GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Cuma Angka, Kemendagri Kembangkan Instrumen Ukur Kinerja Penurunan Pengangguran

Kepala BSKDN Kemendagri menyatakan bahwa upaya menekan pengangguran tidak cukup dinilai dari hasil akhir saja, tetapi juga harus melihat proses tata kelola pendukung.
Selasa, 17 Maret 2026 - 21:58 WIB
Forum Diskusi Aktual bertajuk “Pengukuran dan Penilaian Kinerja Pemda dalam Penurunan Tingkat Pengangguran di Daerah” yang digelar BSKDN Kemendagri.
Sumber :
  • Kemendagri

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat perannya dalam mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintah daerah, terutama untuk menekan angka pengangguran.

Melalui Forum Diskusi Aktual bertema “Pengukuran dan Penilaian Kinerja Pemda dalam Penurunan Tingkat Pengangguran di Daerah”, BSKDN menginisiasi penyusunan instrumen penilaian yang komprehensif dan berbasis data guna mengukur kinerja daerah secara lebih akurat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menyatakan bahwa upaya menekan pengangguran tidak cukup dinilai dari hasil akhir saja, tetapi juga harus melihat proses tata kelola yang mendukungnya.

Ia menjelaskan, pengukuran kinerja perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan kebijakan, pelaksanaan program, dukungan anggaran, hingga inovasi daerah di bidang ketenagakerjaan.

“Kami sangat mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan daerah dalam menurunkan angka pengangguran. Namun demikian, diperlukan instrumen pengukuran yang lebih komprehensif agar capaian tersebut dapat dinilai secara objektif dan berkelanjutan,” ujar Yusharto di Command Center BSKDN pada Selasa (17/3/2026).

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penyusunan metodologi pengukuran, termasuk melibatkan kalangan akademisi serta kementerian dan lembaga terkait.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak, terutama dalam penyusunan indikator dan penyediaan data yang memadai, akan memperkuat proses observasi di lapangan.

“Kami sangat terbuka untuk menyempurnakan indikator yang ada. Dukungan data yang kuat menjadi kunci agar hasil pengukuran bisa lebih komprehensif,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yusharto menegaskan bahwa pengukuran kinerja tidak hanya berfokus pada tingkat pengangguran terbuka, tetapi juga harus memperhatikan peningkatan kesempatan kerja.

“Kita mau lihat dari dua aspek baik terkait tingkat pengangguran terbuka, maupun dari aspek kesempatan kerja, ini penting agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran," jelasnya.

Sementara itu, Peneliti Senior The SMERU Research Institute Asep Suryahadi menilai indikator yang digunakan harus mampu menjawab persoalan ketenagakerjaan secara lebih spesifik dan kontekstual.

Ia menggarisbawahi sejumlah isu penting, seperti tingginya tingkat pengangguran usia muda dibandingkan rata-rata nasional, rendahnya partisipasi angkatan kerja perempuan yang cenderung stagnan, serta dominasi pekerja di sektor informal yang rentan dan minim kepastian kerja.

Menurutnya, tanpa indikator yang tepat, pengukuran kinerja daerah berpotensi tidak mampu menangkap akar persoalan ketenagakerjaan secara menyeluruh.

"Ada indikator-indikator yang perlu menjadi perhatian sehingga tantangan ketenagakerjaan dapat terjawab dengan tepat," ungkapnya.

Pandangan serupa disampaikan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan M. Mustafa Sarinanto. Ia menyebut tren pengangguran nasional mulai menunjukkan perbaikan setelah pandemi, meski masih menyisakan tantangan terkait kualitas pekerjaan.

“Memang pengangguran sempat meningkat sejak pandemi COVID-19, namun saat ini sudah mulai melandai. Dari 2021 hingga 2025, jumlah pengangguran menunjukkan tren penurunan. Namun, sebagian besar penyerapan tenaga kerja masih terjadi di sektor informal dengan tingkat upah yang relatif rendah,” jelas Mustafa.

Ia menambahkan, tingginya dominasi sektor informal yang cenderung stagnan menunjukkan pasar kerja belum sepenuhnya bergerak ke arah yang lebih produktif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, pengukuran kinerja dinilai tidak cukup hanya mengandalkan data Sakernas, melainkan perlu pendekatan yang lebih luas dan terintegrasi.

“Ini menandakan kita tidak hanya berbicara soal penurunan angka pengangguran, tetapi juga kualitas pekerjaan. Karena itu, pengukuran tidak bisa hanya mengandalkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional), melainkan perlu pendekatan yang lebih luas dan terintegrasi,” pungkasnya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Mau Seperti Valentino Rossi, Marc Marquez Blak-blakan Bilang Dirinya Tak akan Balapan di MotoGP Sampai Usia 40 Tahun

Tak Mau Seperti Valentino Rossi, Marc Marquez Blak-blakan Bilang Dirinya Tak akan Balapan di MotoGP Sampai Usia 40 Tahun

Rider Ducati sekaligus juara bertahan MotoGP yakni Marc Marquez, mengungkapkan berapa lama kemungkinan dirinya masih akan berkarier di dunia balap motor ini.
Jelang Nyepi di Bali, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Menurun

Jelang Nyepi di Bali, Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Menurun

Jelang ditutup sementara pelayaran di Selat Bali, antrean kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, menurun.
Jakarta Pertamina Enduro Kejar Tahta Klasemen di Final Four Proliga 2026, Megatron Cs Siap Comeback Lebih Kuat

Jakarta Pertamina Enduro Kejar Tahta Klasemen di Final Four Proliga 2026, Megatron Cs Siap Comeback Lebih Kuat

Persaingan di klasemen Proliga 2026 sektor putri sangat ketat. Megatron bersama Jakarta Pertamina Enduro berada di peringkat kedua dengan 15 poin, tepat di bawah
Puncak Arus Mudik KAI Daop 8 Layani 50 Ribu Lebih Penumpang

Puncak Arus Mudik KAI Daop 8 Layani 50 Ribu Lebih Penumpang

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat hari ini, Rabu (18/3), sebagai puncak arus mudik Lebaran 2026.
Ketum YLBHI Singgung Prabowo Terkait Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Ketum YLBHI Singgung Prabowo Terkait Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), M Isnur menyinggung Presiden Prabowo Subianto dalam kasus penyiraman air keras aktivis KontraS.
Dua Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Teridentifikasi Polisi: Terduga Pelaku Eksekutor

Dua Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Teridentifikasi Polisi: Terduga Pelaku Eksekutor

Polda Metro Jaya mengidentifikasi dua pelaku yang memiliki peran sebagai eksekutor dalam insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Trending

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Sanksi untuk Persib Bandung Pasca Kericuhan di Laga ACL 2 Sudah Keluar?

Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komite Disiplin dan Etik Terbaru, Sanksi untuk Persib Bandung Pasca Kericuhan di Laga ACL 2 Sudah Keluar?

AFC kembali mengumumkan hasil sidang Komite Disiplin dan Etik Tebaru pada Selasa (17/3/2026). Apakah sanksi untuk Persib pasca kericuhan di ACL 2 sudah keluar?
Resmi! FIFA Kucurkan Cuan Fantastis dengan Nominal yang Bikin Melongo usai Putros Dipanggil Timnas Irak, Persib Bandung Ketiban Durian Runtuh

Resmi! FIFA Kucurkan Cuan Fantastis dengan Nominal yang Bikin Melongo usai Putros Dipanggil Timnas Irak, Persib Bandung Ketiban Durian Runtuh

Persib Bandung dipastikan menerima dana FIFA dengan nominal fantastis lewat program CBP setelah Frans Putros dipanggil Timnas Irak ke playoff Piala Dunia 2026.
Dedi Mulyadi Singgung Jabatan Istri Kades Hoho, Akhirnya Terungkap Awal Mula Jadi Sekdes

Dedi Mulyadi Singgung Jabatan Istri Kades Hoho, Akhirnya Terungkap Awal Mula Jadi Sekdes

​​​​​​​Dedi Mulyadi menyinggung jabatan istri Kades Hoho yang menjadi sekdes. Terungkap sang istri sudah dulu menjabat sebelum Hoho Alkaf menjadi kepala desa.
Jawab Keresahan, Gubernur KDM Bongkar Penyebab THR PPPK Paruh Waktu di Jabar Dibayar Kecil: Kebentur PP 9 Tahun 2026

Jawab Keresahan, Gubernur KDM Bongkar Penyebab THR PPPK Paruh Waktu di Jabar Dibayar Kecil: Kebentur PP 9 Tahun 2026

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) mengupas alasan besar Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2026 PPPK (P3K) paruh waktu tidak bisa cair sepenuhnya.
Tiba-tiba Media AS dan Italia Soroti Sejumlah Penggawa Timnas Indonesia, Maarten Paes hingga Emil Audero

Tiba-tiba Media AS dan Italia Soroti Sejumlah Penggawa Timnas Indonesia, Maarten Paes hingga Emil Audero

Timnas Indonesia semakin mendapat perhatian dunia. Hal itu terlihat dari mulai seringnya para pemain skuad Garuda dibahas oleh media asing, mulai dari Amerika -
Kontroversi Final! Senegal Dicoret, Maroko Resmi Juara Piala Afrika

Kontroversi Final! Senegal Dicoret, Maroko Resmi Juara Piala Afrika

Maroko resmi dinyatakan sebagai juara Piala Afrika setelah bandingnya dikabulkan Confederation of African Football (CAF) saat berhadapan dengan Senegal.
Update Arus Mudik: Macet Luar Biasa 29 Kilometer di Tol Jakarta-Cikampek, Tol Layang MBZ Sama Padatnya

Update Arus Mudik: Macet Luar Biasa 29 Kilometer di Tol Jakarta-Cikampek, Tol Layang MBZ Sama Padatnya

Memasuki hari yang diprediksi sebagai puncak arus mudik 2026, kemacetan panjang mulai menyergap para pengendara di Ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jawa Tengah. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT