Jangan Salah Kaprah, Ini Perbedaan dan Siapa Saja yang Wajib Lapor LHKPN dan LHKASN
- Antara
Dokumen LHKASN umumnya berisi:
-
Data pribadi dan keluarga
-
Rincian harta kekayaan
-
Penghasilan resmi
-
Pengeluaran rutin
-
Surat pernyataan kebenaran data
Meski tidak terbuka untuk umum seperti LHKPN, LHKASN tetap menjadi alat pengawasan internal yang penting dalam manajemen ASN.
Mengapa Harus Ada Dua Sistem?
Penerapan dua mekanisme pelaporan bukan tanpa alasan. Pemerintah membedakan standar akuntabilitas berdasarkan tingkat risiko jabatan.
Semakin besar kewenangan seseorang dalam menentukan kebijakan atau mengelola anggaran, semakin tinggi pula standar transparansi yang harus dipenuhi. Sebaliknya, ASN dengan fungsi administratif tetap diawasi, tetapi melalui mekanisme yang lebih proporsional.
Pendekatan ini dikenal sebagai risk-based accountability atau akuntabilitas berbasis risiko. Tujuannya bukan untuk mencurigai aparatur, melainkan mencegah potensi penyimpangan sejak dini.
Dalam tata kelola modern, pencegahan dinilai jauh lebih efektif dan murah dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran.
Transparansi sebagai Sistem Peringatan Dini
Baik LHKPN maupun LHKASN berfungsi sebagai “alat ukur kewajaran” terhadap profil ekonomi aparatur negara. Jika terdapat lonjakan harta yang tidak sebanding dengan penghasilan resmi, sistem pengawasan dapat memberikan sinyal awal untuk dilakukan klarifikasi.
Dengan demikian, pelaporan kekayaan bukan sekadar kewajiban administratif tahunan, melainkan bagian dari sistem integritas nasional.
Melalui LHKPN, publik dapat mengetahui gambaran kekayaan pejabat negara secara terbuka. Sementara melalui LHKASN, instansi pemerintah memiliki basis data internal untuk memastikan pegawainya tetap berada dalam koridor etika dan kepatuhan.
Masyarakat Juga Punya Peran
Keterbukaan data LHKPN memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi penyelenggara negara. Partisipasi publik ini menjadi salah satu pilar penting dalam membangun budaya antikorupsi.
Di sisi lain, penguatan LHKASN membantu menciptakan birokrasi yang profesional dan akuntabel dari level paling dasar, sehingga integritas tidak hanya dituntut dari pimpinan, tetapi menjadi budaya kerja seluruh ASN.
Bukan Sekadar Laporan, tapi Fondasi Tata Kelola Bersih
Pemahaman yang benar mengenai LHKPN dan LHKASN penting agar tidak muncul anggapan bahwa transparansi hanya menjadi beban segelintir pejabat. Kedua sistem tersebut saling melengkapi dalam membangun pengawasan berlapis di sektor publik.
Load more