News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peneliti UNS Nilai PP Kesehatan Harus Perhatikan Hak Konstitusional Masyarakat

Peneliti P3KHAM LPPM UNS nilai pemerintah harus memperhitungkan agar PP Kesehatan tidak membebani sektor tertentu, dengan lakukan uji proporsionalitas kebijakan
Senin, 16 Februari 2026 - 15:32 WIB
Peneliti UNS Nilai PP Kesehatan Harus Perhatikan Hak Konstitusional Masyarakat
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Konstitusi dan Hak Asasi Manusia Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3KHAM LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menilai pemerintah harus memperhitungkan agar PP Kesehatan tidak membebani sektor tertentu.

Pemerintah harus melakukan uji proporsionalitas kebijakan melalui Regulatory Impact Assessment (RIA). Hal ini tidak hanya dilakukan sebelum menyiapkan aturan tapi juga untuk evaluasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti P3KHAM LPPM UNS, Jadmiko Husodo mengatakan, hukum memiliki usia penerimaan masyarakat yang harus terus dievaluasi secara berkala.

"Benar enggak hukum sudah sesuai tujuan awal pembentukan? Satu tahun, dua tahun mungin belum nampak, tpai kalau sudah tiga sampai lima tahun, mungkin baru bisa terlihat dan dinilai," kata Jadmiko, Senin (16/2/2026).

Uji tersebut bisa memastikan dampak kebijakan lebih berimbang serta tidak membebani sektor tertentu.

Adapun PP Kesehatan saat ini memiliki payung hukum di atasnya yakni Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Meski demikian, peneliti UNS tersebut memandang masih ada kemungkinan digugat karena terdapat cacat formil.

Dirinya memandang, masih tidak ada pendelegasian antara produk tembakau dan rokok elektronik ke dalam dua PP yang berbeda. 

Sementara itu, peneliti P3KHAM LPPM UNS lainnya, Heri Hartanto menegaskan PP Kesehatan harus mempertimbangkan hak kesehatan dan hak ekonomi.

Ia memandang, jika tidak ada roadmap atau mekanisme adaptasi yang dibentuk bertahap maka akan ada guncangan bagi beberapa pihak.

Menurutnya, PP Kesehatan akan memiliki pengaruh terhadap kegiatan usaha kelompok-kelompok rentan mulai dari petani hingga buruh.

"Kalau ini terdampak, keseimbangan belum terwujud. Aturan ini bicara dalam  konteks kajian terhadap perlindungan hak asasi manusia. Ada hak ekonomi yang juga perlu dilindungi, ada juga hak untuk mendapat lingkungan yang sehat,” ujar Heri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal ini, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis Kementerian Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Karjono mengatakan bahwa pihaknya akan menyempurnakan PP Kesehatan dengan melibatkan sejumlah kementerian.

"Kami juga menugaskan Kemenkes untuk menyempurnakan etentuan teknis Permen atau pedoman dan menetapkan masa transisi implementasi yang proporsional dengan koordinasi formal dengan Kemenkeu," ungkapnya. (iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki Pada 8 Agustus 2026: Kabar Baik, Rezeki Mengalir, Peluang Baru Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki Pada 8 Agustus 2026: Kabar Baik, Rezeki Mengalir, Peluang Baru Berdatangan

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 8 Agustus 2026: Ada kabar baik, rezeki mengalir, hingga peluang baru berdatangan dari berbagai arah.
Timnas Indonesia! Jangan Lempar Handuk Sebelum Lengking Peluit Akhir

Timnas Indonesia! Jangan Lempar Handuk Sebelum Lengking Peluit Akhir

Tim Nasional atau Timnas Indonesia harus bertarung maksimal hingga peluit akhir berbunyi saat melawan Singapura di Laga penentuan Grup A Piala AFF 2026 pada Jumat malam hari ini, 7 Agustus.
Tiga Kali Absen Pemeriksaan, KPK Imbau Rudy Tanoe Kooperatif

Tiga Kali Absen Pemeriksaan, KPK Imbau Rudy Tanoe Kooperatif

Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik sekaligus Direktur Utama PT Dosni Roha Indonesia Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe tiga kali absen dari undangan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kepala BGN Bantah Bakal Buka 13.000 Dapur MBG

Kepala BGN Bantah Bakal Buka 13.000 Dapur MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membantah bahwa pihaknya akan membangun ribuan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru.
Polda Metro Jaya Tegaskan Siap Hadir di Praperadilan Keempat Roy Suryo Terkait Status Cekal

Polda Metro Jaya Tegaskan Siap Hadir di Praperadilan Keempat Roy Suryo Terkait Status Cekal

Polda Metro Jaya nyatakan siap hadir dalam undangan persidangan gugatan praperadilan keempat yang diajukan tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo tentang pencekalan.
BRIN Akan Pamerkan 150 Inovasi ke Prabowo, Teknologi Energi hingga Nuklir Jadi Sorotan

BRIN Akan Pamerkan 150 Inovasi ke Prabowo, Teknologi Energi hingga Nuklir Jadi Sorotan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa ratusan produk hasil penelitian ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari pemaparan inovasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.

Trending

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Usai gugatan praperadilan ketiga soal ganti rugi, tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengajukan kembali praperadilan terkait pencekalan. 
KPK Bakal Panggil Kakanim Jaksel Usai Ditemukan Uang 8.500 Dolar Singapura Hasil Penggeledahan 

KPK Bakal Panggil Kakanim Jaksel Usai Ditemukan Uang 8.500 Dolar Singapura Hasil Penggeledahan 

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan, Winarko akan dipanggil KPK usai ditemukannya uang 8.500 Dolar Singapura di dalam ruangannya oleh penyidik. 
Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Istana Kepresidenan merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026.
Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Puluhan peserta dari berbagai universitas dan organisasi ekstra kampus di Yogyakarta mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD) '81 Tahun Merdeka, 19 Tahun Menuju Indonesia 2045'.
Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seksual. 
BRIN Akan Pamerkan 150 Inovasi ke Prabowo, Teknologi Energi hingga Nuklir Jadi Sorotan

BRIN Akan Pamerkan 150 Inovasi ke Prabowo, Teknologi Energi hingga Nuklir Jadi Sorotan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa ratusan produk hasil penelitian ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari pemaparan inovasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Diam-diam Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Penyandang Diabetes, Jutaan Pasien Masih Kesulitan Berobat

Diam-diam Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Penyandang Diabetes, Jutaan Pasien Masih Kesulitan Berobat

Di tengah tingginya jumlah penyandang diabetes, jutaan pasien masih kesulitan menjalani pengobatan dan pemantauan secara berkelanjutan, sehingga risiko komplikasi masih tinggi.
Selengkapnya

Viral