Sadis! Anggota Brimob Aniaya Siswa MTsN di Maluku Hingga Tewas Bersimbah Darah, Kapolri Janji Akan Hal Ini
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut merespons peristiwa anggota Brimob Pelopor C yang menganiaya secara brutal terhadap kakak-beradik siswa MTsN di Kota Tual, Maluku.
Sadisnya satu dari kakak-beradik yang menjadi korba aksi penganiayaan secara brutal itu tewas bersimbah darah di lokasi.
Korban diketahui bernama Arianto Tawakal (14) tewas bersimbah darah usai mendapati luka parah akibat penganiayaan tersebut.
Listyo pun menyebut jika pihaknya telah memproses hukum Bripda Masias Siahaya yang turut diduga melakukan aksi penganiayaan hingga menewaskan korbannya itu.
"Saya kira sudah diproses ya. Saat ini sedang dalam pendalaman, penyelidikan baik proses yang ditangani oleh Polres, diasistensi oleh Polda ya kalau tidak salah," kata Listyo kepada awak media, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Listyo menekankan jika pihaknya akan transparan dalam pengungkapan kasus yang menjadi sorotan tajam publik ini.
"Saat ini sedang berjalan. Saya kira hal-hal yang seperti itu kita transparan ya," katanya.
Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat
Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
Parahnya, siswa MTsN itu diduga tewas usai dianiaya oleh anggota Brimob Pelopor C Kota Tual yakni beridentitas Bripda Masias Siahaya yang terjadi pada Kamis (19/2/2026).
Sadisnya, terduga pelaku juga melakukan penganiayaan terhadap sang kakak korban bernama Nasrim Karim (15) hingga mengalami patah tulang.
Lantas, insiden kelam yang menewaskan seorang siswa MTsN di Malara itu pun turut disorot tajam publik mengenai dugaan arogansi tingkah laku aparat.
Tak tertinggal, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina yang turut menyorot tajam terkait peristiwa keji itu.
Selly mengecam aksi dugaan arogansi aparat yang sampai meregang nyawa Arianto Tawakal.
Dirinya pun mendesak hukuman maksimal diberikan kepada terduga pelaku yakni Bripda Masias Siahaya yang terbukti membunuh dan menganiaya dua pelajar di Malra, Maluku itu.
Load more