News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Subuh Berdarah di Bekasi: Sopir Ambulans Ungkap Detik-Detik Korban Tewas, Rumah Terkunci dan Dugaan Pencurian

Pembunuhan dan dugaan pencurian di Bekasi, saksi sopir ambulans ungkap korban tewas dalam perjalanan ke RS. Keluarga minta kasus diusut tuntas.
Selasa, 3 Maret 2026 - 08:05 WIB
Ilustrasi pembunuhan.
Sumber :
  • Pixabay

Bekasi, tvOnenews.com - Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi menggegerkan warga Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026) dini hari. Seorang pria bernama Ermanto Usman ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya.

Dalam kasus pembunuhan Bekasi ini, kesaksian sopir ambulans bernama Fajar menjadi sorotan. Ia adalah salah satu orang yang mengevakuasi korban ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Fajar, korban sebenarnya masih dalam kondisi hidup saat pertama kali dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Primaya Bekasi. Namun nyawa korban tidak tertolong dalam perjalanan.

“Suami dan istri terluka, pertama dibawa masih hidup, tapi kemudian yang laki-laki meninggal,” ujar Fajar saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati.

Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa pembunuhan dan pencurian di Bekasi tersebut terjadi tidak lama sebelum korban ditemukan.

Putri Korban Lari ke Masjid Minta Tolong

Fajar menceritakan, suasana subuh di kawasan tersebut mendadak panik ketika anak perempuan korban berlari menuju masjid usai salat Subuh. Ia meminta pertolongan jemaah karena mendapati orang tuanya dalam kondisi mengenaskan.

Warga yang mendengar teriakan minta tolong langsung berbondong-bondong mendatangi rumah korban. Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini pun langsung menyedot perhatian lingkungan sekitar.

Namun proses evakuasi tidak berjalan mudah. Pintu dan jendela kamar korban dalam kondisi terkunci dari dalam.

“Akhirnya terpaksa memecahkan kaca jendela,” ungkap Fajar.

Kondisi rumah yang terkunci rapat menjadi salah satu detail penting dalam penyelidikan pembunuhan Bekasi ini. Aparat kepolisian masih mendalami apakah penguncian tersebut bagian dari skenario pelaku.

Korban Bersimbah Darah di Atas Kasur

Kakak kandung korban, Dalsaf Usman, mengungkapkan bahwa Ermanto pertama kali ditemukan oleh putrinya yang hendak mengajak sahur.

“Sudah bersimbah darah di dalam kamar, masih bernapas tapi sudah lemas sekali,” kata Dalsaf.

Dalam kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini, korban ditemukan tergeletak di atas kasur dengan luka tusuk menganga di pelipis kanan dekat mata. Darah juga mengalir dari mulut dan hidungnya.

Diduga kuat, korban tidak hanya mengalami luka tusuk, tetapi juga hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala. Kombinasi luka tersebut membuat kondisinya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Istri Korban Luka Parah, Jalani Operasi Otak

Tak hanya korban tewas, istrinya juga ditemukan dalam kondisi luka berat. Ia tergeletak di lantai kamar dengan bibir sobek dan mulut terluka.

Menurut Dalsaf, sang istri baru saja selesai menjalani operasi otak. Dugaan sementara, luka parah tersebut juga akibat hantaman benda keras.

Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini pun semakin menguatkan dugaan adanya kekerasan brutal yang dilakukan pelaku terhadap kedua korban.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian.

Dugaan Pembunuhan Berencana dan Pencurian

Keluarga menduga pembunuhan Bekasi ini bukan tindakan spontan. Mereka meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut karena ada indikasi pembunuhan berencana.

“Kami mintanya diusut tuntas, karena ada dugaan ini pembunuhan berencana,” tegas Dalsaf.

Selain dugaan pembunuhan, muncul pula indikasi pencurian dalam insiden tersebut. Meski belum dirinci secara resmi barang apa saja yang hilang, penyidik tengah mendalami kemungkinan motif pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini saling berkaitan.

Status korban sebagai mantan anggota serikat pekerja di PT Jakarta International Container Terminal juga turut menjadi bagian dari latar belakang yang diperiksa penyidik.

Polisi Dalami Kronologi dan Bukti di TKP

Kasus pembunuhan dan pencurian di Bekasi ini kini ditangani aparat kepolisian. Olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengumpulkan bukti, termasuk jejak kekerasan dan kemungkinan akses keluar-masuk pelaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesaksian sopir ambulans dan keluarga menjadi potongan penting dalam menyusun kronologi peristiwa. Fakta bahwa korban masih hidup saat dievakuasi menunjukkan rentang waktu kejadian yang relatif singkat sebelum ditemukan.

Peristiwa subuh berdarah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga sekaligus keresahan warga sekitar. Pembunuhan dan pencurian di Bekasi tersebut kini menjadi perhatian serius, dengan harapan pelaku segera terungkap dan motif kejahatan terjawab. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Delapan Stasiun Workout Menanti! Bank Mandiri Dukung Livin’ by Mandiri Visa Jakarta Hybrid Race 2026

Delapan Stasiun Workout Menanti! Bank Mandiri Dukung Livin’ by Mandiri Visa Jakarta Hybrid Race 2026

ari lintasan lari, peserta beralih ke latihan kekuatan sebelum kembali berlari menuju tantangan berikutnya. Perpaduan itu menjadi inti Livin’ by Mandiri Visa Jakarta Hybrid Race 2026, ajang yang digelar 20FIT dengan dukungan Bank Mandiri dan Visa pada 7-8 November 2026 di 20FIT Arena, Menteng Prada, Jakarta Pusat.
Veteran Hyundai Hillstate Ini Ungkap Harapan untuk Megawati Hangestri: Tetap Pertahankan Gaya Menyerangmu

Veteran Hyundai Hillstate Ini Ungkap Harapan untuk Megawati Hangestri: Tetap Pertahankan Gaya Menyerangmu

Veteran Hyundai Hillstate ini ungkap harapan untuk Megawati Hangestri: Tetap pertahankan gaya menyerangmu.
Resmi! Ranking FIFA Timnas Indonesia Turun Jelang Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Resmi! Ranking FIFA Timnas Indonesia Turun Jelang Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Ranking FIFA Timnas Indonesia turun satu tingkat ke posisi 119 dunia jelang melawan Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, setelah Namibia naik lima posisi. Terkini
Masyarakat Pulau Borang Apresiasi Layanan Kesehatan dan Bansos Bhayangkari Peduli

Masyarakat Pulau Borang Apresiasi Layanan Kesehatan dan Bansos Bhayangkari Peduli

Masyarakat Dusun 4 Pulau Borang, Kabupaten Banyuasin, menyambut antusias program pelayanan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan sosial yang dihadirkan dalam kunjungan kerja Ketua Umum Bhayangkari di Sumatera Selatan.
Masih Ingat Mas Bechi Pemerkosa Santri di Jombang? DPR Desak Penjelasan Imipas Soal Pembebasan Bersyaratnya

Masih Ingat Mas Bechi Pemerkosa Santri di Jombang? DPR Desak Penjelasan Imipas Soal Pembebasan Bersyaratnya

Ketua Komisi XIII DPR desak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk mengkaji atau memeriksa ulang secara mendalam pembebasan bersyarat Mas Bechi.
Polda Metro Jaya Atur Skema Lalu Lintas dan Kantong Parkir Jelang Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK

Polda Metro Jaya Atur Skema Lalu Lintas dan Kantong Parkir Jelang Laga FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK

Polda Metro Jaya telah merancang skema manajemen lalu lintas di sekeliling kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. 

Trending

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Kekuatan Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia menilai skuad Garuda kini menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pelayanan dan pengamanan dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di GBK.
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ditjenpas Jawa Barat menyebut tidak ada temuan atau informasi bahwa eks Kadiv Propam Polri menikmati fasilitas “khusus” di Lapas Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor.
Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Daftar Napi Kelas Kakap yang Disebut Ada di Lapas Kelas IIA Cibinong, dari Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf hingga Harvey Moeis

Berikut 9 narapidana (napi) perkara besar yang disebut menghuni Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, yang disidak Ombudsman RI, salah satunya Ferdy Sambo.
Selengkapnya

Viral