Ketika Menolong Jadi Ibadah Paling Tulus, Puasa Tak Jadi Hambatan Petugas Damkar Jakarta Kerja Tanpa Batas Waktu
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Jakarta, tvOnenews.com - Bagi sebagian orang, pekerjaan dianggap hanya sebagai rutinitas dan tanggung jawab. Namun, ada pihak yang menganggap pekerjaannya sebagai ibadah seperti personel Pemadam Kebakaran (Damkar) di Jakarta.
Anggapan itu muncul dari balik seragam biru petugas Damkar di Jakarta.
Irham (41), seorang petugas damkar telah mengabdi pada pekerjaannya selama 22 tahun.

- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Ia sudah memakai seragam biru itu sejak 2004 hingga kini menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Damkar Kelurahan Penggilingan.
Irham menganggap puasa bukan hambatan baginya untuk menjalankan tugas sebagai damkar, menjaga mata tetap terjaga selama 1x24 jam.
“Stand by enggak ada liburnya, full 1x24 jam selama 7 hari dalam seminggu. Kita enggak ada liburnya, on time. Kita siap,” kata Irham saat ditemui tvOnenews di Pos Damkar Penggilingan, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026).
Meskipun sering tidak berkumpul bersama keluarga, Ia pasrah. Sebab, hal itu telah menjadi bagian dari risiko pekerjaannya.
Kendati begitu, Irham mengaku ikhlas. Walaupun setiap bulan Ramadan jarang buka puasa dan sahur bersama keluarga, juga Lebaran jauh dari keluarga.
“Sahur dan buka puasa tetap di sini kalau pas piket. Terpaksa ninggalin keluarga, sahur di sini, pas pulang baru kumpul sama keluarga,” ungkap Irham.
Ia sudah terbiasa. Irham menganggap pekerjaannya merupakan tugas kemanusiaan sekaligus ibadah untuk bekal di akhirat nanti. Irham mengaku memiliki kepuasan tersendiri ketika berhasil menolong masyarakat.

- tim tvOne
“Ini kan sifatnya kerja sosial ya. Dan semua itu kan kita kembali ke ibadah, apalagi ini benar-benar warga yang mendapat musibah kita bantu. Kepuasannya ya kepuasan pribadi,” kata Irham.
“Di damkar ini ya sangat luar biasa, itu tuh nanti buat bekal saya di akhirat nanti sebagai amal ibadah saya karena sifatnya menolong,” lanjutnya.
Pesan untuk Masyarakat
Terakhir, Irham berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesadaran untuk menghindari terjadinya kebakaran.
“Dimohon untuk kerja samanya, ditingkatkan kesadarannya bahwa bahaya kebakaran sangat tinggi karena kerugian bukan hanya materi bahkan sampai ada korban jiwa,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat untuk saling mengingatkan jika terjadi hal-hal yang bisa menimbulkan kebakaran.
“Ingat, kita di lingkungan ini hidup berdampingan, enggak bisa sendiri, jadi bertetangga, apalagi satu rumah terbakar bisa semua dampaknya. Semua bisa kena juga untuk kebakaran,” tutup Irham.(saa/raa)
Load more