Diplomatic Economic Breakfast, Kadin Beberkan Capaian Ekonomi di Bawah Kepemimpinan Prabowo
- Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat jalur diplomasi ekonomi nonformal melalui forum bertajuk Diplomatic Economic Breakfast. Dalam pertemuan tersebut, Kadin memaparkan capaian ekonomi nasional di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang diklaim menunjukkan stabilitas dan perbaikan fundamental.
Forum yang dikemas dalam agenda rutin Monthly Diplomatic Economic Breakfast itu digelar di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026). Sekitar 120 diplomat asing, pelaku usaha, serta Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Luar Negeri, James Riady, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang komunikasi strategis antara komunitas bisnis Indonesia dengan perwakilan negara sahabat.
“Ketua Umum Anindya Bakrie mengadakan setiap bulan, hari Jumat kedua. Kita kumpulkan diplomat dan pengusaha membicarakan apa yang kita sebut Monthly Diplomatic Economic Breakfast,” ujar James.
Diplomasi Ekonomi Berbasis Budaya
Pemilihan Museum Nasional disebut bukan sekadar lokasi seremonial. Kadin secara sadar menggabungkan pendekatan budaya dalam diplomasi ekonomi, dengan keyakinan bahwa pemahaman budaya menjadi fondasi membangun kepercayaan internasional.
Menurut James, budaya adalah pintu masuk bagi diplomat dan investor asing untuk memahami karakter Indonesia secara lebih mendalam. Dari sana, hubungan ekonomi dan bisnis diyakini akan terbangun lebih kokoh.
“Semua hal itu dimulai dengan budaya. Dengan budaya, orang asing bisa lebih mengerti dan mengenal Indonesia. Itu menjadi fondasi untuk diplomasi dan ekonomi,” jelasnya.
Kehadiran 120 diplomat dan pelaku usaha dalam forum tersebut dinilai sebagai sinyal kuat tingginya minat komunitas internasional terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.
Soroti Stabilitas di Awal Pemerintahan
Dalam forum itu, Kadin juga menekankan pesan politik-ekonomi bahwa stabilitas pemerintahan baru menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor global.
James menyebut transisi kepemimpinan nasional berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto memberikan fondasi kuat bagi kelanjutan pertumbuhan ekonomi.
“Kami ingin memberikan gambaran jelas bahwa Indonesia di tahun pertama di bawah Presiden Prabowo telah melakukan transisi kepresidenan yang luar biasa berhasil,” tegasnya.
Ia juga menilai diplomasi luar negeri yang aktif dilakukan Presiden Prabowo turut memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Aktivitas diplomatik tersebut dinilai membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.
Klaim Konsumsi dan Ritel Menguat
Kadin mengklaim sejumlah indikator domestik menunjukkan tren positif sepanjang tahun lalu. James menyebut pertumbuhan konsumsi masyarakat terus meningkat dari kuartal pertama hingga kuartal keempat.
“Domestic demand sangat bagus. Dari kuartal pertama sampai keempat terus meningkat,” ujarnya.
Selain itu, ekspansi sektor ritel disebut menjadi indikator optimisme dunia usaha. Banyak peritel disebut tengah agresif mencari lokasi baru untuk membuka gerai.
Menurutnya, fenomena tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi di lapangan.
“Rata-rata retailer mencari tempat untuk buka toko baru, ekspansi. Itu mencerminkan mereka ingin terus investasi, bekerja, dan menumbuhkan ide-ide baru,” ungkap James.
Perbedaan Persepsi dan Realitas
Kadin menilai persepsi ekonomi Indonesia di luar negeri kerap berbeda dengan kondisi riil di dalam negeri. Melalui forum seperti Diplomatic Economic Breakfast, Kadin berupaya menyampaikan gambaran langsung kepada para diplomat.
James menegaskan bahwa ekonomi Indonesia dinilai berjalan baik di tingkat domestik, meski narasi internasional kadang tidak sepenuhnya mencerminkan situasi di lapangan.
“Seringkali narasi yang dibangun di luar negeri berbeda, padahal di Indonesia on the ground it is doing very well,” katanya.
Diplomasi Bisnis sebagai Jalur Alternatif
Forum Monthly Diplomatic Economic Breakfast diproyeksikan menjadi saluran alternatif diplomasi bisnis yang lebih cair dan komunikatif. Dengan pendekatan informal namun strategis, Kadin berharap kepercayaan investor global terhadap Indonesia semakin menguat.
Pertemuan rutin ini juga menjadi wadah diskusi langsung antara dunia usaha dan komunitas diplomatik, tanpa sekat birokrasi formal.
Kadin optimistis, kombinasi stabilitas politik, penguatan diplomasi luar negeri, serta pertumbuhan konsumsi domestik dapat menjadi modal penting menjaga momentum ekonomi nasional di tengah dinamika global. (agr/nsp)
Load more