Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi, Mayjen Lucky Avianto Dipromosikan jadi Pangkogabwilhan III
- Istimewa
Pendekatan ini efektif hingga menarik simpati masyarakat, termasuk anggota atau simpatisan KKB papua, yang lambat laun mendukung kehadiran TNI sebagai motor pembangunan kesejahteraan di Bumi Cendrawasih.
Cara-cara humanis yang dilakukan Lucky menjadi pukulan telak khususnya bagi propaganda KKB Papua selama ini, di mana masyarakat kini sadar bahwa perjuangan separatis bukan hanya ilegal, tetapi juga kontraproduktif terhadap masa depan Papua.
Pendekatan yang diinisiasi Lucky membuka mata dan mengubah persepsi masyarakat Papua, di mana rakyat Papua mulai memahami bahwa janji dan teror KKB bukanlah solusi, melainkan jalan sesat yang mengorbankan masa depan bangsa Papua
Dengan amanah barunya sebagai Pangkogabwilhan III, Lucky diharapkan dapat terus menegakkan kedaulatan bangsa dan NKRI di wilayah timur Indonesia, yang meliputi darat (Kepulauan Maluku dan Pulau Papua), laut (perairan di sekitar Kepulauan Maluku, Pulau Papua dan ALKI-3b beserta perairan sekitarnya), serta udara (wilayah di atas Kepulauan Maluku, Pulau Papua dan ALKI-3b beserta perairan sekitarnya).
Lucky Avianto merupakan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara Magelang atau lulusan tahun 1993. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer dan lulus tahun 1996 dengan predikat Lulusan Terbaik atau Adhi Makayasa.Â
Lucky Avianto juga Lulusan Terbaik Dikreg Seskoad Angkatan XLIX Tahun 2011, Lulusan Terbaik Dikreg XLVI Sesko TNI tahun 2019, serta Lulusan Terbaik Akademik di PPSA XXIV Lemhannas Tahun 2023 yang mahir bidang Infanteri Baret Merah Kopassus.
Di luar pendidikan formal kemiliteran, Lucky Avianto berprestasi sebagai peserta terbaik di beberapa pendidikan TNI maupun TNI AD, seperti Pendidikan Combat Intel Pasis Akmil tahun 1996/1997, Pendidikan Kursus Bahasa Inggris TNI AD tahun 1999, Kursus Staf Perencanaan Strategis tahun 2016, serta Kursus Operasi Gabungan TNI Tahun 2017.
Lucky Avianto tidak hanya cerdas di bidang pendidikan, tapi juga garang di lapangan dengan berbagai prestasi di daerah operasi penugasan di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, pemilik Brevet Komando Kopassus ini terlibat dalam Operasi Maluku dan Operasi Aceh.Â
Sementara di luar negeri, ia pernah tergabung dalam penugasan sebagai Military Observer di Congo pada tahun 2009, serta saat menjabat Komandan Batalyon Mekanis TNI (Indobatt) Kongo XXIII-G/Unifil di Lebanon.
Load more