Outlook Indonesia Diperingkat Negatif, Prabowo Perintahkan Menteri Terbuka pada Publik
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Dalam laporannya, Moody’s menyoroti besarnya kewenangan Danantara terhadap aset BUMN yang nilainya melampaui US$900 miliar atau sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia 2025.
“Koordinasi dan kohesi kebijakan yang belum sepenuhnya jelas terkait mandat Danantara menimbulkan risiko terhadap kredibilitas kebijakan serta potensi kewajiban kontinjensi bagi pemerintah,” tulis Moody’s dikutip Jumat (6/2/2026).
Lembaga tersebut juga mengingatkan kewenangan terhadap kebijakan dividen BUMN berpotensi menekan kesehatan keuangan perusahaan pelat merah, yang selama ini menjadi salah satu sumber pendanaan penting negara.
Selain itu, Moody’s menilai masih terdapat sejumlah pertanyaan mengenai prioritas investasi, manajemen risiko, serta hubungan regulasi antara Danantara, BUMN, dan otoritas terkait.
Pemerintah kini berupaya meredam kekhawatiran pasar dengan transparansi dan komunikasi langsung, sekaligus memastikan program investasi negara tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal dan kepercayaan investor global. (agr/ree)
Load more