News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Alumus LPDP Bangga Anaknya Peroleh Paspor Inggris, LPDP Beri Sanksi Sampai Pengembalian Seluruh Dana Beasiswa

Buntut Dwi Sasetyaningtyas (DS), seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengunggah ucapan
Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:41 WIB
Dwi Sasetyaningtyas penerima LPDP yang viral
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Buntut Dwi Sasetyaningtyas (DS), seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengunggah ucapan “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan,” dan postingan di media sosial terkait memamerkan anaknya karena berhasil memperoleh paspor Inggris. Kini, mengundang reaksi dan respons menohok dari pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang diunggah di media sosial X dengan akun @LPDP_RI pada Jumat (20/2/2026).

Melalui unggahan tersebut, LPDP menanggapi isu Awardee LPDP Bangga Anak Menjadi WNA

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, pihak lembaga menyayangkan sikap alumnus LPDP tersebut, lantaran tidak mencerminkan nilai yang telah ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa.

"LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulis LPDP, pada Jumat (20/2/2026).

Kemudian, lembaga menyebutkan bahwa sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi ditambah 1 tahun.

"Dalam kasus Saudari DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun," tulis LPDP.

LPDP menjelaskan kalau DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan.

Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya mengkomunikasikan kepada DS untuk mengimbau agar bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali bahwa penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi pada negeri.

Adapun terkait suami DS, yakni AP yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumnus, LPDP mengungkapkan bahwa yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi. Selanjutnya, LPDP tengah melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut.

"LPDP akan melakukan pemanggilan kepada AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," ucap LPDP.

Ke depan, LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni. 

LPDP juga akan terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, Dwi Sasetyaningtyas, seorang warga negara Indonesia (WNI) alumnus penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait pernyataannya yang menuai kontroversi di media sosial.

Pemilik akun @sasetyaningtyas itu mengunggah klarifikasi sekaligus permintaan maaf setelah ucapannya, “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan,” menjadi sorotan dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Melalui akun media sosial Instagram miliknya, perempuan yang akrab disapa Tyas itu menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat.

"Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulisnya.

Tyas mengungkapkan, pernyataan tersebut murni datang dari rasa kecewa atas keadaan di Indonesia saat ini.

Namun, Tyas tidak menyadari bahwa pernyataannya yang bangga karena sang anak bukan WNI ternyata melahirkan kekecewaan untuk berbagai pihak.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia," ucap Tyas.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas kecerobohannya, Tyas meminta maaf karena telah membuat kegaduhan di media sosial belakangan ini.

"Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi," jelasnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Santunan, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat Imbas Tragedi Kereta Api-KRL di Bekasi

Selain Santunan, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat Imbas Tragedi Kereta Api-KRL di Bekasi

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) meminta pembangunan flyover dipercepat. Hal ini sikap atas tragedi kecelakaan kereta api (KA)-KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Selidiki Keterlibatan Taksi Green SM dalam Kecelakaan Tabrakan Kereta Bekasi, Kemenhub Bentuk Tim Khusus

Selidiki Keterlibatan Taksi Green SM dalam Kecelakaan Tabrakan Kereta Bekasi, Kemenhub Bentuk Tim Khusus

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan mengambil langkah tegas menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. 
Pengakuan Sopir Taksi yang Picu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur: KRL vs KA Argo Bromo Anggrek

Pengakuan Sopir Taksi yang Picu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur: KRL vs KA Argo Bromo Anggrek

Tabrakan maut yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, akhirnya mendapatkan titik terang dari sudut ... -
Pantas Gacor Terus pada Usia 41 Tahun, Cristiano Ronaldo Ternyata Dilarang Keras Main PlayStation

Pantas Gacor Terus pada Usia 41 Tahun, Cristiano Ronaldo Ternyata Dilarang Keras Main PlayStation

Cristiano Ronaldo ternyata dilarang main PlayStation demi menjaga performa dan tidur berkualitas. Chef pribadinya menyebut kebiasaan ini bisa merusak karier pemain.
Harry Maguire Sindir Ruben Amorim usai MU Menang Atas Brentford, Bongkar Perbedaan Besar dengan Michael Carrick

Harry Maguire Sindir Ruben Amorim usai MU Menang Atas Brentford, Bongkar Perbedaan Besar dengan Michael Carrick

Harry Maguire melontarkan sindiran ke Ruben Amorim usai MU menang atas Brentford, sambil mengungkap dampak besar Michael Carrick sejak kehadiran di Old Trafford
Solidaritas Arab Saudi untuk Indonesia: Dubes Faisal Al Amoudi Doakan Korban Kecelakaan Kereta Api

Solidaritas Arab Saudi untuk Indonesia: Dubes Faisal Al Amoudi Doakan Korban Kecelakaan Kereta Api

Suasana khidmat menyelimuti acara Wisuda Lulusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta pada Selasa (28/4), saat Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, memberikan pernyataan resmi terkait musibah kecelakaan kereta Bekasi.

Trending

Harry Maguire Sindir Ruben Amorim usai MU Menang Atas Brentford, Bongkar Perbedaan Besar dengan Michael Carrick

Harry Maguire Sindir Ruben Amorim usai MU Menang Atas Brentford, Bongkar Perbedaan Besar dengan Michael Carrick

Harry Maguire melontarkan sindiran ke Ruben Amorim usai MU menang atas Brentford, sambil mengungkap dampak besar Michael Carrick sejak kehadiran di Old Trafford
Selidiki Keterlibatan Taksi Green SM dalam Kecelakaan Tabrakan Kereta Bekasi, Kemenhub Bentuk Tim Khusus

Selidiki Keterlibatan Taksi Green SM dalam Kecelakaan Tabrakan Kereta Bekasi, Kemenhub Bentuk Tim Khusus

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan mengambil langkah tegas menyusul insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. 
Pantas Gacor Terus pada Usia 41 Tahun, Cristiano Ronaldo Ternyata Dilarang Keras Main PlayStation

Pantas Gacor Terus pada Usia 41 Tahun, Cristiano Ronaldo Ternyata Dilarang Keras Main PlayStation

Cristiano Ronaldo ternyata dilarang main PlayStation demi menjaga performa dan tidur berkualitas. Chef pribadinya menyebut kebiasaan ini bisa merusak karier pemain.
Hadapi Pertikaian dengan Tenang, Amalkan Doa Nabi Muhammad SAW dengan Hati yang Tenang

Hadapi Pertikaian dengan Tenang, Amalkan Doa Nabi Muhammad SAW dengan Hati yang Tenang

Memohon perlindungan kepada Sang Pencipta melalui doa adalah cara untuk mendapatkan ketenangan serta petunjuk agar segera terlepas dari belenggu perselisihan.
Pengakuan Sopir Taksi yang Picu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur: KRL vs KA Argo Bromo Anggrek

Pengakuan Sopir Taksi yang Picu Tabrakan Maut Kereta di Bekasi Timur: KRL vs KA Argo Bromo Anggrek

Tabrakan maut yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, akhirnya mendapatkan titik terang dari sudut ... -
Solidaritas Arab Saudi untuk Indonesia: Dubes Faisal Al Amoudi Doakan Korban Kecelakaan Kereta Api

Solidaritas Arab Saudi untuk Indonesia: Dubes Faisal Al Amoudi Doakan Korban Kecelakaan Kereta Api

Suasana khidmat menyelimuti acara Wisuda Lulusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta pada Selasa (28/4), saat Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, memberikan pernyataan resmi terkait musibah kecelakaan kereta Bekasi.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Selengkapnya

Viral