Danantara Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I, Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
- istimewa
Direktur Utama Mind Id, Maroef Sjamsoeddin jelaskan, bahwa melalui hadirnya proyek ini dapat meningkatkan kemampuan produksi aluminium dari dalam negeri yang semakin kuat, serta menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan impor aluminium.
Menurutnya hadirnya fasilitas ini dapat menurunkan tingkat ketergantungan impor dan akan berdampak pada peningkatan cadangan devisa.
Saat smelter aluminium baru beroperasi, diperkirakan cadangan devisa naik 394% dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Di samping itu, para pelaku industri manufaktur akan mendapat kepastian bahan baku dari dalam negeri.
“Proyek ini adalah bentuk kontribusi Grup Mind Id dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara pada sektor mineral, demi peradaban masa depan Indonesia,” jelas Maroef.
Untuk diketahui, dalam peresmian ini, turut hadir Gubernur Kalimantan Barat, Anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Kabupaten Mempawah, Raja Mempawah XIV, Dewan Adat Dayak, Jajaran Direksi dan Komisaris Mind Id, Antam, Bukit Asam, Inalum, dan PT Borneo Alumina Indonesia.
Pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, peningkatan nilai tambah sumber daya domestik, serta pembangunan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Danantara Indonesia bersama BUMN memastikan agar proyek-proyek prioritas dapat direalisasikan secara disiplin, tepat waktu, dan memberikan dampak ekonomi nyata. (aag)
Load more