dengan ibu yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.

Esti menyatakan peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa, melainkan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan.

“Ini sungguh tidak dapat diterima dalam negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan hak atas pendidikan,” tegasnya.

Menurut Esti, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara jelas mewajibkan negara menjamin pendidikan dasar bagi setiap warga negara.

“Dengan demikian, sudah sangat jelas bahwa tanggung jawab pembiayaan pendidikan dasar berada di pundak Negara, bukan pada anak atau keluarganya,” ujar Esti.

Ia menegaskan, dengan anggaran pendidikan yang diamanatkan minimal 20 persen dari APBN dan APBD, seharusnya tidak ada anak yang terhambat sekolah hanya karena tidak mampu membeli alat tulis.

“Tragedi di Ngada ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kebijakan pendidikan di daerah,” ungkapnya.

Esti juga mengingatkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-XXII 2024 yang menegaskan pendidikan dasar harus bebas dari pungutan dalam bentuk apa pun.

“Negara harus memastikan bahwa sekolah benar-benar menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bukan ruang yang menimbulkan ketakutan dan tekanan karena persoalan biaya,” katanya.

Selain itu, Esti menyoroti lemahnya pendataan bantuan sosial dan pendidikan. 

Ia menyebut keluarga korban belum terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) karena persoalan domisili, meski kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan.

“Artinya pendataannya terlewat, dan harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Esti menekankan perlunya perluasan dan pembenahan Program Indonesia Pintar (PIP) agar benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga miskin.

“Ke depan cakupan PIP harus ditingkatkan dan jumlah penerimanya diperluas, sehingga peristiwa tragis seperti yang terjadi di Ngada tidak terulang kembali,” tegas Esti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan bahwa pendidikan seharusnya membebaskan, bukan justru menekan anak-anak hingga kehilangan harapan.

“Tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal atau kehilangan masa depannya karena kemiskinan,” pungkasnya. (rpi/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Bangunkan Pria Paruh Baya Tidur di Trotoar Menahan Lapar, Diberi Makanan hingga Modal Usaha

Dedi Mulyadi Bangunkan Pria Paruh Baya Tidur di Trotoar Menahan Lapar, Diberi Makanan hingga Modal Usaha

​​​​​​​Dedi Mulyadi temukan pria paruh baya tertidur di trotoar karena lapar. Ia beri makanan, nasihat, hingga modal usaha, momen haru ini viral di publik.
Cedera Ringan Sering Diabaikan? Ini Cara Tepat Menanganinya agar Cepat Pulih

Cedera Ringan Sering Diabaikan? Ini Cara Tepat Menanganinya agar Cepat Pulih

Data dari berbagai studi kesehatan olahraga menunjukkan bahwa lebih dari 60% individu aktif secara fisik pernah mengalami cedera ringan setidaknya sekali dalam setahun. 
I.League Buka Komunikasi dengan PSBS Biak Atas Kondisi Finansial Tim

I.League Buka Komunikasi dengan PSBS Biak Atas Kondisi Finansial Tim

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra memastikan ada komunikasi dengan pihak manajemen klub atas kondisi keuangan klub yang berdampak pada tim ini. 
Setelah Berusaha Maksimal, Bacalah Doa Tawakal Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Setelah Berusaha Maksimal, Bacalah Doa Tawakal Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Setelah berusaha semaksimal mungkin, langkah berikutnya adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT melalui sikap tawakal. Berikut doa Nabi Muhammad SAW
Hasil Pertandingan Laga Pekan Kedua Piala AFF U-17, Vietnam Pesta Gol Hingga Kekalahan Mengejutkan Timnas Indonesia dan Thailand

Hasil Pertandingan Laga Pekan Kedua Piala AFF U-17, Vietnam Pesta Gol Hingga Kekalahan Mengejutkan Timnas Indonesia dan Thailand

Hasilnya, belum ada tim yang benar-benar dipastikan mengunci babak semifinal Piala AFF U-17.
YouTuber ini Pantau Langsung Sendiri Kinerja Dedi Mulyadi Benahi Kali Wadas, Tak Disangka Reaksinya Begini setelah Tahu

YouTuber ini Pantau Langsung Sendiri Kinerja Dedi Mulyadi Benahi Kali Wadas, Tak Disangka Reaksinya Begini setelah Tahu

​​​​​​​YouTuber pantau langsung kinerja Dedi Mulyadi benahi Kali Wadas. Hasilnya mengejutkan, sungai lebih lebar, bersih, dan bebas dari bangunan liar.

Trending

Dedi Mulyadi Bangunkan Pria Paruh Baya Tidur di Trotoar Menahan Lapar, Diberi Makanan hingga Modal Usaha

Dedi Mulyadi Bangunkan Pria Paruh Baya Tidur di Trotoar Menahan Lapar, Diberi Makanan hingga Modal Usaha

​​​​​​​Dedi Mulyadi temukan pria paruh baya tertidur di trotoar karena lapar. Ia beri makanan, nasihat, hingga modal usaha, momen haru ini viral di publik.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Dua Kali Dipecat pada 2025, Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Super League: Saya Punya Dua Tawaran

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku tetap terbuka menerima tawaran melatih, termasuk dari klub Liga Indonesia, setelah dua kali dipecat.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Selengkapnya

Viral