GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jadi Ancaman Serius, BGN Diminta Perketat Standar Ketersediaan Air Bersih dan Sehat

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengawasan ketat terhadap 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purwakarta.
Senin, 2 Maret 2026 - 03:32 WIB
Ilustrasi makan bergizi gratis.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengawasan ketat terhadap 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purwakarta.

Hal itu dilakukan untuk menekankan kedisiplinan standar operasional prosedur (SOP) serta pengelolaan limbah sebagai bagian dari penguatan tata kelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah yang dilakukan oleh BGN turut menuai dukungan dari Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI).

Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras mengatakan bahwa isu air bersih masih sangat jarang dibicarakan dalam diskursus program MBG.

Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras
Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras
Sumber :
  • Istimewa

Ia menekankan air merupakan faktor kunci dalam seluruh rantai pengolahan makanan.

“Pengelolaan limbah memang penting, tetapi jauh lebih fundamental adalah memastikan setiap dapur MBG memiliki akses terhadap air bersih yang sehat dan layak. Tanpa air yang aman, seluruh proses produksi makanan berisiko tinggi, mulai dari pencucian bahan, pengolahan, hingga sanitasi peralatan,” kata Abdul Rivai kepada awak media, Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Abdul Rivai menekankan pengawasan perlu diperluas dengan memasukkan indikator ketersediaan air bersih sebagai bagian dari standar minimum kelayakan operasional dapur.

Hal itu guna memperkuat aspek paling mendasar dalam keamanan pangan, yakni ketersediaan air bersih yang sehat dan layak.

“Air adalah medium utama dalam keamanan pangan. Jika kualitas air tidak terjamin, maka risiko kontaminasi biologis dan kimia akan sangat besar. Ini berpotensi menjadi sumber masalah baru, termasuk kejadian keracunan makanan,” ujarnya.

Abdul Rivai menilai bahwa keberlanjutan program MBG sangat bergantung pada daya dukung sumber air yang aman dan berkelanjutan terutama di wilayah dengan infrastruktur masih terbatas.

Menurutnya dapur MBG di berbagai daerah khususnya wilayah dengan tekanan sumber daya air berpotensi menghadapi persoalan serius hingga minimnya sistem pengolahan air bersih.

“Dari perspektif ketahanan air, kita tidak bisa hanya menghitung jumlah dapur dan porsi makanan. Kita juga harus memastikan apakah sumber air di sekitar dapur itu aman, cukup, dan berkelanjutan. Tanpa pendekatan ini, MBG akan menghadapi risiko struktural dalam jangka menengah dan panjang,” kata dia.

Abdul Rivai mengaku pihaknya mendorong agar pemerintah pusat dan daerah mulai memasukkan audit sumber dan kualitas air sebagai bagian dari proses verifikasi dan evaluasi SPPG.

Ia juga menilai bahwa penguatan aspek air bersih akan berdampak langsung pada efektivitas kebijakan pengelolaan limbah dapur.

“Perlu ada pemeriksaan rutin kualitas air, baik dari sumber air tanah, jaringan PDAM, maupun sumber alternatif lain yang digunakan dapur MBG. Tanpa data kualitas air, pengendalian mutu pangan tidak akan pernah utuh,” kata Abdul Rivai.

“Pengelolaan limbah yang baik membutuhkan air bersih yang memadai. Jika air terbatas atau kualitasnya buruk, maka proses pencucian peralatan, pengolahan sisa bahan, dan sanitasi lingkungan dapur tidak akan optimal,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Abdul Rivai mengaku pihaknya siap berkolaborasi dengan BGN, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk menyusun pedoman teknis ketersediaan air bersih termasuk standar minimal, sistem penyimpanan, dan pengolahannya bagi dapur MBG.

“Kami ingin mendorong agar isu air bersih tidak lagi menjadi blind spot dalam kebijakan MBG. Dari perspektif keamanan pangan dan ketahanan air, air bersih adalah fondasi yang menentukan keberhasilan program ini,” pungkasnya.(raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fakta Baru Kasus ART Disiksa Majikannya di Jakarta Utara, Polisi: Sudah Terjadi Sejak 2023

Fakta Baru Kasus ART Disiksa Majikannya di Jakarta Utara, Polisi: Sudah Terjadi Sejak 2023

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden seorang asisten rumah tangga (ART) yang diduga dianiaya oleh majikannya, di wilayah Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Jadi Unggulan Pertama, Carlos Alcaraz Hadapi Lawan Berat di Babak Kedua Indian Wells Open 2026

Jadi Unggulan Pertama, Carlos Alcaraz Hadapi Lawan Berat di Babak Kedua Indian Wells Open 2026

Undian Indian Wells 2026 menghadirkan tantangan awal bagi Carlos Alcaraz sebagai unggulan teratas.
Menaker Yassierli: THR 2026 Tetap Kena Potongan PPh 21, Usulan Bebas Pajak Masih Dikaji

Menaker Yassierli: THR 2026 Tetap Kena Potongan PPh 21, Usulan Bebas Pajak Masih Dikaji

Ia merespons aspirasi sejumlah pekerja yang menginginkan THR dibebaskan dari potongan pajak.
Kabar Bahagia untuk John Herdman, 'Si Anak Hilang' Timnas Indonesia Tiba-Tiba Dibidik Klub Top Eredivisie

Kabar Bahagia untuk John Herdman, 'Si Anak Hilang' Timnas Indonesia Tiba-Tiba Dibidik Klub Top Eredivisie

Kabar mengejutkan datang untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. 'Si Anak Hilang', Mees Hilgers, dikabarkan masuk radar raksasa Eredivisie, PSV Eindhoven.
Kepala BGN Dadan Hindayana Tegaskan Tak Ada Larangan Unggah Menu MBG, Isu Ancaman UU ITE Disebut Hoaks

Kepala BGN Dadan Hindayana Tegaskan Tak Ada Larangan Unggah Menu MBG, Isu Ancaman UU ITE Disebut Hoaks

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana tegaskan tidak ada larangan unggah menu MBG di media sosial. Isu ancaman UU ITE dipastikan tidak benar.
Legenda Ajax Amsterdam Kritik Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Itu Dibilang Merepotkan, Kok Bisa?

Legenda Ajax Amsterdam Kritik Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia Itu Dibilang Merepotkan, Kok Bisa?

Maarten Paes kembali dikritik usai laga Ajax vs PEC Zwolle meski catat clean sheet. Analis ESPN menyebut kiper Timnas Indonesia itu “merepotkan”. Simak selengkapnya.

Trending

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Di-WO usai Lakukan 6 Pergantian Pemain di Laga Kontra Persebaya? Begini Menurut I.League

Persib Bandung menahan imbang 2-2 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026). Dalam laga ini pun menyedot perhatian publik setelah berbagai kejanggalan atas keputusan wasit. 
Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Dulu Melatih Timnas, Pelatih Kelahiran Brazil ini mulai Membangun Pemain Sepakbola Perempuan Indonesia

Eks Pelatih timnas Indonesia ini sekarang membangun pemain sepakbola perempuan. Berikut penjelasannya
Profil dan Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK, Pernah Jadi Bupati Terkaya di Jateng

Profil dan Harta Kekayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Kena OTT KPK, Pernah Jadi Bupati Terkaya di Jateng

Hingga kini, KPK belum merinci secara resmi dugaan perkara yang menjerat Fadia Arafiq atau konstruksi kasus yang menjadi dasar OTT tersebut.
Siapa Muhammad Suryo? Pengusaha Rokok HS Alami Kecelakaan Moge Maut di Kulon Progo Hingga Kehilangan Istrinya

Siapa Muhammad Suryo? Pengusaha Rokok HS Alami Kecelakaan Moge Maut di Kulon Progo Hingga Kehilangan Istrinya

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Temon, Kulon Progo, D.I.Yogyakarta meninggalkan duka bagi pemilik perusahaan rokok HS, Muhammad Suryo. Berikut profilnya
Trump Beberkan Motif Bunuh Ali Khamenei: Saya Berhasil!

Trump Beberkan Motif Bunuh Ali Khamenei: Saya Berhasil!

Presiden Amerika Serikat (Presiden AS), Donald Trump beberkan motif ia bunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kata Donald Trump, motif dirinya
Top 3: FIFA dan AFC Sepakat, Pemain Persib Bandung Ini Gantikan Thom Haye, Megawati Hangestri Lebih Pilih JPE

Top 3: FIFA dan AFC Sepakat, Pemain Persib Bandung Ini Gantikan Thom Haye, Megawati Hangestri Lebih Pilih JPE

Top 3 Sport hari ini: Indonesia tak masuk daftar pengganti Iran di Piala Dunia 2026, Megawati Hangestri ungkap alasan pilih JPE, dan pemain Persib bandung jadi pengganti Thom Haye di FIFA Series!
Ini Alasan Persib Bandung Lolos dari Sanksi WO Setelah Lakukan 6 Kali Ganti Pemain saat Ditahan Imbang Persebaya Surabaya

Ini Alasan Persib Bandung Lolos dari Sanksi WO Setelah Lakukan 6 Kali Ganti Pemain saat Ditahan Imbang Persebaya Surabaya

Begini alasan yang bikin Persib Bandung bebas sanksi WO usai lakukan 6 kali ganti pemain saat ditahan imbang Persebaya Surabaya menurut regulasi operator liga.
Selengkapnya

Viral