Awal Puasa Segera Dipastikan, Sidang Isbat Hari Ini Jadi Penentu Ramadhan 1447 H
- Pexels/Thirdman
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menggelar sidang isbat hari ini untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau Ramadhan 2026. Forum ini menjadi momen penting yang selalu dinantikan umat Islam di Indonesia karena akan menentukan kapan masyarakat mulai menjalankan ibadah puasa secara resmi.
Sidang penentuan awal Ramadhan tersebut dilaksanakan di Jakarta dan menjadi rujukan nasional dalam memastikan keseragaman waktu memulai ibadah. Hasil keputusan dijadwalkan diumumkan pada malam hari setelah seluruh tahapan pengamatan dan pembahasan selesai dilakukan.
Diawali Seminar Posisi Hilal
Rangkaian sidang dimulai pada sore hari dengan seminar mengenai posisi hilal. Dalam tahap ini, para ahli astronomi, pakar falak, dan perwakilan berbagai lembaga memaparkan data perhitungan atau hisab terkait kemungkinan terlihatnya bulan sabit penanda awal Ramadhan.
Data astronomi tersebut menjadi landasan awal sebelum dilakukan verifikasi melalui rukyatul hilal atau pemantauan langsung di lapangan. Pendekatan ilmiah ini menunjukkan bahwa penetapan awal bulan hijriah di Indonesia tidak hanya berbasis pengamatan visual, tetapi juga memanfaatkan perhitungan sains modern.
Direktorat Jenderal Ditjen Bimas Islam menjelaskan bahwa integrasi antara hisab dan rukyat merupakan metode yang digunakan pemerintah untuk memastikan keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah sekaligus syar’i.
Verifikasi Rukyatul Hilal di Berbagai Daerah
Setelah pemaparan data hisab, proses dilanjutkan dengan verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Tim pengamat ditempatkan di sejumlah lokasi strategis untuk memastikan apakah hilal benar-benar terlihat sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
Hasil pemantauan dari daerah-daerah tersebut kemudian dilaporkan secara langsung ke forum sidang. Data ini menjadi bahan diskusi para ulama, ahli astronomi, dan perwakilan organisasi keagamaan sebelum keputusan final diambil.
Tahapan ini menjadi krusial karena menggabungkan pendekatan keilmuan dengan praktik observasi langsung, sehingga keputusan yang dihasilkan tidak hanya akurat secara perhitungan, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara keagamaan.
Musyawarah Penentuan Awal Ramadhan
Tahap terakhir adalah musyawarah sidang isbat yang dilakukan secara tertutup. Dalam forum ini, seluruh data yang telah dikumpulkan dibahas secara mendalam sebelum akhirnya disepakati kapan 1 Ramadhan dimulai.
Pemerintah menegaskan bahwa sidang isbat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan mekanisme resmi negara untuk menjaga kepastian ibadah umat Islam. Proses ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari ulama, akademisi, hingga perwakilan ormas Islam.
Penetapan awal Ramadhan di Indonesia mengacu pada integrasi metode hisab dan rukyat sebagaimana diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah. Pendekatan ini bertujuan menjaga akurasi sekaligus memperkuat persatuan umat dalam menjalankan ibadah.
Pengumuman Resmi Ditunggu Masyarakat
Hasil sidang isbat rencananya akan diumumkan melalui konferensi pers pada malam hari. Masyarakat dapat mengikuti pengumuman tersebut melalui siaran langsung di kanal resmi pemerintah agar mengetahui secara pasti kapan mulai berpuasa.
Momentum pengumuman ini selalu menjadi perhatian publik karena menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah Ramadhan, mulai dari tarawih hingga sahur pertama.
Dengan adanya sidang isbat, pemerintah berupaya memastikan bahwa awal Ramadhan ditetapkan secara transparan, berbasis data, dan dapat diterima seluruh kalangan.
Perbedaan Metode dengan Muhammadiyah
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui pendekatan ini, penentuan awal bulan dilakukan sepenuhnya dengan perhitungan astronomi tanpa menunggu hasil rukyat.
Perbedaan metode tersebut merupakan hal yang sudah lama dikenal dalam praktik penentuan kalender hijriah di Indonesia. Meski demikian, kedua pendekatan sama-sama memiliki dasar keilmuan dan pemahaman fiqih masing-masing.
Pemerintah menilai sidang isbat tetap diperlukan sebagai forum pemersatu, karena mempertemukan berbagai pandangan dalam satu mekanisme musyawarah nasional.
Menjaga Kepastian dan Kebersamaan Umat
Sidang isbat menjadi simbol kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan tradisi keagamaan. Melalui proses ini, penentuan awal Ramadhan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui mekanisme yang melibatkan banyak pihak dan dapat disaksikan masyarakat secara terbuka.
Selain memberikan kepastian jadwal ibadah, sidang ini juga menjadi upaya menjaga kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam menyambut bulan suci. Ramadhan bukan hanya tentang awal tanggal, tetapi juga momentum persatuan, kedisiplinan, dan kesiapan spiritual.
Kini, masyarakat tinggal menunggu hasil resmi yang akan diumumkan malam ini. Keputusan sidang isbat akan menjadi penanda dimulainya ibadah puasa Ramadhan 2026.
Load more