News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Menko Polhukam Peringatkan Dwi Sasetyaningtyas Soal Bangga Status WNA Anak: Anda Bisa Sekolah Karena Indonesia Merdeka

Eks Menko Polhukam, Mahfud MD ikut angkat bicara dan beri peringatan tegas kepada alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 6 Maret 2026 - 13:53 WIB
Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya, Arya Irwantoro
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.com - Eks Menko Polhukam, Mahfud MD ikut angkat bicara dan neri peringatan tegas kepada alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas.

Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas diketahui menjadi perbincangan publik karena pernyataannya soal status WNA anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan," kata Tyas.

Ia pun lantas mendapatkan cibiran dari netizen karena dianggap tidak cinta Tanah Air. Apalagi Tyas merupakan alumni penerima beasiswa LPDP.

Bahkan Mahfud MD juga ikut menanggapi pernyataan Tyas.

"Mbak Tyas saya marah pada Anda, menghina republik ini tapi saya juga paham bahwa apa yang Anda katakan itu, karena fakta yang sering mengecewakan di tempat kita ini. Tapi cintalah pada negeri ini. Anda bisa sekolah karena Indonesia merdeka, karena punya sumber daya yang bagus," kata Mahfud.

Meskipun demikian ia juga mengaku merasakan kegundahan yang sama dengan Tyas.

"Saya juga mengalami hal yang sama, kalau indonesia tidak merdeka tidak ada semaju ini kita. Tetapi kita jangan diam untuk selalu melakukan kebaikan dan melakukan perbaikan dengan tetap cinta kepada indonesia," lanjut Mahfud MD.

Setelah sedikit mereda, kini nama alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas kembali memanas baru-baru ini.

Hal terdebut lantaran dirinya membalas pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal kewarganegaraan anaknya.

Padahal ia mengaku sudah setuju dengan suaminya Arya Irwantoro untuk mengembalikan uang beasiswa LPDP mereka.

Namun rupanya hal tersebut tak juga meredakan kritikan dan hujatan yang diberikan kepada Tyas dan suami.

Ia mengaku merasa terganggu dengan banyaknya fitnah yang dilontarkan oleh netizen di media sosial.

Baru-baru ini, Dwi Sasetyaningtyas meradang lantaran salah satu akun TikTok yang mengunggah pernyataan Menkeu Purbaya.

"Purbaya: uang itu dari pajak dan utang negara yang kita sisihkan, malah dipakai untuk menghina negara, iziiin," kata seorang pengguna TikTok, yang mengutip omongan Purbaya untuk menyindir Dwi Sasetyaningtyas.

Tyas pun lantas membalas konten tersebut dan mengaku sudah mencatat pengguna TikTok itu lantaran melakukan fitnah terhadapnya.

"Bagian mana gue pakai uang pajak dan menguntungkan pribadi? Kalau gak ada bukti namanya fitnah. Udah gue data orang-orang yang fitnah-fitnah ini mau nama lo gue masukin juga?" kata Dwi Sasetyaningtyas.

Atas pernyataannya itu, nama Dwi Sasetyaningtyas kembali diperbincangkan. Warganet menyebut apa yang dilakukannya adalah tindakan yang semakin memperkeruh keadaan.

Tak berselang lama, Tyas pun kembali muncul dan mengucapkan permintaan maaf atas tindakannya sebelumnya.

Tyas berharap agar polemik yang terjadi dapat segera selesai dan tidak menjadi perbincangan luas lagi.

Dibela Rocky Gerung

Polemik yang menimpa alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas dan suaminya turut ditanggapi oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Rocky meminta agar netizen tidak langsung memberikan hujatan kepada Tyas dan suaminya.

Apalagi menurutnya rasa cinta Tanah Air tak hanya bisa dilihat dari keputusan memilih kewarganegaraan.

"Bayangkan si anak tadi, yang Warga Negara Inggris ada bencana di Indonesia terus dia kumpulkan teman-temannya se-Eropa itu untuk datang ke Indonesia dan membantu Indonesia. Bukankah dia lebih patriotis?" kata Rocky dalam kanal YouTubenya.

Rocky bahkan menyebut bahwa Tyas lebih baik daripada menteri-menteri yang menjabat sekarang.

"Bukan kah dia lebih patriotis, ketimbang menteri-menteri yang sampai sekarang enggak tahu cara menyelesaikan bencana. Kan itu intinya kan," tegasnya.

Menurutnya, di kemudian hari bisa saja anak dari Tyas justru memberikan dukungan lebih bagi Indonesia.

"Atau, dia bergabung dengan Greenpeace lalu mulai bikin protes, terhadap perusakan lingkungan di Indonesia," lanjutnya.

"Suatu waktu itu kita akan sesali nanti. Kenapa? Karena pilihan hari ini bukan diikat oleh semacam ketidakpedulian pada Indonesia, tapi mungkin menghindar sebentar dari ketidakpedulian itu supaya bisa punya refleksi. Jadi kita mesti selalu hati-hati tuh," bebernya.

Rocky menegaskan bahwa soal kewajiban mengabdi setelah lulus beasiswa LPDP adalah persoalan yang tidak penting.

"Jadi gak ada yang penting sebetulnya mempersoalkan mereka yang merasa belum layak pulang ke Indonesia karena mungkin pertimbangan mereka pulang jadi ASN tapi uangnya kurang."

"Jadi begitu kompleks sebetulnya LPDP ini. Jadi jangan dinyatakan bahwa yang tidak pulang itu tidak patriotik," jelasnya.

Rocky bahkan mengaku pernah meminta mahasiswi penerima LDPD di Polandia untuk tak kembali ke Indoneska. Hal itu terjadi saat ia mengisi kuliah umum di Polandia.

“Pak Rocky, saya sudah selesai menulis disertasi, sudah lulus atau mungkin baru mau ujian, tapi saya punya dilema. Bagaimana menurut Pak Rocky kalau saya enggak pulang ke Indonesia? Saya dapat LPDP dan kewajiban moral saya demi patriotisme, demi nasionalisme untuk mengabdi ke Indonesia,” kata Rocky saat menirukan pertanyaan mahasiswi itu, dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya.

"Tetapi kalau saya pulang nanti, saya akan mengabdi kepada atasan saya. Setiap hari tugas saya adalah mark up. Jadi saya punya dilema moral," sambungnya.

Rocky pun mengaku memberikan jawaban agar mahaskswa tersebut tidak usah pulang ke Tanah Air.

"Saya nekat saja bilang, enggak usah pulang. Anda tidak berutang pada negara, Anda berutang pada saya. Dan saya enggak mau utang itu dibayar dengan Anda kembali kepada bos yang koruptor. Artinya Anda membesarkan korupsi," jawab Rocky.

Diberitakan sebelumnya, nama Dwi Sasetyaningtyas menjadi sorotan setelah mengunggah video di media sosial yang menampilkan dokumen resmi dari otoritas Inggris terkait status kewarganegaraan anak keduanya sebagai  warga negara Inggris. 

“I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujar Dwi Sasetyaningtyas dalam video tersebut.

Pernyataan itu memancing reaksi beragam warganet. Sebagian pihak mempertanyakan etika penyampaian pesan tersebut, mengingat Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP yang bersumber dari dana publik.

Di luar polemik tersebut, Dwi Sasetyaningtyas diketahui merupakan lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh studi magister bidang Sustainable Energy Technology di Delft University of Technology, Belanda, dengan dukungan LPDP pada 2015 dan menyelesaikannya dua tahun kemudian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama menjalani masa pengabdian di Indonesia pada 2017 hingga 2023, ia terlibat dalam sejumlah inisiatif sosial, mulai dari penanaman ribuan mangrove di wilayah pesisir, pemberdayaan ekonomi perempuan, partisipasi dalam penanganan bencana di Sumatera, hingga pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.

(nba/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bak Bumi dan Langit, Begini Perbedaan Ranking 1 Dunia Tunggal Putri dan Putra: An Se-young Mendominasi, Jonatan Christie Bertahan 5 Minggu

Bak Bumi dan Langit, Begini Perbedaan Ranking 1 Dunia Tunggal Putri dan Putra: An Se-young Mendominasi, Jonatan Christie Bertahan 5 Minggu

An Se-young masih kokoh di peringkat satu dunia tunggal putri dengan 122.287 poin, sementara sektor tunggal putra diwarnai pergantian takhta usai Christo Popov.
Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Simak Daftar Titik-Titik Lokasi Aksi Massa Berikut

Ada Demo di Jakarta Hari Ini, Simak Daftar Titik-Titik Lokasi Aksi Massa Berikut

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jakarta diprediksi mengalami kepadatan arus lalu lintas pada Rabu (28/10). 
Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026 Menurut Prakiraan Cuaca BMKG

Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diguyur Hujan Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026 Menurut Prakiraan Cuaca BMKG

Menurut prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, seluruh wilayah administratif DKI Jakarta pada hari ini Rabu 28 Oktober 2026 diguyur hujan ringan hingga sedang.
Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menang dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada, dengan 74.479 suara. Kenali profil dan perjalanan.
Wajib Disimak! Ini Jadwal KRL Relasi Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026

Wajib Disimak! Ini Jadwal KRL Relasi Rangkasbitung-Tanah Abang Hari Ini Rabu 28 Oktober 2026

Berikut ini merupakan jadwal KRL Commuter Line untuk relasi Rangkasbitung-Tanah Abang pada hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026 melansir dari aplikasi C-Access.
Imbas Dugaan Keracunan Massal, Dua Sekolah di Bogor Diberlakukan 2 Hari Belajar Jarak Jauh.

Imbas Dugaan Keracunan Massal, Dua Sekolah di Bogor Diberlakukan 2 Hari Belajar Jarak Jauh.

Dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga memaksa Pemkab Bogor mengambil langkah tegas di sektor pendidikan. 

Trending

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Dendam atau Desakan Nikah? Terungkap Alasan Tersangka Mutilasi Istri Siri dan Anaknya di Madiun Usai Lakukan Pembunuhan

Polda Jawa Timur mengungkap motif di balik aksi keji DBM (40) yang tega menghabisi nyawa istri sirinya, DH (30), dan anak korban usia 4 tahun (AG) di Madiun.
Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Islam Makhachev Akhirnya Buka Suara soal Alasan Menolak Duel Lawan Carlos Prates

Juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, akhirnya ungkap alasan menolak duel melawan Carlos Prates untuk mempertahankan gelarnya di UFC 336. Ia memilih menunggu
Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida, BPOM Turun Tangan dan Ingatkan Bahaya Residu Kimia

Video ikan asin diduga disemprot pestisida viral di media sosial. BPOM meminta produk berbahaya tidak diedarkan, ahli menjelaskan risiko residu kimia.
Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Siswa dari Dua Sekolah di Bogor Mengeluh Sakit, Pemkab Pastikan Beri Layanan Medis Terbaik

Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah sigap merespons dugaan keracunan makanan yang menimpa 481 siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga. 
Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla

Indonesia dan Singapura menyepakati pembentukan satgas penegakan hukum karhutla untuk menelusuri bukti lintas negara, aliran dana korporasi, dan menindak
Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia F1 Termuda dalam Sejarah

Kimi Antonelli semakin dekat dengan gelar juara dunia F1 2026 setelah memenangi Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap Mercedes itu hanya membutuhkan dua poin.
Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Laporan Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Berdiri, 45 Ribu Anak Jalanan Kini Kembali Bersekolah

Pemerintah terus menunjukkan komitmen serius dalam membenahi akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa. 
Selengkapnya

Viral