News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pilih Jalur Politik dari Keluarga, Didi Mahardhika Soekarno Sebut Setia ke Prabowo dan Gerindra

Nama Didi Mahardhika Soekarno kembali menyita perhatian publik karena pilihan jalur politik yang dinilai berbeda dari mayoritas keluarga besar Bung Karno.
Senin, 9 Februari 2026 - 08:04 WIB
Presiden Prabowo dan Didi Mahardhika Soekarno
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Didi Mahardhika Soekarno, cucu Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, kembali menyita perhatian publik. Bukan semata karena garis keturunannya, melainkan juga karena pilihan jalur politik yang dinilai berbeda dari mayoritas keluarga besar Bung Karno.

Mahardhika menyatakan, sikap politik yang ia ambil bukan keputusan sesaat. Ia mengaku berjalan di atas dua amanah yang ia pegang teguh, yakni amanah dari sang ibunda almarhum Rachmawati Soekarnoputri, serta amanah dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disebutnya sudah seperti keluarga sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu," tutur Mahardhika, Senin (9/2).

Pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Mahardhika juga menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Gerindra terus menjadi kekuatan politik yang menjaga persatuan bangsa.

Mahardhika menjelaskan, pilihannya berlabuh di Partai Gerindra dilandasi keyakinan ideologis. Ia menilai, Gerindra merupakan partai yang paling merepresentasikan nilai-nilai Bung Karno tanpa dikotomi dan tanpa upaya mengadu-benturkan.

"Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya. Ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun," jelasnya.

Ia juga menegaskan, kedekatannya dengan Prabowo tidak hanya sebatas hubungan politik, tetapi sudah menjadi hubungan personal.

"Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri. Itu yang saya pegang," ujarnya.

Mahardhika turut menyoroti masih adanya upaya sejumlah kelompok yang terus menghidupkan dikotomi lama dalam politik nasional, seperti narasi Pro-Soekarno versus Pro-Suharto dan pembelahan serupa.

Menurutnya, pola semacam itu sudah tidak relevan dan hanya memperkecil bangsa.

"Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan. Mengkotakkan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini," katanya.

Ia juga menyayangkan penggunaan tokoh-tokoh besar sebagai alat politik yang justru memunculkan narasi memecah belah.

"Kasihan masyarakat. Mereka disajikan hal negatif, dijual gambar tokoh-tokoh yang akhirnya berdampak semu, hanya pseudo," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri sekaligus keturunan Bung Karno, Mahardhika mengakui ideologi politik telah mengalir dalam dirinya. Namun ia menegaskan ingin menjalankan warisan itu dengan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yakni menyatukan, bukan membelah.

Dengan tetap memegang amanah keluarga serta keyakinannya terhadap visi Presiden Prabowo Subianto, Mahardhika menempatkan dirinya sebagai figur yang ingin menghadirkan wajah politik yang lebih sejuk dan matang.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral