GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kepala BGN: Siswa Mampu Boleh Tolak MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak bersifat memaksa, khususnya bagi kelompok masyarakat yang ekonominya mampu.
Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:27 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Eko Hadi

Bogor, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) didasarkan pada prinsip fleksibilitas dan tidak bersifat memaksa, khususnya bagi kelompok masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam pemaparan resmi terkait progres dan kebijakan lembaga di Satuan Pelayanan Percontohan Gizi (SPPG) Cibuluh 1, Kota Bogor, Sabtu (28/2).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dadan menjelaskan bahwa target penerima manfaat MBG saat ini dipatok pada angka 82,9 juta jiwa, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga seluruh anak sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA.

"Kami memandang ini sebagai hak dasar bagi seluruh anak Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, tidak seluruh hak yang dimiliki harus diambil, karena yang berhak boleh saja tidak menerima target makan bergizi," ujar Dadan.

Sebagai bukti, Dadan mencontohkan situasi di Kota Bogor, di mana beberapa sekolah kategori menengah ke atas telah memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam program ini.

"Sebagai contoh di Kota Bogor, sekolah seperti Bina Insani memiliki kantin yang diubah menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meskipun seluruh anak sekolah Bina Insani sekarang tidak menerima makan bergizi karena mereka tidak menginginkannya dan kita hormati keputusan tersebut SPPG tersebut tetap berjalan untuk melayani sekolah di sekitarnya," jelas Kepala BGN.

Selain Bina Insani, sekolah lain seperti Regina Pacis dan Mardi Yuana juga tercatat tidak menerima program MBG.

Dadan menekankan bahwa BGN menghormati keputusan sekolah-sekolah yang diisi oleh siswa dari kalangan mampu tersebut, begitu pula jika ada orang tua di sekolah umum yang tidak menginginkan anaknya menerima program ini.

Lebih lanjut, Dadan menekankan bahwa fokus utama BGN adalah melakukan intervensi gizi pada titik kritis perkembangan manusia, yakni 1.000 hari pertama kehidupan dan usia sekolah (8 hingga 18 tahun). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Intervensi ini krusial mengingat data menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi Indonesia ke depan disokong oleh keluarga dari kelas miskin dan rentan miskin.

"Pertumbuhan Indonesia disokong oleh kelas miskin dan betan miskin. Jika kita tidak melakukan intervensi sekarang, kita patut khawatir terhadap kualitas tenaga kerja produktif di tahun 2045," pungkas Dadan. (eh/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Wapres Gibran hingga Para Menteri Hadiri Puncak Festival Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng

Wapres Gibran hingga Para Menteri Hadiri Puncak Festival Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka hadiri acara Puncak Festival Harmoni Imlek Nusantara yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2).
Prediksi Al Feiha vs Al Nassr di Liga Pro Saudi 1 Maret 2026: Cristiano Ronaldo dkk Bisa Menang Telak Lagi

Prediksi Al Feiha vs Al Nassr di Liga Pro Saudi 1 Maret 2026: Cristiano Ronaldo dkk Bisa Menang Telak Lagi

Meski secara statistik Al Nassr lebih diunggulkan, Al Feiha punya reputasi sebagai tim yang disiplin dalam bertahan. Berikut prediksi laga Al Feiha vs Al Nassr.
Hati-hati, Polisi Sekarang Terapkan ETLE Handheld: Tilang Elektronik Berbasis Telepon Genggam

Hati-hati, Polisi Sekarang Terapkan ETLE Handheld: Tilang Elektronik Berbasis Telepon Genggam

Penegakan hukum lalu lintas berbasis digital kini semakin diperluas oleh Korps Lalu Lintas Polri melalui penerapan ETLE handheld atau tilang elektronik dengan -
Terpopuler Timnas Indonesia: Kecurigaan Media Inggris kepada Elkan Baggott, FIFA Tolak Naturalisasi Pemain Grade A Eropa, John Herdman Coret 6 Bintang

Terpopuler Timnas Indonesia: Kecurigaan Media Inggris kepada Elkan Baggott, FIFA Tolak Naturalisasi Pemain Grade A Eropa, John Herdman Coret 6 Bintang

Tiga berita Timnas Indonesia terpopuler hari ini: sorotan media Inggris ke Elkan Baggott, FIFA tolak naturalisasi pemain Grade A, hingga Herdman coret 6 pemain
Sindiran Tajam Anhar Gonggong untuk Dwi Sasetyaningtyas: Pintar Tapi Bodoh, Cabut Warganegaranya!

Sindiran Tajam Anhar Gonggong untuk Dwi Sasetyaningtyas: Pintar Tapi Bodoh, Cabut Warganegaranya!

Anhar Gonggong kecam Dwi Sasetyaningtyas yang pamer paspor anak WNA. Ia menyebut Dwi “pintar tapi bodoh” dan minta kewarganegaraannya dicabut.
PB Akuatik Matangkan Pelatnas Asian Games 2026, Seleksi Sudah Dimulai

PB Akuatik Matangkan Pelatnas Asian Games 2026, Seleksi Sudah Dimulai

Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia mulai mengintensifkan persiapan menuju Asian Games 2026 dengan membentuk pemusatan latihan nasional .

Trending

Pascal Struijk Tak Habis Pikir dengan Fans Garuda, Sudah Tolak Bela Timnas Indonesia Namanya Tetap Diserbu

Pascal Struijk Tak Habis Pikir dengan Fans Garuda, Sudah Tolak Bela Timnas Indonesia Namanya Tetap Diserbu

Pascal Struijk angkat bicara soal derasnya permintaan suporter Garuda agar ia dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia. Tegaskan masih mimpi bela De Oranje.
Top 3 Timnas Indonesia: Gak Perlu Repot-repot Naturalisasi, Pascal Struijk Tak Habis Pikir, Bung Ropan Bicara Jujur soal John Herdman

Top 3 Timnas Indonesia: Gak Perlu Repot-repot Naturalisasi, Pascal Struijk Tak Habis Pikir, Bung Ropan Bicara Jujur soal John Herdman

Redaksi tvOnenews.com telah merangkum tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang menjadi pilihan redaksi. Berikut rangkuman ketiga berita tersebut.
Terpopuler News: Menantu Perkosa Mertua Jelang Sahur, hingga Tanggapan Kemenkum Terhadap Anak Dwi Sasetyaningtyas

Terpopuler News: Menantu Perkosa Mertua Jelang Sahur, hingga Tanggapan Kemenkum Terhadap Anak Dwi Sasetyaningtyas

Kabar mengenai seorang menantu yang berani perkosa terhadap ibu mertuanya. Hingga tanggapan Kemenkum mengenai status kewarganegaraan anak Dwi Sasetyaningtyas
Media Inggris Mulai Curiga dengan Elkan Baggott, Jangan-jangan Karier Bek Timnas Indonesia di Liga Inggris Sebentar Lagi akan Berakhir Seperti Ini

Media Inggris Mulai Curiga dengan Elkan Baggott, Jangan-jangan Karier Bek Timnas Indonesia di Liga Inggris Sebentar Lagi akan Berakhir Seperti Ini

Media Inggris curiga dengan Elkan Baggott dan sebut tak punya masa depan di Ipswich Town. Bek Timnas Indonesia disarankan segera pindah agar dapat bermain.
Foto Kedekatan Pelaku dan Korban Mahasiswa UIN Suska Riau Viral di Media Sosial, Seketika Mendapat Ribuan Likes

Foto Kedekatan Pelaku dan Korban Mahasiswa UIN Suska Riau Viral di Media Sosial, Seketika Mendapat Ribuan Likes

Kasus pembacokan dilakukan mahasiswa berinisial R (22) kepada mahasiswi berinisial F (23) di area Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska Riau)
Korea Selatan dan Jepang Mohon Minggir Dulu, Cuma Timnas Indonesia yang Bisa Begini Dibanding Raksasa Asia

Korea Selatan dan Jepang Mohon Minggir Dulu, Cuma Timnas Indonesia yang Bisa Begini Dibanding Raksasa Asia

Tak disangka-sangka, ternyata Timnas Indonesia bisa melangkahi Korea Selatan dan Jepang dalam perkara ini. Hanya Timnas Indonesia yang bisa begini di Asia.
Sri Eliza, Perempuan di Balik Alex Noerdin: Setia Mendampingi hingga Akhir, Kini Jadi Sorotan Publik

Sri Eliza, Perempuan di Balik Alex Noerdin: Setia Mendampingi hingga Akhir, Kini Jadi Sorotan Publik

Sri Eliza, istri mendiang Alex Noerdin, dikenal setia mendampingi sang gubernur dua periode Sumsel hingga akhir hayat dan tetap tegar di tengah ujian keluarga.istri alex noerdin
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT