Klarifikasi Pengembang Soal Akses Mushola di Cluster Kota Harapan Indah, Utamakan Kenyamanan dan Solusi Bersama
- Istimewa
Bekasi, tvOnenews.com – Pihak pengembang kawasan hunian di Kota Harapan Indah menyampaikan klarifikasi resmi terkait dinamika perbedaan pandangan warga mengenai akses mushola di lingkungan Cluster Vasana dan Neo Vasana. Klarifikasi ini disampaikan agar informasi yang beredar di ruang publik dapat dipahami secara utuh dan proporsional.
Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Lukman Nurhakim selaku Township Management Division Head Damai Putra Group, menyusul rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR Komisi III yang dinilai belum memberi ruang penjelasan secara menyeluruh.
“Kami merasa perlu menyampaikan penjelasan secara komprehensif agar tidak terjadi simpang siur informasi. Prinsip kami adalah mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” ujar Lukman dalam konferensi pers di Cluster Neo Vasana, Kota Harapan Indah, Jumat (27/2/2026).
Posisi Mushola dan Latar Belakang Perbedaan Pandangan
Lukman menjelaskan, mushola yang menjadi pembahasan berada di luar pagar kawasan cluster. Sejumlah warga kemudian mengajukan permohonan pembukaan akses langsung dari dalam cluster menuju mushola tersebut. Namun, usulan ini memunculkan perbedaan pandangan di antara warga.
Sebagian besar warga menyampaikan keberatan karena sejak awal membeli hunian dengan konsep cluster one gate system, yang menekankan aspek keamanan dan kenyamanan lingkungan. Keberatan tersebut disampaikan secara resmi melalui surat tertulis dari paguyuban warga cluster.
“Tercatat ada beberapa surat penolakan yang diterima pengembang, masing-masing tertanggal 12 Oktober 2024, 30 September 2025, dan 12 Desember 2025. Surat tersebut mewakili aspirasi mayoritas warga,” jelas Lukman.
Dari total sekitar 130 kepala keluarga di dua cluster, sekitar 70 persen warga menyatakan keberatan terhadap pembukaan pagar penghubung ke area luar cluster. Aspirasi ini kemudian menjadi pertimbangan utama pengembang dalam mengambil keputusan.
Solusi Pembangunan Mushola di Dalam Cluster
Menjawab perbedaan pandangan tersebut, pengembang memilih langkah solutif dengan membangun mushola di dalam kawasan cluster. Pembangunan mushola dimulai sejak Oktober 2025 dan kini telah rampung serta dapat digunakan oleh warga.
“Mushola di dalam cluster sudah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan bersama. Dengan adanya fasilitas ini, kebutuhan ibadah warga tetap terpenuhi tanpa harus membuka akses tembok,” kata Lukman.
Load more