Imbas Perang Timur Tengah, Empat Penerbangan Timur Tengah dari Bandara Ngurah Rai Batal
- Bandara I Gusti Ngurah Rai
Jakarta, tvOnenews.com — Eskalasi di Timur Tengah mulai berdampak langsung ke sektor transportasi udara Indonesia.
Sejumlah penerbangan rute Timur Tengah dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami pembatalan dan penundaan menyusul penutupan ruang udara di beberapa negara terdampak konflik.
Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyampaikan pembaruan situasi per 28 Februari 2026 pukul 21.30 WITA.
“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan,” kata dia, dalam keterangan pers, Minggu (1/3/2026).
Meski demikian, operasional bandara secara umum disebut tetap berjalan normal.
“Namun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal,” jelasnya.
Hingga Sabtu (28/2/2026) pukul 21.00 WITA, empat penerbangan internasional menuju Timur Tengah terdampak langsung. Rinciannya sebagai berikut:
- Etihad EY477 rute Denpasar (DPS) – Abu Dhabi (AUH) POSTPONED
- Emirates EK369 rute Denpasar (DPS) – Dubai (DXB) CANCELED
- Emirates EK399 rute Denpasar (DPS) – Dubai (DXB) CANCELED
- Qatar Airways QR963 rute Denpasar (DPS) – Doha (DOH) CANCELED
Maskapai yang terdampak antara lain Etihad Airways, Emirates, dan Qatar Airways yang seluruhnya memiliki rute transit maupun tujuan akhir di kawasan Timur Tengah.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyatakan terus berkoordinasi lintas instansi guna meminimalkan dampak terhadap penumpang.
“Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara,” tuturnya.
Penumpang diimbau proaktif memantau perkembangan terbaru langsung ke maskapai masing-masing.
“Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan,” ujar dia.
Pihak bandara juga menyiapkan layanan bantuan di terminal internasional.
“Kami turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telefon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi,” terang Gede Eka.
Diketahui, ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Data Iranian Red Crescent Society mencatat sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka dengan serangan terjadi di 24 dari 31 provinsi Iran.
Situasi tersebut memicu aksi balasan dan meningkatkan risiko penutupan ruang udara di sejumlah kawasan strategis.
Kondisi ini membuat jalur penerbangan internasional, khususnya yang melintasi atau menuju Timur Tengah, harus disesuaikan demi keselamatan penerbangan. (agr/nsi)
Load more