Subuh Berdarah di Bekasi: Sopir Ambulans Ungkap Detik-Detik Korban Tewas, Rumah Terkunci dan Dugaan Pencurian
- Pixabay
Bekasi, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi menggegerkan warga Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026) dini hari. Seorang pria bernama Ermanto Usman ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya.
Dalam kasus pembunuhan Bekasi ini, kesaksian sopir ambulans bernama Fajar menjadi sorotan. Ia adalah salah satu orang yang mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Menurut Fajar, korban sebenarnya masih dalam kondisi hidup saat pertama kali dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Primaya Bekasi. Namun nyawa korban tidak tertolong dalam perjalanan.
“Suami dan istri terluka, pertama dibawa masih hidup, tapi kemudian yang laki-laki meninggal,” ujar Fajar saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati.
Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa pembunuhan dan pencurian di Bekasi tersebut terjadi tidak lama sebelum korban ditemukan.
Putri Korban Lari ke Masjid Minta Tolong
Fajar menceritakan, suasana subuh di kawasan tersebut mendadak panik ketika anak perempuan korban berlari menuju masjid usai salat Subuh. Ia meminta pertolongan jemaah karena mendapati orang tuanya dalam kondisi mengenaskan.
Warga yang mendengar teriakan minta tolong langsung berbondong-bondong mendatangi rumah korban. Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini pun langsung menyedot perhatian lingkungan sekitar.
Namun proses evakuasi tidak berjalan mudah. Pintu dan jendela kamar korban dalam kondisi terkunci dari dalam.
“Akhirnya terpaksa memecahkan kaca jendela,” ungkap Fajar.
Kondisi rumah yang terkunci rapat menjadi salah satu detail penting dalam penyelidikan pembunuhan Bekasi ini. Aparat kepolisian masih mendalami apakah penguncian tersebut bagian dari skenario pelaku.
Korban Bersimbah Darah di Atas Kasur
Kakak kandung korban, Dalsaf Usman, mengungkapkan bahwa Ermanto pertama kali ditemukan oleh putrinya yang hendak mengajak sahur.
“Sudah bersimbah darah di dalam kamar, masih bernapas tapi sudah lemas sekali,” kata Dalsaf.
Dalam kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini, korban ditemukan tergeletak di atas kasur dengan luka tusuk menganga di pelipis kanan dekat mata. Darah juga mengalir dari mulut dan hidungnya.
Diduga kuat, korban tidak hanya mengalami luka tusuk, tetapi juga hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala. Kombinasi luka tersebut membuat kondisinya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.
Istri Korban Luka Parah, Jalani Operasi Otak
Tak hanya korban tewas, istrinya juga ditemukan dalam kondisi luka berat. Ia tergeletak di lantai kamar dengan bibir sobek dan mulut terluka.
Menurut Dalsaf, sang istri baru saja selesai menjalani operasi otak. Dugaan sementara, luka parah tersebut juga akibat hantaman benda keras.
Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini pun semakin menguatkan dugaan adanya kekerasan brutal yang dilakukan pelaku terhadap kedua korban.
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian.
Dugaan Pembunuhan Berencana dan Pencurian
Keluarga menduga pembunuhan Bekasi ini bukan tindakan spontan. Mereka meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut karena ada indikasi pembunuhan berencana.
“Kami mintanya diusut tuntas, karena ada dugaan ini pembunuhan berencana,” tegas Dalsaf.
Selain dugaan pembunuhan, muncul pula indikasi pencurian dalam insiden tersebut. Meski belum dirinci secara resmi barang apa saja yang hilang, penyidik tengah mendalami kemungkinan motif pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini saling berkaitan.
Status korban sebagai mantan anggota serikat pekerja di PT Jakarta International Container Terminal juga turut menjadi bagian dari latar belakang yang diperiksa penyidik.
Polisi Dalami Kronologi dan Bukti di TKP
Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini kini ditangani aparat kepolisian. Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengumpulkan bukti, termasuk jejak kekerasan dan kemungkinan akses keluar-masuk pelaku.
Kesaksian sopir ambulans dan keluarga menjadi potongan penting dalam menyusun kronologi peristiwa. Fakta bahwa korban masih hidup saat dievakuasi menunjukkan rentang waktu kejadian yang relatif singkat sebelum ditemukan.
Peristiwa subuh berdarah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga sekaligus keresahan warga sekitar. Pembunuhan dan pencurian di Bekasi tersebut kini menjadi perhatian serius, dengan harapan pelaku segera terungkap dan motif kejahatan terjawab. (nsp)
Load more