Tak Lewat Pemilu, Tak Turun ke Jalan: Begini Mekanisme Suksesi Pemimpin Tertinggi Iran Pasca Tewasnya Ali Khamenei
- Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS
Salah satu ciri paling khas dari mekanisme suksesi di Iran adalah sifatnya yang sangat tertutup. Tidak ada kampanye terbuka, tidak ada pengumuman resmi kandidat, dan tidak ada perdebatan publik. Seluruh proses berlangsung di internal Majelis Ahli, membuat dunia luar hanya bisa membaca tanda-tanda politik dari dinamika elite.
Sebelumnya, nama mantan Presiden Ebrahim Raisi sempat dipandang sebagai calon kuat penerus Khamenei. Ia dikenal sebagai figur garis keras dan loyal terhadap prinsip Wilayatul Faqih. Namun, kematiannya dalam kecelakaan helikopter pada Mei 2024 mengubah total peta suksesi.
Isu Dinasti Mengemuka, Nama Mojtaba Khamenei Jadi Sorotan
Pasca wafatnya Khamenei, spekulasi kembali mengarah pada Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi. Meski berstatus ulama, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi pemerintahan. Wacana ini memicu kontroversi karena dinilai berpotensi menyerupai sistem dinasti.
Bagi sebagian kalangan, suksesi ayah ke anak bertentangan dengan semangat Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah. Bahkan di kalangan pendukung sistem teokrasi, ide tersebut dianggap sensitif dan berisiko memicu resistensi internal.
Jarang Terjadi, Suksesi Kali Ini Sarat Ujian
Sejak Revolusi Islam, Iran baru satu kali mengalami pergantian pemimpin tertinggi, yakni pada 1989 saat Ruhollah Khomeini wafat dan digantikan Ali Khamenei. Artinya, mekanisme ini jarang diuji, terlebih dalam situasi krisis keamanan dan tekanan global seperti sekarang.
Transisi kali ini juga terjadi setelah konflik bersenjata dengan Israel serta meningkatnya ketegangan kawasan. Hal tersebut membuat pemilihan pemimpin tertinggi bukan hanya urusan domestik, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi: Figur Paling Berkuasa di Republik Islam
Pemimpin tertinggi Iran memiliki kewenangan mutlak dalam sistem negara. Ia menjadi penentu akhir seluruh kebijakan strategis, panglima tertinggi militer, serta pengendali Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi.
Garda Revolusi tidak hanya berperan di bidang keamanan, tetapi juga menguasai jaringan ekonomi besar dan memimpin Poros Perlawanan Iran di kawasan. Karena itu, siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi akan sangat menentukan arah politik, militer, dan diplomasi Iran ke depan.
Load more