GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Bongkar Sesat Pola Pikir MBG: Pendidikan Tanpa Makan Bergizi Justru Mustahil Jalan

Anggota DPR menilai narasi pemisahan Makan Bergizi Gratis dan pendidikan anak adalah keliru. Pendidikan tanpa gizi justru tak akan berjalan.
Jumat, 27 Februari 2026 - 10:52 WIB
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sedang mengemas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk disalurkan ke penerima manfaat.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti menegaskan bahwa narasi yang memisahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pendidikan anak merupakan cara pandang yang keliru dan menyesatkan. Menurutnya, narasi tersebut seolah memaksa negara memilih antara anak yang kenyang atau anak yang cerdas, padahal keduanya berada pada satu garis kebijakan yang sama.

Azis menilai, pendidikan justru tidak akan berjalan jika anak-anak dipaksa belajar dalam kondisi lapar. Oleh karena itu, memperhadapkan program MBG dengan anggaran pendidikan dinilainya sebagai kesalahan berpikir yang terus direproduksi di ruang publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Narasi Keliru: Kesejahteraan Anak Dipertentangkan

Azis menyebut narasi yang berkembang saat ini menggiring opini publik seolah-olah program makan bergizi menggerus hak dasar pendidikan. Padahal, menurut dia, persoalan tersebut tidak sesederhana membandingkan pos anggaran secara mentah.

“Kesalahan berpikir yang terus direproduksi adalah menyamakan ‘bagian dari anggaran pendidikan’ dengan ‘pengambilan dari kebutuhan dasar pendidikan’. Ini bukan sekadar kekeliruan teknis, tetapi cara baca yang sengaja disederhanakan,” ujar Azis di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Ia menilai publik seolah diajak percaya bahwa negara sedang dihadapkan pada pilihan ekstrem: antara mencerdaskan atau mengenyangkan anak-anak. Padahal, dua hal tersebut tidak bisa dipisahkan.

Anggaran Pendidikan Bukan Sekadar Ruang Kelas

Menurut Azis, pemahaman sempit tentang anggaran pendidikan menjadi akar kegaduhan. Banyak pihak menganggap anggaran pendidikan hanya sebatas pembangunan ruang kelas, pengadaan buku, atau gaji guru.

Padahal, dalam kerangka kebijakan negara, pendidikan mencakup seluruh prasyarat agar anak bisa belajar secara utuh sebagai manusia. Di titik inilah program MBG ditempatkan.

“Negara tidak hanya membiayai ruang kelas atau buku, tetapi juga memastikan anak hadir di kelas dalam kondisi fisik dan mental yang siap. Program makan bergizi bukan pengganti, apalagi pemotong, melainkan penopang,” tegasnya.

MBG Dinilai Sejalan dengan Mandat Konstitusi

Azis juga menyinggung mandat konstitusi yang mewajibkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN. Ketika anggaran negara meningkat, porsi pendidikan otomatis ikut naik.

Dalam konteks tersebut, kebutuhan program makan bergizi yang semakin besar—karena penerima manfaatnya bertambah—diakomodasi dalam kerangka anggaran pendidikan. Hal ini, menurut Azis, sah secara konstitusional dan logis secara kebijakan.

“Ketika kebutuhan anak bertambah, negara wajib hadir. Pertanyaannya bukan siapa yang dikorbankan, tetapi apakah kebutuhan dasar lain tetap terjaga,” katanya.

Efisiensi Anggaran Bukan Pangkas Hak Rakyat

Terkait isu efisiensi anggaran, Azis menegaskan bahwa kebijakan efisiensi bukan berarti memangkas hak-hak masyarakat, apalagi hak anak. Efisiensi, kata dia, dilakukan dengan mengoreksi belanja yang tidak optimal dari berbagai pos anggaran.

Dana hasil efisiensi tersebut kemudian diarahkan ke program-program yang dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis.

“Anggaran negara bukan pamflet politik. Ia bekerja dengan struktur, klasifikasi, dan logika yang sering kali tidak ramah bagi emosi,” ujarnya.

Kritik soal Angka Dinilai Menyesatkan Publik

Azis juga mengkritik narasi yang menggiring angka ratusan triliun rupiah ke ruang publik seolah sedang terjadi perampasan hak pendidikan. Menurutnya, penyederhanaan angka tanpa konteks justru berpotensi menyesatkan masyarakat.

Ia menilai polemik tersebut lebih banyak digerakkan oleh narasi politik ketimbang pemahaman utuh terhadap mekanisme anggaran negara.

“Persoalannya tidak sesederhana angka besar lalu disimpulkan sebagai pengkhianatan terhadap masa depan pendidikan,” kata Azis.

Pendidikan dan Gizi Harus Berjalan Bersamaan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Azis menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pendidikan dan pemenuhan gizi anak adalah satu kesatuan kebijakan. Negara, kata dia, tidak boleh terjebak pada dikotomi palsu yang justru merugikan anak-anak.

Menurutnya, membiarkan anak belajar dalam kondisi lapar justru akan meruntuhkan tujuan pendidikan itu sendiri. Karena itu, program Makan Bergizi Gratis harus dipahami sebagai fondasi, bukan ancaman, bagi masa depan pendidikan nasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profilnya Gak Kaleng-kaleng, Pemain Belanda Berdarah Surabaya Ini Bisa Masuk Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia

Profilnya Gak Kaleng-kaleng, Pemain Belanda Berdarah Surabaya Ini Bisa Masuk Proyek Naturalisasi Timnas Indonesia

Julian Oerip punya profil gak kaleng-kaleng. Ia sudah mengukir prestasi sejak usia dini. Punya darah Surabaya, Julian eligible untuk main di Timnas Indonesia.
Banjir Berulang di Tapanuli Tengah, Kasum TNI Minta Rehabilitasi Dipercepat: Warga Tunggu Huntara Layak

Banjir Berulang di Tapanuli Tengah, Kasum TNI Minta Rehabilitasi Dipercepat: Warga Tunggu Huntara Layak

Kasum TNI, Letjen Richard Tampubolon turun langsung meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) dan proyek normalisasi sungai di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (26/2).
Gresik Phonska Bungkam Telak Megatron Cs Sebagai Juara Bertahan! Pertamina Enduro Tersungkur 0-3 Jelang Final Four Proliga 2026

Gresik Phonska Bungkam Telak Megatron Cs Sebagai Juara Bertahan! Pertamina Enduro Tersungkur 0-3 Jelang Final Four Proliga 2026

Laga Gresik Phonska Vs Pertamina Enduro pun menjadi panggung pembuktian, siapa yang paling siap menyambut fase krusial final four Proliga 2026. Megatron Cs gagal mempertahankan
Gagal jadi Juara Babak Reguler Proliga 2026, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Janji akan Lakukan Ini Sebelum Final Four

Gagal jadi Juara Babak Reguler Proliga 2026, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Janji akan Lakukan Ini Sebelum Final Four

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, gagal merengkuh gelar juara babak reguler dan putaran kedua Proliga 2026.
BGN Tegaskan Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bukan Pemborosan: Negara Justru Alihkan Risiko ke Mitra

BGN Tegaskan Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bukan Pemborosan: Negara Justru Alihkan Risiko ke Mitra

BGN menegaskan insentif SPPG Rp6 juta per hari bukan pemborosan. Skema kemitraan dinilai efisien, cepat, dan memindahkan risiko dari negara.
Perlahan tapi Pasti, Investasi Mahal AC Milan pada Ardon Jashari Mulai Terlihat dan Berpotensi Bantu Rossoneri Raih Scudetto

Perlahan tapi Pasti, Investasi Mahal AC Milan pada Ardon Jashari Mulai Terlihat dan Berpotensi Bantu Rossoneri Raih Scudetto

Datang dengan ekspektasi besar bukanlah perkara mudah bagi pemain muda. Ardon Jashari merasakan betul tekanan itu sejak pertama kali injakkan kaki di AC Milan.

Trending

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Menantu Perkosa Ibu Mertua Jelang Waktu Sahur Ternyata Hanya Selisih 5 Tahun, Pengakuannya Mengejutkan

Seorang menantu berani rudapaksa ibu mertua di Kecamatan Palangga, Gowa, Sulawesi Selatan menjelang waktu sahur. Ternyata usianya hanya selisih 5 tahun saja...
Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Update Pengganti Thom Haye di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, John Herdman Pilih Eks Kapten Timnas Belanda?

Absennya Thom Haye jelang FIFA Series 2026 memicu spekulasi. John Herdman menyiapkan lima kandidat pengganti di lini tengah Timnas Indonesia,
BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

BEM UI Kepung Mabes Polri Siang Ini, Masyarakat Diminta Hindari Jalan Trunojoyo! Pengalihan Arus Situasional

Menurut dia, aksi penyampaian pendapat merupakan hak yang dijamin undang-undang dan wajib difasilitasi.
John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

John Herdman Diguyur Kabar Gembira Jelang FIFA Series 2026: Nomor 3, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru

Timnas Indonesia mendapat kabar baik jelang FIFA Series. Pengganti Thom Haye siap, pemain lokal tampil impresif, serta peluang naturalisasi memperkuat skuad.
Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Thom Haye Dicoret, Ini 4 Pemain Persib Bandung yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Empat pemain Persib Bandung tampil gemilang dan dinilai layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, sementara Thom Haye dipastikan absen akibat sanksi FIFA.
Top 3 Timnas Indonesia: Kabar Bahagia untuk John Herdman, Update Pengganti Thom Haye, dan Bintang Jerman Berdarah Kebumen Eligible Dinaturalisasi

Top 3 Timnas Indonesia: Kabar Bahagia untuk John Herdman, Update Pengganti Thom Haye, dan Bintang Jerman Berdarah Kebumen Eligible Dinaturalisasi

Inilah rangkuman tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang palling banyak dibaca dan menjadi piliha redaksi tvOnenews.com. Baca selengkapnya di sini.
Stop Lakukan Ini saat Puasa! Ginjal Bisa Rusak Diam-Diam Tanpa Anda Sadari

Stop Lakukan Ini saat Puasa! Ginjal Bisa Rusak Diam-Diam Tanpa Anda Sadari

Stop lakukan hal-hal berikut ini saat puasa karena tanpa disadari bisa merusak ginjal Anda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT