News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketua BEM UGM Tegas soal MBG Dianggap Bentuk Pelanggaran Konstitusi, Bukan Sekadar Kebijakan

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kritik keras program MBG. Ia menilai kebijakan ini langgar konstitusi karena memakai anggaran pendidikan secara besar.
Selasa, 24 Februari 2026 - 19:28 WIB
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto
Sumber :
  • YouTube/forumkeadilanTV

tvOnenews.com - Nama Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), kini menjadi sorotan publik setelah secara terbuka menyampaikan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kritik Tiyo tak berhenti di dalam negeri saja, ia bahkan mengirim surat resmi ke United Nations Children’s Fund (UNICEF) untuk menyampaikan kekhawatirannya mengenai pelaksanaan MBG yang dianggap gagal menjamin hak dasar anak sesuai prinsip konstitusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiyo menilai bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan kekeliruan mendasar dalam pengelolaan kebijakan publik, terutama dalam hal pengalokasian anggaran pendidikan yang dinilai telah “dirampas” demi kepentingan program MBG.

Menurutnya, MBG yang seharusnya berfokus pada peningkatan gizi dan pengentasan stunting tidak selayaknya mengambil porsi dari anggaran pendidikan.

Pasalnya, misi program tersebut bukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melainkan berkaitan langsung dengan isu kesehatan masyarakat.

"Presiden Prabowo itu tidak pernah punya tema lain ketika pidato selain MBG. Apapun forumnya, siapapun orang yang ditemuinya, selalu MBG narasinya. Ini presiden susah kita bedakan sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, atau CEO MBG,” ujar Tiyo dengan nada kritis.

Menurutnya, masalah utama bukan hanya pada narasi yang terus digembar-gemborkan, melainkan pada pengalokasian anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran.

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto
Sumber :
  • Instagram @bem.ugm

"Kita sejak bulan September sudah mengkritik bahwa anggaran pendidikan tidak boleh dirampas untuk makan bergizi gratis. Karena sejak awal, misinya bukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi untuk mengentaskan stunting. Artinya lebih masuk akal kalau memakai anggaran kesehatan ketimbang anggaran pendidikan,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, Tiyo mengutip Undang-Undang Dasar 1945 yang menetapkan bahwa minimal 20% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dialokasikan untuk sektor pendidikan.

Namun, menurut hasil penelusuran BEM UGM, sebagian besar anggaran pendidikan justru “diserap” untuk mendanai program MBG.

Ia menyebutkan bahwa dalam pidato kenegaraan 17 Agustus lalu, Presiden Prabowo mengumumkan anggaran pendidikan tahun 2026 sebesar Rp757 triliun atau sekitar 22% dari total APBN.

“Kelihatannya luar biasa, tapi setelah kita crosscheck ternyata Rp223 triliun di antaranya diklaim sebagai MBG. Ini sudah masuk ke pelanggaran konstitusi. Rezim hari ini memang sejak awal lahir karena pelanggaran konstitusi, jadi tidak heran kalau pelanggaran itu dilakukan lagi dengan cara yang seolah-olah mulia," terangnya.

Kritik keras dari Ketua BEM UGM ini rupanya menimbulkan reaksi besar.

Tak lama setelah pernyataannya viral di berbagai platform media sosial, Tiyo Ardianto dikabarkan menerima teror dan intimidasi dari pihak yang tidak dikenal.

Bentuk teror itu beragam, mulai dari pesan bernada ancaman, tudingan sebagai agen asing, hingga dugaan rencana penculikan.

Ironisnya, tak hanya Tiyo yang menjadi sasaran, tetapi juga ibunya ikut mendapat pesan teror yang berisi intimidasi personal.

Pesan-pesan tersebut dilaporkan memiliki nada yang mengarah pada upaya pembungkaman suara kritis mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sikap tegas Tiyo ini mendapat dukungan dari banyak kalangan mahasiswa dan pegiat hak asasi manusia yang menilai bahwa ruang kritik terhadap pemerintah tidak boleh dibungkam dengan intimidasi.

Mereka menegaskan bahwa konstitusi justru memberi hak kepada setiap warga negara, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ronald Koeman Jr Dikabarkan Batal Gabung Persib Bandung di Bursa Transfer Mendatang, Tetapi Jadi Kabar Buruk Buat Maarten Paes

Ronald Koeman Jr Dikabarkan Batal Gabung Persib Bandung di Bursa Transfer Mendatang, Tetapi Jadi Kabar Buruk Buat Maarten Paes

Ronald Koeman Jr dikabarkan bakal menetap di Belanda dan batal gabung Persib Bandung di bursa transfer musim panas, tetapi jadi kabar buruk untuk Maarten Paes.
KNVB Putuskan Dean James Tak Dapat Sanksi, Go Ahead Eagles Tak Habis Pikir dengan Banding NAC Breda

KNVB Putuskan Dean James Tak Dapat Sanksi, Go Ahead Eagles Tak Habis Pikir dengan Banding NAC Breda

NAC Breda tak puas dengan KNVB yang mengakui kesalahan Dean James dan Go Ahead Eagles namun tak memberi sanksi.
Gebrakan Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Pilih Pejabat Bukan karena Dekat, tapi dari Karakter dan Kapasitas

Gebrakan Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Pilih Pejabat Bukan karena Dekat, tapi dari Karakter dan Kapasitas

Pesan tertulis Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos dibacakan Sekda, Samsuddin A. Kadir. Ia melantik pejabat baru didasari kapasitas dan karakter.
Reaksi Kemenag Jabar setelah Dedi Mulyadi Mengajak Gen Z Menikah di KUA

Reaksi Kemenag Jabar setelah Dedi Mulyadi Mengajak Gen Z Menikah di KUA

Belum lama ini, Kang Dedi Mulyadi mengajak anak-anak muda bisa menikah dengan seserahan yang sederhana
Kunjungan ke Istana, Siswa Taruna Nusantara Dibekali Kiat Jadi Calon Pemimpin Bangsa

Kunjungan ke Istana, Siswa Taruna Nusantara Dibekali Kiat Jadi Calon Pemimpin Bangsa

Siswa Taruna Nusantara yang berkunjung ke Istana Negara dibekali berbagai kiat untuk menjadi calon pemimpin bangsa oleh Prabowo Subianto
Daftar Ketua Ombudsman RI dari Masa ke Masa dan Susunan Lengkap Pimpinan Baru 2026–2031

Daftar Ketua Ombudsman RI dari Masa ke Masa dan Susunan Lengkap Pimpinan Baru 2026–2031

Daftar Ketua Ombudsman RI dari awal hingga 2026 serta susunan lengkap pimpinan baru yang dilantik bersama Hery Susanto.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Kamis 16 April: Gresik Phonska Berpeluang Tikung Megawati Hangestri Cs Untuk Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026 pada 16 April, di mana Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia hari ini berpeluang menikung Megawati Hangestri dan skuad Jakarta Pertamina Enduro untuk lolos ke babak grand final.
Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia hingga Italia Nantikan Playoff Darurat, Presiden FIFA Minta Iran Tetap Bermain di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengharapkan Iran tetap mengikuti Piala Dunia 2026. Isu pencoretan Iran memunculkan potensi playoff darurat yang bisa diikuti oleh Timnas Indonesia hingga Italia.
16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Cuma Diskors, UI: Bukan Sanksi Akhir

Kampus menyebut kebijakan tersebut murni langkah administratif agar proses pemeriksaan berjalan maksimal.
Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kelangkaan BBM di Sejumlah Desa Pacitan, Ini Penjelasan Pertamina Patra Niaga

Kondisi perekonomian masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan semakin dirasakan sulit. Setelah lebih dari sepekan, BBM jenis Pertalite mengalami kelangkaan.
Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Hitung-hitungan Jakarta Electric PLN Lolos ke Grand Final Proliga 2026: Peluangnya Kecil

Menilik hitung-hitungan tim voli putri Jakarta Electric PLN lolos ke babak grand final Proliga 2026. Ersandrina Devega dkk masih punya asa, namun peluangnya kecil.
Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Tanpa Megawati Hangestri dan Kim Yeon-koung, KOVO Catat Rekor Jumlah Penonton di Liga Voli Korea 2025-2026

Meski tak diramaikan oleh Megawati Hangestri hingga Kim Yeon-koung, namun nyatanya ajang Liga Voli Korea 2025-2026 telah mencatatkan rekor jumlah penonton.
Dedi Mulyadi Bikin Gebrakan Lagi: Jamin Pasien Tak Mampu Jabar Non BPJS Dapat Perawatan di Kamar Kelas 3 Gratis

Dedi Mulyadi Bikin Gebrakan Lagi: Jamin Pasien Tak Mampu Jabar Non BPJS Dapat Perawatan di Kamar Kelas 3 Gratis

Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) bersama seluruh jajaran pemerintah daerah di Jawa Barat resmi menyepakati langkah strategis untuk menjamin layanan kesehatan bagi warga tidak mampu. 
Selengkapnya

Viral