Strategi Mendag Budi Santoso Genjot Transaksi TEI 2026, Dari Business Matching hingga Kawal Kontrak Tuntas
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Perdagangan menyiapkan strategi tiga tahap untuk memaksimalkan transaksi dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Skema ini dirancang bukan hanya untuk mencetak kesepakatan besar saat pameran berlangsung, tetapi juga memastikan kontrak dagang benar-benar terealisasi tanpa hambatan teknis.
Sebagaimana mana diketahui, Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan nilai transaksi sebesar 17,5 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) pada TEI 2026.
Peningkatan target tersebut dipatok 6 persen lebih tinggi dibandingkan target awal tahun sebelumnya, menyusul lonjakan realisasi TEI 2025 yang menembus US$22,8 miliar atau sekitar Rp376,2 triliun, jauh di atas target US$16,5 miliar.
Budi Santoso menegaskan, pola kerja TEI kini dimulai jauh sebelum pameran dibuka di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026.
“Nah trade expo ini ada tiga tahap, jadi nanti tahap yang pertama adalah business matching. Jadi bapak-ibu para pelaku usaha yang hari ini daftar, ya segera kita nanti fasilitasi business matching,” ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
Tahap awal tersebut difokuskan pada penjajakan dan pertemuan bisnis yang difasilitasi perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).
Dengan mekanisme ini, calon pembeli (buyer) telah dikurasi dan dipertemukan lebih awal dengan eksportir sebelum pameran berlangsung.
“Jadi sebelum bapak-ibu itu nanti ikut di fairground tanggal 14 sampai 18, maka sekarang diawali dengan business matching yang difasilitasi oleh teman-teman kita yang ada di perwakilan di luar negeri. Ya, oleh atasan perdagangan dan ITPC,” jelasnya.
Menurut Budi, pendekatan tersebut terbukti efektif pada TEI sebelumnya. Transaksi besar bahkan sudah tercipta sejak hari pertama pameran.
“Sehingga ketika datang ke Indonesia itu tinggal ketemu buyer. Ini terjadi tahun kemarin sehingga pada hari pertama trade expo itu transaksinya US$9,98 miliar dan terjadi kontrak dagang yang ditandatangani sebanyak hampir 137,000 kontrak dagang. Nah itu prosesnya sebenarnya dilakukan dari awal,” katanya.
Tahap kedua adalah transaksi langsung di area pameran (fairground) selama 14–18 Oktober. Di fase ini, kesepakatan yang telah dirintis sebelumnya difinalisasi, sekaligus membuka peluang transaksi baru melalui pertemuan tatap muka.
Load more