News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Andrie Yunus? Aktivis KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras Ternyata Pernah Lantang Kritik RUU TNI

Berikut profil lengkap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang jadi korban penyiraman air keras.
Sabtu, 14 Maret 2026 - 03:43 WIB
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras
Sumber :
  • Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore

Jakarta, tvOnenews.com - Aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK).

Andrie Yunus harus mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya setelah disiram air keras. Beberapa di antaranya, di muka, dada, mata, hingga area tangan kanan dan kiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa penyiraman air keras kepada Andrie Yunus terjadi setelah berbincang dalam siniar podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) di Jalan Salemba I pada Kamis (12/3/2026) malam sekitar 23.37 WIB.

"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen" ungkap Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya dalam keterangan resminya dikutip, Sabtu (14/3/2026).

Profil Andrie Yunus Aktivis KontraS yang Disiram Air Keras

Andrie Yunus merupakan sosok yang dikenal sebagai aktivis. Ia lebih suka menggeluti aktivitasnya sebagai aktivis hak asasi manusia (HAM).

Andrie Yunus kini menjadi barisan dalam KontraS. Hal itu telah berlangsung sejak 2022.

Saat ini Andrie Yunus memiliki jabatan penting di KontraS. Ia mengemban tugas sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS.

Di KontraS, ia kerap kali menumpahkan suara terkait isu pelanggaran HAM. Selain itu, ia juga menyoroti isu tentang reformasi yang menyangkut pada sektor keamanan hingga advokasi untuk korban kekerasan dari negara.

Sebelum berkecimpung di KontraS, Andrie Yunus pernah menjajaki profesinya sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Hal itu berlangsung dari tahun 2019 hingga 2022.

Sebagai advokat di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Andrie Yunus selalu memfokuskan tugasnya pada advokasi hukum publik.

Ia selalu melakukan pendampingan selama berada di lembaga tersebut. Biasanya menyangkut pada kasus terkait kebebasan sipil hingga perlindungan hak untuk masyarakat.

Adapun latar belakang pendidikan terakhirnya sebagai alumni lulusan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera pada 2022. Semasa kuliah, ia berstatus sebagai penerima Beasiswa Jentera.

Menariknya, Andrie Yunus memilih judul skripsi tentang peran paralegal demi menciptakan persamaan di hadapan hukum. Tak ayal, ia memilih karier di dunia advokasi yang mengarahkan dirinya aktif di KontraS.

Bersama KontraS, ia selalu aktif bersuara untuk melontarkan sikap kritisnya mengenai kebijakan negara. Terlebih lagi dalam urusan pada sektor keamanan.

Ia pernah menjadi bagian dalam kampanye publik dan advokasi, khususnya mengenai isu yang menyangkut pada reformasi sektor kemanan.

Ia menumpahkan kritik terkait wacana revisi Undang-Undang (UU) TNI. Menurutnya, hal tersebut sangat mempengaruhi perluasan militer berperan di ruang sipil.

Andrie bahkan pernah mencuri perhatian pada 2025. Kala itu ia bersama beberapa aktivis masyarakat sipil saat menyambangi rapat tertutup yang membahas tentang revisi UU TNI.

Kedatangannya tentu untuk menumpahkan protes di mana dirinya melihat adanya alur yang tidak transparan selama proses legilasi.

Ia bahkan pernah menyaksikan persidangan uji formal UU TNI. Hal itu berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Saat ini sebagai aktivis, nasib Andrie Yunus tentu dalam bayang-bayang bahaya. Ia kini menjadi korban penyiraman air keras yang membuat dirinya mengalami luka bakar 24 persen.

Kronologi Andrie Yunus Disiram Air Keras

Dimas Bagus Arya menjelaskan kronologi lengkap saat Andrie menjadi korban penyiraman air keras. Itu terjadi ketika Andrie Yunus mengendarai kendaraan sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.37 WIB.

Saat itu Andrie tiba-tiba dihampiri oleh dua orang pelaku dari lawan arah. Posisi pelaku datang menggunakan kendaraan roda dua dari Jembatan Talang.

Adapun kendaraan motor digunakan dua orang pelaku diduga motor matic Honda Beat keluaran sekitar tahun 2016-2021.

Kata Dimas, dua pelaku merupakan sosok laki-laki yang melancarkan aksinya menggunakan satu motor. Mereka memposisikan perannya sebagai pengemudi dan penumpang.

"Pelaku pertama merupakan pengendara, menggunakan pakaian kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, serta helm berwarna hitam," tuturnya.

Ia merincikan ciri-ciri pelaku kedua yang statusnya sebagai penumpang. Pelaku tersebut mengenakan penutup wajah yang menyerupai masker berjenis buff berwarna hitam.

"(buff warna hitam) yang menutupi setengah wajahnya. Kemudian, pelaku kedua pakai kaos berwarna biru tua, celana panjang berwarna biru sambil dilipat menjadi pendek, dan diduga menggunakan bahan jeans," bebernya.

Pada momen itulah, seorang pelaku melakukan penyiraman air keras mengarah kepada Andrie Yunus. Air keras tersebut langsung mengenai sebagian tubuh korban.

"Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta. Dia mendapat penanganan medis darurat, terutama di bagian mata yang terkena cairan tersebut," paparnya.

Mengacu pada hasil pemeriksaan, barang milik korban tidak terindikasi hilang atau dicuri pelaku. Hanya saja mengalami luka bakar sebesar 24 persen.

Dimas mencurigai upaya penyiraman air keras tersebut berkaitan dengan pembungkaman suara kritis dilontarkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, polisi membenarkan adanya insiden tersebut yang terjadi di wilayah hukum Polsek Senen.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Skill! Ini 5 Fakta Mengejutkan Soal Realita Timnas Indonesia Menurut Shin Tae-yong

Bukan Skill! Ini 5 Fakta Mengejutkan Soal Realita Timnas Indonesia Menurut Shin Tae-yong

Shin Tae-yong menyimpulkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada bakat, melainkan aspek fundamental seperti mentalitas dan kondisi fisik pemain. Tantangan
Polisi Bakal Pulangkan Ratusan Orang yang Diduga Hendak Rusuh Saat May Day 2026

Polisi Bakal Pulangkan Ratusan Orang yang Diduga Hendak Rusuh Saat May Day 2026

Sebanyak 101 orang diduga kelompok perusuh diamankan Polda Metro Jaya saat berlangsungnya aksi May Day 2026, di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (1/5/2026). Ratusan orang ini hendak melakukan penyusupan dan membuat kerusuhan saat penyampaian pendapat berlangsung.
May Day 2026 di Monas Jadi Bukti Keberpihakan Negara ke Kelas Pekerja Bukan Sekadar Isapan Jempol

May Day 2026 di Monas Jadi Bukti Keberpihakan Negara ke Kelas Pekerja Bukan Sekadar Isapan Jempol

Kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto dalam momentum May Day 2026 yang berlangsung di kawasan Monas dengan dihadiri berbagai kelompok buruh dinilai menjadi simbol pengakuan negara terhadap posisi strategis kelas pekerja dalam menopang arah ekonomi bangsa.
Meski Puteri Indonesia 2026 Usai, Gisela Thesa Nostalgia Ditanya Gubernur Sherly Tjoanda: Masih Gak Nyangka

Meski Puteri Indonesia 2026 Usai, Gisela Thesa Nostalgia Ditanya Gubernur Sherly Tjoanda: Masih Gak Nyangka

Puteri Indonesia Pendidikan 2026 DKI Jakarta 2, Gisela Belicia Alma Thesalonica bersyukur ditanya Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos soal pemimpin perempuan.
Replika Rudal Bertuliskan 'Stop War' Diarak Massa May Day 2026 di Depan Gedung DPR/MPR

Replika Rudal Bertuliskan 'Stop War' Diarak Massa May Day 2026 di Depan Gedung DPR/MPR

Massa buruh menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR dalam rangka memperingati hari buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026).
Transformasi Digital Tangsel Dimulai, Banyamin Davnie Sebut HELITA Jadi Asisten Warga 24 Jam

Transformasi Digital Tangsel Dimulai, Banyamin Davnie Sebut HELITA Jadi Asisten Warga 24 Jam

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan pihaknya siap melayani warga dengan teknologi terbaru.

Trending

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Jadi Penasihat Teknik Timnas Indonesia Football 7: Mental dan Fisik Pemain Timnas Indonesia Lemah

Shin Tae-yong menilai bahwa bakat besar yang dimiliki pemain Indonesia kerap terhambat oleh dua faktor mendasar: mentalitas dan kondisi fisik. Hasil pengamatannya
Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan Gandeng Pacar Baru saat Wisuda Sarjana, Tanda Sudah Move On dari Azizah Salsha?

Pratama Arhan dikabarkan menggandeng kekasih baru di momen spesialnya. Di momen tersebut, ia diisukan mengajak serta Inka Andestha, seorang pengusaha skincare.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jawab 'Menohok' Soal Kabar Viral Ormas Kuasai Perlintasan Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jawab 'Menohok' Soal Kabar Viral Ormas Kuasai Perlintasan Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi merespons kabar viral di media sosial mengenai pintu pintu sementara perlintasan kereta api di Jalan Ampera kawasan Bekasi Timur.
Meski Puteri Indonesia 2026 Usai, Gisela Thesa Nostalgia Ditanya Gubernur Sherly Tjoanda: Masih Gak Nyangka

Meski Puteri Indonesia 2026 Usai, Gisela Thesa Nostalgia Ditanya Gubernur Sherly Tjoanda: Masih Gak Nyangka

Puteri Indonesia Pendidikan 2026 DKI Jakarta 2, Gisela Belicia Alma Thesalonica bersyukur ditanya Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos soal pemimpin perempuan.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Guyur Rp1,1 Miliar untuk Biaya Hidup 768 Calon Jemaah Haji, Tiap Orang Dapat Rp1,5 Juta

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Guyur Rp1,1 Miliar untuk Biaya Hidup 768 Calon Jemaah Haji, Tiap Orang Dapat Rp1,5 Juta

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos mewakili Pemprov Malut memberikan biaya hidup berupa uang saku Rp1,152 miliar untuk 768 calon jemaah haji asal Malut.
Jadi Markas Live Streaming Video Syur dan Judi Online di Aplikasi, Polda Metro Jaya Gerebek Apartemen di Kota Tangsel

Jadi Markas Live Streaming Video Syur dan Judi Online di Aplikasi, Polda Metro Jaya Gerebek Apartemen di Kota Tangsel

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek dua lokasi di wilayah Tangerang Selatan yang diduga dijadikan sebagai markas praktik live streaming video syur di aparatemen kawasan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Berapa Harta Kekayaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Anda mungkin juga bertanya-tanya, dari mana saja sumber kekayaan yang dimiliki Dedi Mulyadi. Inilah beberapa sumber penghasilan yang dimiliki Dedi Mulyadi.
Selengkapnya

Viral