Buntut Ramainya Kritikan soal Impor Mobil Pikap dari India, Dirut Agrinas Beberkan Fakta Mencengangkan
- istimewa - antaranews
Ia menambahkan bahwa pembayaran uang muka juga telah dilakukan kepada pihak Tata Motors.
“Tata sama juga sudah dibayar juga,” ujarnya.
Joao menjelaskan bahwa proses produksi kendaraan di India memiliki karakteristik berbeda dengan pabrik otomotif modern yang sepenuhnya mengandalkan robot.
“Karena kan kita itu, nah mereka di sana itu, dia produksi mobilnya itu enggak pakai robot. Robotnya itu, robotnya itu setengah saja gitu. Jadi dia pakai bukan Artificial Intelligence tetapi dia pakai Human Intelligence,” katanya.
Sementara itu, rencana impor kendaraan tersebut sebelumnya telah menuai kritik dari DPR. Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, mengaku pihaknya tidak pernah menerima penjelasan rinci mengenai pengadaan kendaraan dalam program koperasi desa.
Menurut Herman, informasi mengenai impor kendaraan justru diketahui DPR dari pemberitaan media.
“Itu sebagian sudah sampai, sebagian kecil ya, 1.200 kendaraan sudah sampai,” ujar Herman di Kompleks DPR RI, Kamis (26/2/2026).
Ia juga menilai bahwa dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, Agrinas hanya memaparkan alokasi anggaran untuk setiap desa tanpa menjelaskan rencana pengadaan kendaraan secara spesifik.
“(Agrinas) tidak pernah menyebutkan transportasinya jenis apa dan kualifikasinya apa,” ujarnya.
Sorotan tersebut memperlihatkan bahwa rencana pengadaan kendaraan untuk program koperasi desa kini tidak hanya menjadi persoalan teknis pengadaan, tetapi juga menyangkut transparansi kebijakan serta efektivitas penggunaan anggaran negara. (agr/aag)
Load more