News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bos BGN Soal Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Mitra MBG: Bukan Pemborosan, Sangat Efisien

Dadan mengatakan pembangunan oleh mitra dipastikan berlangsung lebih efisien karena tidak mungkin melakukan mark up untuk dirinya sendiri.
Jumat, 27 Februari 2026 - 09:09 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan kebijakan pemberian insentif fasilitas SPPG merupakan skema strategi yang efisien dan minim risiko negara, dan bukan sebuah pemborosan.

Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah prinsip mendasar dalam skema kemitraan tersebut. Pertama, kata dia, pemberian insentif Rp6 juta per hari bukan berasal dari APBN, melainkan bagian dari mekanisme pembayaran layanan atas SPPG yang telah berjalan. Seluruh proses pembangunan fisik dilakukan dengan investasi mandiri oleh mitra.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, seluruh risiko ditanggung sepenuhnya oleh mitra, mulai dari risiko pembangunan, pelaksanaan operasional, evaluasi, hingga risiko bencana alam. 

Sebagai contoh, ketika salah satu SPPG di Aceh terdampak banjir hingga mengalami kerusakan, kerugian sepenuhnya menjadi tanggungjawab mitra dan bukan BGN. Mitra wajib membangun kembali tanpa tambahan beban anggaran negara.

“Seperti di aceh ketika SPPG tersapu banjir maka yang rugi adalah mitra bukan BGN, mereka harus bangun lagi. Jadi kita memindahkan resiko total kepada mitra, makanya saya sampaikan 6 juta itu sangat efisien karena BGN tidak mengeluarkan satu rupiahpun untuk pemeliharaan, perbaikan dan lain-lain,” jelas Dadan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat, 27 Februari 2026.

Dadan mengatakan pembangunan oleh mitra dipastikan berlangsung lebih efisien karena tidak mungkin melakukan mark up untuk dirinya sendiri. Mitra akan membangun fasilitas seoptimal mungkin sesuai kebutuhan layanan. 

Salah satu contoh adalah pembangunan SPPG oleh Persatuan Islam (Persis) yang dinilai sangat baik dengan nilai investasi sekitar Rp3 miliar. 

“Saya liat kemarin SPPG yang dibangun oleh Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis) itu sangat bagus sekali, itu dibangun dengan dana tiga miliar. Saya yakin kalau itu dibangun oleh dana APBN itu nilainya Rp6 miliar, jadi kita sudah 50 persen lebih efisien,” ungkap Dadan.

Kemudian, aspek yang dinilai paling strategis adalah keunggulan dalam kecepatan waktu. Melalui skema kemitraan, bangunan representatif dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan. 

“Bangunan semewah Persis, Polri, atau tempat lain yang mewah-mewah itu bisa dibangun dalam waktu dua bulan, selesai. Kalau APBN bagaimana? Satu, harus tunjuk konsultan dulu. Konsultan perencanaan berapa bulan? Dua bulan. Kemudian berkirim surat ke Pemda untuk pinjam pakai, berapa bulan? Satu bulan. Kemudian sudah dapat tanahnya, begitu disurvei ternyata tidak cocok, apa yang dilakukan? Harus geser. Ketika geser, apa yang dilakukan? Minta izin ke Kementerian Keuangan untuk menggeser posisi, satu bulan lagi. Selesai. Semua selesai, apa yang dilakukan? Tender. Tender berapa? 45 hari. Sementara mitra yang bangun, 45 hari sudah selesai,” tegas Dadan.

Saat ini, BGN telah memiliki 24.122 SPPG yang seluruhnya dibangun melalui skema kemitraan dan telah beroperasi. Rata-rata pembangunan mencapai 50 SPPG per hari. Capaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan kemitraan mampu menghadirkan percepatan signifikan sekaligus menjaga efisiensi dan akuntabilitas anggaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, BGN menegaskan bahwa kebijakan insentif fasilitas SPPG Rp6 juta per hari bukanlah pemborosan, melainkan strategi untuk memastikan layanan pemenuhan gizi berjalan cepat, efisien, serta meminimalkan risiko fiskal negara, dengan tetap menjunjung prinsip tata kelola yang baik.


VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham/nba

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Usul Pakai AI Atasi Kekurangan Dokter, Menkes: Tenaga Medis Mesti Lihat dan Sentuh Pasien

DPR Usul Pakai AI Atasi Kekurangan Dokter, Menkes: Tenaga Medis Mesti Lihat dan Sentuh Pasien

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal usulan Komisi IX DPR agar memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk mengatasi kekurangan dokter di daerah.
Ditolak Sebagai Justice Collaborator, Komisi XIII DPR Nilai Sony Sanjaya Tak Layak Dilindungi LPSK

Ditolak Sebagai Justice Collaborator, Komisi XIII DPR Nilai Sony Sanjaya Tak Layak Dilindungi LPSK

Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso sorot status hukum mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya
Incar Menit Bermain di Klub Lain, Persib Bandung Relakan Lepas Robi Darwis

Incar Menit Bermain di Klub Lain, Persib Bandung Relakan Lepas Robi Darwis

Keputusan untuk tidak memperpanjang durasi kontrak bersama Persib Bandung didasari pertimbangan perkembangan sang pemain ke depannya. Robi ingin mendapatkan menit tampil yang lebih banyak bersama klub lain.
Atasi Kekurangan Dokter di Daerah, DPR Usul Pakai AI untuk Analisis Penyakit Pasien

Atasi Kekurangan Dokter di Daerah, DPR Usul Pakai AI untuk Analisis Penyakit Pasien

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengusulkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk mengatasi kekurangan dokter di daerah.
Tren Perdagangan Positif, BPS Provinsi Lampung: Nilai Ekspor Meningkat 43,29 Persen, Nilai impor Naik 51,56 persen

Tren Perdagangan Positif, BPS Provinsi Lampung: Nilai Ekspor Meningkat 43,29 Persen, Nilai impor Naik 51,56 persen

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan bahwa tren perdagangan menunjukkan yang positif di tengah gempuran ekonomi dunia tak menentu.
Jaga Stabilitas Perbankan, LPS Naikkan Bunga Penjaminan Rupiah di Bank Umum-BPR Sebesar 25 Bps

Jaga Stabilitas Perbankan, LPS Naikkan Bunga Penjaminan Rupiah di Bank Umum-BPR Sebesar 25 Bps

Berdasarkan hasil evaluasi Dewan Komisioner LPS melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Senin (22/6), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan tingkat bunga penjaminan (TBP)

Trending

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 26 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 26 Juni 2026 diprediksi membawa energi positif dalam sektor keuangan bagi sejumlah zodiak. Berikut 6 zodiak yang paling bercuan deras di hari tersebut.
Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Bukan Kekerasan Fisik, Mantan Istri Akui Taufik Hidayat selalu Beri Ancaman Jika Tidak Dituruti Maunya

Taufik Hidayat yang kini ditahan Polda Jabar, ternyata punya kemampuan dalam ucapannya. Bisa meyakinkan orang, itu diungkap mantan istri Taufik.
Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Awal Mula Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Mencuat, Berujung Terduga Pelaku Taufik Hidayat Kena Pasal Berlapis

Simak penjelasan lengkap, mengapa kasus penyekapan dilakukan terduga pelaku Taufik Hidayat muncul dan viral di media sosial. Kini korbannya dirawat di RSHS
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan Keuangan Zodiak 26 Juni 2026: Scorpio Paling Untung, Gemini Manfaatkan Kondisi

Ramalan keuangan zodiak 26 Juni 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan 12 zodiak. Jumat berkah ini, siapa yang paling untung dan siapa yang harus hati-hati?
Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Legenda Hyundai Hillstate Blak-blakan soal Megawati Hangestri, Sudah Yakin 'Wajah' Tim Bakal Berubah Total

Kehadiran Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate ternyata sudah menciptakan dampak besar meski sang pemain belum main satu laga pun. Legenda klub beri reaksi.
Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Pernah Kabulkan Jadi Tahanan Rumah, Kini KPK Bantarkan Penahanan Eks Menag Yaqut Cholil

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tangguhkan penahanan tersangka korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
Sahabat YTR Bongkar Cara Keji Taufik Hidayat Kendalikan Korban: Diantar Jemput sampai Di-video Call saat Kerja

Sahabat YTR Bongkar Cara Keji Taufik Hidayat Kendalikan Korban: Diantar Jemput sampai Di-video Call saat Kerja

Sahabat YTR bongkar cara keji Taufik Hidayat kendalikan korban. Sebut diantar jemput, di-video call saat kerja, hingga rampas HP, motor, dan emas Yuvita.
Selengkapnya

Viral