GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AHY Sebut Kapasitas Tampungan Air di Indonesia Kurang, Ada Potensi Kekeringan hingga Banjir

AHY menyebut kapasitas tampungan air Indonesia masih jauh dari kebutuhan ideal, sehingga berpotensi memperbesar risiko kekeringan hingga banjir di berbagai daerah.
Rabu, 25 Februari 2026 - 09:44 WIB
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut kapasitas tampungan air Indonesia masih jauh dari kebutuhan ideal, sehingga berpotensi memperbesar risiko kekeringan hingga banjir di berbagai daerah.

AHY menjelaskan Indonesia membutuhkan kapasitas tampungan air sekitar 100–150 meter kubik per kapita agar kebutuhan nasional terpenuhi secara aman dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kondisi saat ini masih jauh dari angka tersebut.

“Kebutuhan tampungan kita sebetulnya yang ideal itu kurang lebih 100 hingga 150 meter kubik per kapita. Jadi kalau dari 70 meter kubik per kapita, dibutuhkan satu setengah sampai dengan dua kali lipatnya,” ujar AHY dalam Water Townhall Meeting di Jakarta, dikutip Rabu (25/2/2026).

Mengacu laporan Bank Dunia 2021, kapasitas penampungan air Indonesia baru sekitar 71 meter kubik per kapita. Angka itu tertinggal dibanding sejumlah negara Asia Tenggara.

Vietnam memiliki kapasitas sekitar 310 meter kubik per kapita, Malaysia 710 meter kubik per kapita, dan Thailand mencapai 1.006 meter kubik per kapita.

Secara nasional, total tampungan air Indonesia saat ini diperkirakan hanya berada di kisaran 10–20 miliar meter kubik. Padahal kebutuhan optimal diperkirakan mencapai 30–40 miliar meter kubik.

Menurut AHY, peningkatan kapasitas tampungan menjadi langkah kunci untuk menutup kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan air sekaligus memperkuat perlindungan terhadap bencana hidrometeorologi.

Ia menilai persoalan air tidak hanya menyangkut pasokan, tetapi juga ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim, terutama meningkatnya frekuensi kekeringan dan banjir.

Dalam forum yang sama, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air Retno Marsudi menekankan bahwa krisis air tidak bisa ditangani melalui pendekatan sektoral semata.

Think and act outside the water box. Air itu tidak pernah berdiri sendiri, melainkan konektor dan enabler bagi banyak sektor,” kata Retno.

Ia menjelaskan air berhubungan langsung dengan sektor pertanian, kesehatan, energi, hingga industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara global, sektor pertanian menyerap sekitar 72 persen air tawar dunia.

Sementara dari sisi kesehatan, sekitar 1.000 anak di bawah lima tahun meninggal setiap hari akibat air tercemar dan sanitasi yang buruk.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Advokat di Karawaci Ditikam Debt Collector Depan Istri, Pelaku Ditangkap Tengah Malam di Semarang

Detik-detik Advokat di Karawaci Ditikam Debt Collector Depan Istri, Pelaku Ditangkap Tengah Malam di Semarang

Aksi brutal menimpa seorang advokat di kawasan Perumahan Palem Semi, Karawaci
Momen Hangat Prabowo di Yordania, Rayakan Ulang Tahun Mahasiswa Indonesia yang Menyambutnya

Momen Hangat Prabowo di Yordania, Rayakan Ulang Tahun Mahasiswa Indonesia yang Menyambutnya

Suasana yang semarak itu diwarnai percakapan ringan ketika terdengar kabar salah satu mahasiswi tengah merayakan hari ulang tahunnya.
bank bjb Hadirkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Tawarkan Imbal Hasil Kompetitif dan Dukung ESG

bank bjb Hadirkan Obligasi Keberlanjutan Tahap II 2026, Tawarkan Imbal Hasil Kompetitif dan Dukung ESG

Obligasi ini sekaligus mempertegas posisi bank bjb sebagai institusi keuangan yang konsisten mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnisnya.
Banjir Rendam Sejumlah Sekolah di Denpasar, Siswa SDN 18 Sesetan Gotong Royong Bersihkan Kelas

Banjir Rendam Sejumlah Sekolah di Denpasar, Siswa SDN 18 Sesetan Gotong Royong Bersihkan Kelas

Banjir yang terjadi di Kota Denpasar dan kawasan Kuta, Kabupaten Badung, pada Selasa kemarin, tidak hanya merendam pemukiman warga dan kawasan wisata, tetapi juga sejumlah sekolah di Denpasar. Salah satunya adalah SDN 18 Sesetan, Denpasar.
Cuma sampai 28 Februari! PLN Resmi Buka Mudik Gratis 2026 pada Hari ini, Sediakan Kuota 12.500 Orang

Cuma sampai 28 Februari! PLN Resmi Buka Mudik Gratis 2026 pada Hari ini, Sediakan Kuota 12.500 Orang

Pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero di bawah naungan BUMN resmi membuka pendaftaran Program Mudik Gratis 2026 mulai 25-28 Februari 2026.
Tanpa Ragu-ragu, Ayah Nizam Syafei Akan Ceraikan Ibu Tiri Jika Terbukti Bersalah

Tanpa Ragu-ragu, Ayah Nizam Syafei Akan Ceraikan Ibu Tiri Jika Terbukti Bersalah

​​​​​​​Tanpa ragu-ragu, ayah Nizam Syafei tegaskan akan ceraikan ibu tiri jika terbukti bersalah. Pernyataan tegas itu disampaikan dalam sebuah podcast.

Trending

Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Wakil Kepala BGN Diduga Berkomentar Pedas ke Ketua BEM UGM yang Kritik MBG: Yang Orasi Menghasilkan Apa?

Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan dugaan komentar pedas Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol Sony Sonjaya terhadap Ketua BEM UGM
Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Generasi Emas Timnas Indonesia di Depan Mata! Ini 11 Calon Pemain Naturalisasi Menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030

Deretan pemain keturunan Eropa siap dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Indonesia. Generasi emas ini diyakini bisa membawa Garuda ke Asia dan Piala Dunia..
Ketua BEM UGM Ditanya Kenapa Bersurat ke UNICEF Bukan ke DPR soal MBG dan Anak SD Bunuh Diri di NTT, Jawabannya: Ada Kemampatan di Bangsa Kita, Kanal Perubahan Buntu

Ketua BEM UGM Ditanya Kenapa Bersurat ke UNICEF Bukan ke DPR soal MBG dan Anak SD Bunuh Diri di NTT, Jawabannya: Ada Kemampatan di Bangsa Kita, Kanal Perubahan Buntu

Ketika Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto ditanya kenapa memilih bersurat ke UNICEF ketimbang ke DPR soal MBG dan anak SD bunuh diri di NTT, dia menjawab karena ada kemampatan. 
Publik Soroti Menu MBG Ramadan, BGN Bocorkan Anggarannya: Setiap Laporan akan Ditindaklanjuti

Publik Soroti Menu MBG Ramadan, BGN Bocorkan Anggarannya: Setiap Laporan akan Ditindaklanjuti

Baru-baru ini mencuat kabar terkait sebagian publik soroti menu makan bergizi gratis (MBG). Sontak, hal ini membuat Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara.
Padahal Belum Dinaturalisasi, Winger Muda Australia Ini Sudah Sebut-Sebut soal Suporter Timnas Indonesia

Padahal Belum Dinaturalisasi, Winger Muda Australia Ini Sudah Sebut-Sebut soal Suporter Timnas Indonesia

Padahal belum dinaturalisasi, winger muda Australia ini sudah sebut-sebut soal atmosfer suporter Timnas Indonesia di lapangan. Ada apa?
Diancam Dibunuh Oknum ASN yang Diduga Adik Sekda Rohil, Muhajirin Lapor ke Polda Riau

Diancam Dibunuh Oknum ASN yang Diduga Adik Sekda Rohil, Muhajirin Lapor ke Polda Riau

Ancaman tersebut diduga berkaitan dengan sikap kritis Muhajirin yang meminta Bupati Rokan Hilir mencopot jabatan Sekda Rohil. Desakan itu muncul setelah beredarnya video asusila yang diduga mirip dengan pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil.
Mengenal Kai Boham, Eks Bek Garuda yang Pernah ‘Hilang’ di Thailand Kini Berpeluang Dipanggil Lagi usai Gabung Liga Gibraltar

Mengenal Kai Boham, Eks Bek Garuda yang Pernah ‘Hilang’ di Thailand Kini Berpeluang Dipanggil Lagi usai Gabung Liga Gibraltar

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan kabar kebangkitan salah satu pemain keturunan yang pernah mencetak gol untuk Garuda Muda. Mengenal sosok Kai Boham.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT