GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Turun Tangan soal Kasus Nabila O'Brien, Status Tersangka Kini Dicabut

Kasus yang menjerat Nabilah O’Brien akhirnya berbalik arah setelah Komisi III DPR RI turun tangan. Setelah sebelumnya ditetapkan jadi tersangka, kini ia...
Senin, 9 Maret 2026 - 14:52 WIB
DPR Turun Tangan soal Kasus Nabila O'Brien, Status Tersangka Kini Dicabut
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus yang menjerat Nabilah O’Brien akhirnya berbalik arah setelah Komisi III DPR RI turun tangan.

Perempuan yang sebelumnya berstatus tersangka pencemaran nama baik usai melaporkan dugaan pencurian itu kini dipastikan tidak lagi berhadapan dengan proses hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mengatakan pihaknya menerima langsung pengaduan dari Nabilah dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada Jumat, 6 Maret 2026 lalu.

Menurutnya, DPR merespons kasus tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum.

“Kami menerima pengaduan dari saudari Nabilah O’Brien, seorang korban pencurian yang menjadi tersangka dalam perkara pencemaran nama baik. Kami memandang perlu merespons hal tersebut sebagai bentuk implementasi konstitusional DPR RI melakukan pengawasan,” kata Habiburokhman dalam RDPU, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, sejak Sabtu pekan lalu Komisi III DPR RI langsung berkomunikasi intensif dengan kepolisian untuk mencari jalan keluar yang sesuai hukum.

“Alhamdulillah hari Minggu malam kemarin laporan terhadap saudari Nabilah O’Brien sudah dicabut dan dengan sendirinya saudari Nabilah O’Brien tidak lagi berstatus tersangka dan persoalan ini dihentikan,” ujarnya.

Habiburokhman menambahkan, penyelesaian perkara tersebut juga diikuti dengan langkah damai dari kedua belah pihak.

Nabilah disebut memaafkan pihak yang sebelumnya dilaporkan dalam kasus pencurian dan mencabut laporannya.

“Di sisi lain, Sdri Nabilah O’Brien juga memaafkan tersangka dalam kasus pencurian sekaligus mencabut laporan,” katanya.

Komisi III DPR RI, lanjut dia, menegaskan komitmennya untuk memastikan penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP baru berjalan sesuai semangat perubahan sistem hukum.

“Dengan berlakunya KUHP dan KUHAP baru sudah seharusnya terjadi perubahan drastis paradigma berhukum kita, dari yang sebelumnya mengejar keadilan retributif dan formalistik menjadi keadilan restoratif, rehabilitatif, dan substantif,” ujar Habiburokhman.

Ia juga menegaskan tidak semua sengketa hukum harus diselesaikan melalui pengadilan. Menurutnya, sengketa hukum minor sebaiknya diselesaikan secara keluargaan.

Habiburokhman menyebut Presiden RI, Prabowo Subianto juga menitipkan pesan agar proses penegakan hukum tidak sampai menimbulkan kesalahan peradilan.

“Secara khusus Presiden Prabowo Subianto menitip pesan kepada kami untuk menghindari kekeliruan dalam proses peradilan atau miscarriage of justice, untuk memastikan orang kecil yang berperkara bisa tersenyum karena mendapatkan keadilan,” katanya.

Dalam rapat khusus yang digelar Komisi III DPR RI pada hari yang sama, DPR juga menyampaikan sejumlah kesimpulan yang mengikat secara hukum. Salah satunya meminta aparat penegak hukum lebih berhati-hati dalam menerapkan pasal pencemaran nama baik.

“Komisi III DPR RI meminta aparat penegak hukum dalam mengusut tindak pidana, khususnya terkait ujaran dan pencemaran nama baik, untuk mempedomani ketentuan Pasal 36 KUHP baru yang mengatur tidak seorang pun bisa dimintai pertanggungjawaban pidana tanpa pemenuhan unsur kesengajaan yang tak terbantahkan,” kata Habiburokhman.

Selain itu, Komisi III DPR RI juga menilai Nabilah O’Brien tidak memenuhi unsur melawan hukum maupun unsur kesengajaan untuk memfitnah atau mencemarkan nama baik.

Karena itu, DPR mendukung langkah penghentian perkara tersebut melalui mekanisme keadilan restoratif.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini bermula dari persoalan di restoran Bibi Kelinci milik selebgram Nabilah O’Brien yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Nabilah sempat ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik.

Peristiwa tersebut terjadi pada 19 September 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Zendhy Kusuma bersama istrinya datang ke restoran dan memesan sekitar 14 menu makanan serta minuman.

Kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski, mengatakan situasi di restoran berubah tegang ketika kedua tamu itu masuk ke area dapur yang sebenarnya merupakan area terbatas bagi pengunjung.

“Tak lama berselang, kedua individu melakukan tindakan intimidatif dengan menerobos masuk ke area dapur yang merupakan area terbatas pelanggan. Terbatas itu berarti dilarang ya, gitu. Serta memicu keributan,” kata Goldie dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Dari rekaman kamera pengawas (CCTV), Zendhy dan istrinya disebut melakukan pemukulan terhadap head kitchen bernama Abdul Hamid. Keduanya juga terlihat memukul chiller sambil mengancam akan merusak restoran.

Sekitar tengah malam, pasangan tersebut meninggalkan restoran tanpa menyelesaikan pembayaran atas makanan dan minuman yang telah mereka pesan.

“Staf kami, Rahmat, membawa EDC untuk mengejar supaya mereka melakukan pembayaran, tapi ternyata tidak diindahkan. Sekali lagi apa yang saya sampaikan ini dapat dicek melalui CCTV, bahkan bisa dilihat melalui unggahan dari klien kami,” ujar Goldie.

Keesokan harinya, 20 September 2025, Nabilah mengunggah rekaman CCTV terkait kejadian tersebut ke media sosialnya.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 24 September, ia juga mengirimkan somasi kepada Zendhy agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Menurut Goldie, somasi tersebut kemudian dibalas oleh pihak Zendhy. Dalam balasan itu, kata dia, pihak Zendhy mengakui telah mengambil makanan dan minuman di restoran tersebut.

Namun, di saat yang sama, pihak Zendhy justru melayangkan somasi balik kepada Nabilah dan menuntut ganti rugi hingga Rp1 miliar terkait unggahan video tersebut.

“Namun ada yang lucu di sini, karena mereka mensomasi balik klien kami dengan tuntutan Rp1 miliar karena kerugian yang mereka rasakan dari postingan Bu Nabilah,” kata Goldie.

Nabilah kemudian melaporkan Zendhy dan istrinya ke Polsek Mampang atas dugaan pencurian. Di sisi lain, Zendhy juga melaporkan balik Nabilah ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

Kedua laporan tersebut diproses secara paralel. Pada 24 Februari 2026, Zendhy dan istrinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP.

Namun pada waktu yang hampir bersamaan, Nabilah juga masih menjalani pemeriksaan tambahan di Bareskrim Polri terkait laporan pencemaran nama baik.

“Namun, yang janggal di sini, di tanggal yang sama klien saya masih diperiksa untuk keterangan tambahan di Bareskrim. Ternyata gelar perkara terjadi pada tanggal 26 Februari, dan klien saya dikirimkan surat penetapan tersangka hari Sabtu, tanggal 28 Februari 2026,” ujar Goldie.

Pihak kuasa hukum menilai penetapan tersangka terhadap Nabilah mengandung sejumlah kejanggalan. Mereka berpendapat tuduhan pencemaran nama baik terhadap kliennya tidak memenuhi unsur pidana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menegaskan unggahan rekaman CCTV tersebut dilakukan untuk kepentingan publik agar pelaku usaha lain dapat lebih waspada terhadap kejadian serupa.

“Klien kami mengunggah rekaman CCTV tersebut bukan tanpa alasan ya teman-teman. Itu adalah fakta kebenaran yang diungkap, sekali lagi, demi untuk kepentingan publik. Agar pelaku usaha lain tidak mengalami hal yang serupa,” ujar dia. (rpi/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CEO Timnas Malaysia Kecewa Keputusan CAS, Sebut 7 Pemain Naturalisasi Tak Layak Dihukum

CEO Timnas Malaysia Kecewa Keputusan CAS, Sebut 7 Pemain Naturalisasi Tak Layak Dihukum

CAS memutuskan untuk FA Malaysia tetap mendapatkan sanksi FIFA. CAS hanya merevisi sanksi untuk tujuh pemain Timnas Malaysia yang terbukti ilegal dari awalnya larangan beraktivitas 12 bulan di sepak bola menjadi larangan tampil di ajang resmi selama 12 bulan.
Rawan Longsor, Jalur Alternatif Clongop Gunungkidul Ditutup Jika Hujan Deras saat Arus Mudik

Rawan Longsor, Jalur Alternatif Clongop Gunungkidul Ditutup Jika Hujan Deras saat Arus Mudik

Jalur alternatif Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, menjadi perhatian serius menjelang arus mudik lebaran.
Wujudkan Mimpi Lebaran, KNPS Indonesia dan Rany Mauliani Ajak Puluhan Anak Yatim Belanja di Mal

Wujudkan Mimpi Lebaran, KNPS Indonesia dan Rany Mauliani Ajak Puluhan Anak Yatim Belanja di Mal

Bukan sekadar menerima bantuan paket, anak yatim diberi kebebasan layaknya keluarga sendiri untuk memilih baju Lebaran sesuai keinginan mereka melalui SEBARAN
Dunia Terancam Krisis, Prabowo Tegaskan Indonesia Aman Pangan dan Siap Berdikari Energi

Dunia Terancam Krisis, Prabowo Tegaskan Indonesia Aman Pangan dan Siap Berdikari Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berada dalam posisi relatif aman menghadapi potensi krisis global yang terjadi karena ketegangan geopolitik.
Buronan Kasus Dugaan Suap Sertifikat Tanah Ditangkap di Malaysia

Buronan Kasus Dugaan Suap Sertifikat Tanah Ditangkap di Malaysia

Buronan red notice yakni Jimmy Lie ditangkap oleh kepolisian.
Percepat Pengembangan DME untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional, BPS Beberkan Data Impor LPG

Percepat Pengembangan DME untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional, BPS Beberkan Data Impor LPG

Pemerintah mempercepat pengembangan DME sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga. Hal ini dilakukan karena ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

Trending

John Herdman Coret hingga 18 Pemain dari Skuad Timnas Indonesia, Miliano Jonathans hingga Mauro Zijlstra Masuk Daftar?

John Herdman Coret hingga 18 Pemain dari Skuad Timnas Indonesia, Miliano Jonathans hingga Mauro Zijlstra Masuk Daftar?

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, bisa mencoret hingga 18 pemain dari skuad bayangan yang ada saat ini. Para pemain seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra berpotensi masuk dalam daftar.
‎Sempat Tolak Panggilan Timnas Indonesia U-22, Tim Geypens Akhirnya Debut di Tim Senior pada FIFA Series 2026?

‎Sempat Tolak Panggilan Timnas Indonesia U-22, Tim Geypens Akhirnya Debut di Tim Senior pada FIFA Series 2026?

Garuda Calling untuk FIFA Series 2026 bisa menjadi peluang berharga bagi Tim Geypens bisa debut bersama Timnas Indonesia. Apalagi, ini menjadi kesempatan baginya setelah sempat menolak panggilan tim nasional U-22. 
Lama Tak Muncul di Hadapan Publik, Pemain Timnas Indonesia ini sekarang Aktif Kegiatan Sosial dan Melatih Generasi Muda

Lama Tak Muncul di Hadapan Publik, Pemain Timnas Indonesia ini sekarang Aktif Kegiatan Sosial dan Melatih Generasi Muda

Mantan pemain timnas indonesia ini sekarang sibuk berkegiatan sosial dan melatih sepakbola.
7 Wajah Lama yang 'Hilang' dari Daftar Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman Jelang FIFA Series 2026

7 Wajah Lama yang 'Hilang' dari Daftar Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman Jelang FIFA Series 2026

Pelatih John Herdman telah merilis 41 nama dalam skuad sementara Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026. Namun, ada tujuh pemain yang hilang dari daftar.
Baru Juga Resmi Dipanggil John Herdman, Satu Nama Pemain Timnas Indonesia Langsung Terancam Dicoret

Baru Juga Resmi Dipanggil John Herdman, Satu Nama Pemain Timnas Indonesia Langsung Terancam Dicoret

Satu nama pemain Timnas Indonesia langsung terancam dicoret meski sudah resmi mendapatkan panggilan. John Herdman telah memanggil total 41 pemain pada pemanggilan pertamanya.
Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman Bakal Pakai Skema Lama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Bung Ropan Mulai Curiga, Jangan-jangan John Herdman Bakal Pakai Skema Lama Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Bung Ropan menduga John Herdman akan meniru taktik Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Begini prediksi skema yang dipakai pada FIFA Series 2026.
Baggott Comeback! Ini Daftar Lengkap 41 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman

Baggott Comeback! Ini Daftar Lengkap 41 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi merilis daftar 41 pemain masuk skuad sementara Timnas Indonesia dalam menghadapi FIFA Series 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT