Siapa Andrie Yunus? Aktivis KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras Ternyata Pernah Lantang Kritik RUU TNI
- Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore
Jakarta, tvOnenews.com - Aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK).
Andrie Yunus harus mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya setelah disiram air keras. Beberapa di antaranya, di muka, dada, mata, hingga area tangan kanan dan kiri.
Peristiwa penyiraman air keras kepada Andrie Yunus terjadi setelah berbincang dalam siniar podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) di Jalan Salemba I pada Kamis (12/3/2026) malam sekitar 23.37 WIB.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen" ungkap Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya dalam keterangan resminya dikutip, Sabtu (14/3/2026).
Profil Andrie Yunus Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras
Andrie Yunus merupakan sosok yang dikenal sebagai aktivis. Ia lebih suka menggeluti aktivitasnya sebagai aktivis hak asasi manusia (HAM).
Andrie Yunus kini menjadi barisan dalam KontraS. Hal itu telah berlangsung sejak 2022.
Saat ini Andrie Yunus memiliki jabatan penting di KontraS. Ia mengemban tugas sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS.
Di KontraS, ia kerap kali menumpahkan suara terkait isu pelanggaran HAM. Selain itu, ia juga menyoroti isu tentang reformasi yang menyangkut pada sektor keamanan hingga advokasi untuk korban kekerasan dari negara.
Sebelum berkecimpung di KontraS, Andrie Yunus pernah menjajaki profesinya sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Hal itu berlangsung dari tahun 2019 hingga 2022.
Sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Andrie Yunus selalu memfokuskan tugasnya pada advokasi hukum publik.
Ia selalu melakukan pendampingan selama berada di lembaga tersebut. Biasanya menyangkut pada kasus terkait kebebasan sipil hingga perlindungan hak untuk masyarakat.
Adapun latar belakang pendidikan terakhirnya sebagai alumni lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera pada 2022. Semasa kuliah, ia berstatus sebagai penerima Beasiswa Jentera.
Menariknya, Andrie Yunus memilih judul skripsi tentang peran paralegal demi menciptakan persamaan di hadapan hukum. Tak ayal, ia memilih karier di dunia advokasi yang mengarahkan dirinya aktif di KontraS.
Load more