Purbaya Soroti Dugaan Permainan Oknum Bea Cukai di Balik Penyegelan Gerai Tiffany & Co
- Istimewa
Rotasi dan penempatan pejabat baru disebut menjadi bagian dari upaya pembenahan sistem pengawasan kepabeanan. Dengan adanya dugaan kasus ini, evaluasi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik kolusi antara aparat dan pelaku usaha.
Ia juga menyebut penanganan kasus bisa melibatkan koordinasi antara Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak. Bahkan, tidak menutup kemungkinan aparat penegak hukum ikut dilibatkan jika ditemukan unsur pidana.
“Harusnya polisi, tapi yang ternyata Bea Cukai dan Pajak, nanti gabung Bea Cukai dan Pajak,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan potensi pengusutan lebih luas, tidak hanya pada aspek administrasi kepabeanan, tetapi juga kemungkinan pelanggaran hukum lainnya.
Gerai Disengel, Proses Hukum Berjalan
Sejumlah gerai Tiffany & Co di Jakarta telah disegel sebagai bagian dari tindakan penegakan hukum. Penyegelan dilakukan setelah ditemukan dugaan pelanggaran impor yang dinilai merugikan negara.
Langkah ini menunjukkan pemerintah bersikap tegas terhadap dugaan pelanggaran, termasuk terhadap merek global sekalipun. Penegakan aturan kepabeanan disebut berlaku tanpa pandang bulu.
Kasus ini juga menjadi sorotan karena melibatkan brand internasional dengan reputasi global. Namun, Purbaya menekankan bahwa yang menjadi fokus adalah kepatuhan terhadap aturan impor dan kewajiban perpajakan di Indonesia.
Pesan Reformasi dan Transparansi
Dugaan permainan antara oknum dan pelaku usaha menjadi alarm serius bagi sistem pengawasan impor nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memang tengah mendorong reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparat di lingkungan Kementerian Keuangan.
Kasus ini dinilai menjadi ujian terhadap komitmen tersebut. Jika terbukti ada keterlibatan oknum, maka sanksi tegas akan menjadi bagian dari langkah penertiban.
Purbaya menegaskan akan melihat perkembangan hukum dan memastikan proses berjalan sesuai aturan. Ia juga menilai keberanian pejabat baru dalam bertindak sebagai sinyal positif perubahan internal.
Di tengah upaya peningkatan penerimaan negara dan penguatan pengawasan perdagangan, kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem kepabeanan.
Pemerintah kini menunggu hasil pendalaman lebih lanjut untuk memastikan siapa saja yang terlibat dan sejauh mana pelanggaran terjadi. Publik pun menanti langkah tegas lanjutan, baik terhadap pelaku usaha maupun aparat yang terbukti melanggar. (nsp)
Load more