AS Gempur Kharg Island, Pulau Minyak Strategis Iran Dibombardir Saat Perang Memanas
- Reuters
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat ini setiap hari.
Trump bahkan mengisyaratkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat dapat segera mengawal kapal tanker yang melintas di wilayah tersebut.
Iran Peringatkan Balasan Jika Pulau Diserang
Sebelum serangan terjadi, pejabat tinggi Iran telah mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika pulau-pulau strategisnya diserang.
Ia menyatakan Iran dapat “meninggalkan semua bentuk penahanan diri” apabila terjadi agresi terhadap wilayahnya.
Peringatan ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah analis menilai serangan terhadap Kharg Island bisa menjadi titik balik yang berbahaya dalam konflik ini.
Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak
Serangan AS terhadap Kharg Island juga memicu kekhawatiran besar di pasar energi global. Ketegangan di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia langsung melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2022.
Para analis energi memperingatkan bahwa jika jalur ekspor Iran benar-benar terganggu atau Selat Hormuz ditutup, harga minyak bisa melonjak tajam dan memicu krisis energi global.
Sejumlah negara bahkan mulai mempertimbangkan untuk menggunakan cadangan minyak strategis mereka guna mengantisipasi gangguan pasokan.
Seorang mantan perwira militer Amerika Serikat mengatakan bahwa dampak dari serangan ini bisa membuat harga minyak “keluar dari kendali” jika konflik terus meningkat.
Pentagon Kirim Pasukan Marinir ke Timur Tengah
Di tengah meningkatnya ketegangan, Pentagon mengumumkan akan mengirimkan satu unit Marine Expeditionary Unit ke kawasan Timur Tengah.
Unit ini biasanya terdiri dari sekitar 2.500 marinir dan pelaut yang dilatih untuk merespons krisis secara cepat.
Meski demikian, hingga kini belum jelas di mana tepatnya pasukan tersebut akan ditempatkan atau misi apa yang akan mereka jalankan.
Pengiriman pasukan ini dinilai sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar.
Load more