Buntut Alumus LPDP Bangga Anaknya Peroleh Paspor Inggris, LPDP Beri Sanksi Sampai Pengembalian Seluruh Dana Beasiswa
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Buntut Dwi Sasetyaningtyas (DS), seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengunggah ucapan “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan,” dan postingan di media sosial terkait memamerkan anaknya karena berhasil memperoleh paspor Inggris. Kini, mengundang reaksi dan respons menohok dari pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang diunggah di media sosial X dengan akun @LPDP_RI pada Jumat (20/2/2026).
Melalui unggahan tersebut, LPDP menanggapi isu Awardee LPDP Bangga Anak Menjadi WNA.
Dalam hal ini, pihak lembaga menyayangkan sikap alumnus LPDP tersebut, lantaran tidak mencerminkan nilai yang telah ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa.
"LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulis LPDP, pada Jumat (20/2/2026).
Kemudian, lembaga menyebutkan bahwa sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun.
"Dalam kasus Saudari DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun," tulis LPDP.
LPDP menjelaskan kalau DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan.
Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya mengkomunikasikan kepada DS untuk mengimbau agar bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali bahwa penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi pada negeri.
Adapun terkait suami DS, yakni AP yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumnus, LPDP mengungkapkan bahwa yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi. Selanjutnya, LPDP tengah melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut.
"LPDP akan melakukan pemanggilan kepada AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," ucap LPDP.
Ke depan, LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni.
LPDP juga akan terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.
Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, Dwi Sasetyaningtyas, seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait pernyataannya yang menuai kontroversi di media sosial.
Pemilik akun @sasetyaningtyas itu mengunggah klarifikasi sekaligus permintaan maaf setelah ucapannya, “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan,” menjadi sorotan dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Melalui akun media sosial Instagram miliknya, perempuan yang akrab disapa Tyas itu menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat.
"Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulisnya.
Tyas mengungkapkan, pernyataan tersebut murni datang dari rasa kecewa atas keadaan di Indonesia saat ini.
Namun, Tyas tidak menyadari bahwa pernyataannya yang bangga karena sang anak bukan WNI ternyata melahirkan kekecewaan untuk berbagai pihak.
"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia," ucap Tyas.
Atas kecerobohannya, Tyas meminta maaf karena telah membuat kegaduhan di media sosial belakangan ini.
"Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," jelasnya. (aag)
Load more