GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Efisiensi Nyata Kendaraan Listrik, Biaya Operasional Sopir Taksi Online Turun Drastis

Pengemudi taksi online beralih ke kendaraan listrik dan berhasil memangkas biaya operasional hingga 65 persen, jauh lebih hemat dibanding mobil bensin.
Minggu, 22 Maret 2026 - 19:32 WIB
Ilustrasi Mobil Listrik
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, tvOnenews.com - Peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) mulai dirasakan manfaatnya oleh para pengemudi taksi online di Indonesia. Salah satu keuntungan paling menonjol adalah efisiensi biaya operasional harian yang turun signifikan, bahkan hingga lebih dari setengah dibandingkan mobil konvensional.

Pengemudi taksi daring, Kholid Syaifulloh (51), mengungkapkan bahwa penggunaan kendaraan listrik telah mengubah secara drastis pengeluaran hariannya. Setelah 15 tahun mengandalkan mobil berbahan bakar bensin, ia kini merasakan perbedaan yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau dihitung secara kasar, biaya operasional harian sekarang hanya sekitar 35 persen dibandingkan saat masih pakai mobil bensin,” ujar Kholid.

Pengalaman 15 Tahun Jadi Pembanding Nyata

Pengalaman panjang Kholid di dunia transportasi daring membuatnya memiliki gambaran jelas mengenai perbedaan biaya antara kendaraan konvensional dan listrik. Sebelumnya, ia harus menghadapi fluktuasi harga BBM yang tidak menentu, bahkan risiko kelangkaan bahan bakar yang sempat terjadi di beberapa wilayah.

Kini, dengan kendaraan listrik, ia mengaku lebih tenang karena biaya energi menjadi lebih stabil. Meski proses pengisian daya membutuhkan waktu, efisiensi yang didapatkan dinilai jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Dengan jarak tempuh harian mencapai sekitar 350 kilometer dari Bekasi menuju pusat Jakarta, Kholid mampu mengatur waktu pengisian daya secara efektif. Ia memanfaatkan fasilitas pengisian cepat atau fast charging yang kini semakin mudah ditemukan di berbagai titik strategis.

Strategi Charging Jadi Kunci Produktivitas

Menurut Kholid, kunci utama dalam menggunakan kendaraan listrik adalah manajemen waktu saat melakukan pengisian daya. Dengan strategi yang tepat, aktivitas mencari penumpang tetap berjalan optimal tanpa mengganggu produktivitas.

Ia menyebutkan bahwa total biaya pengisian daya harian bahkan tidak mencapai Rp100.000. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar yang sebelumnya harus ia keluarkan saat menggunakan mobil bensin.

“Dengan pengaturan waktu yang pas saat charging, saya tetap bisa bekerja maksimal tanpa terbebani biaya operasional tinggi,” jelasnya.

Perbandingan Biaya: EV vs Mobil Bensin

Efisiensi kendaraan listrik juga dirasakan oleh pengemudi lainnya, Noval Gamawan (50). Ia mengungkapkan bahwa selisih biaya operasional antara kendaraan listrik dan mobil berbahan bakar bensin sangat mencolok.

Berikut perbandingan biaya yang ia rasakan:

  • Kendaraan listrik (EV):

    • Biaya isi daya penuh: Rp51.600

    • Jarak tempuh: ±285 km

  • Mobil bensin (ICE):

    • Biaya harian BBM: Rp300.000 – Rp400.000

    • Jarak tempuh relatif setara

Perbandingan ini menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan listrik mampu menekan biaya operasional hingga lebih dari 60 persen.

Lebih Efisien Saat Hadapi Kemacetan

Selain efisiensi biaya, kendaraan listrik juga dinilai lebih unggul saat digunakan di kondisi lalu lintas padat seperti di Jakarta. Pola berkendara stop-and-go yang biasanya membuat konsumsi BBM meningkat justru tidak berdampak signifikan pada kendaraan listrik.

Noval menjelaskan bahwa mobil listrik tetap efisien meski sering berhenti dan berjalan secara berulang. Hal ini berbeda dengan mobil bensin yang cenderung lebih boros dalam kondisi serupa.

“Kalau mobil bensin, macet itu bikin boros karena sering gas dan rem. Di EV, itu tidak terlalu berpengaruh, jadi lebih hemat,” ujarnya.

Performa Lebih Ringan dan Lincah

Keunggulan lain yang dirasakan para pengemudi adalah performa kendaraan listrik yang lebih ringan dan responsif. Hal ini menjadi nilai tambah saat harus bermanuver di tengah kemacetan.

Noval mengaku kendaraan listrik terasa lebih lincah dibandingkan mobil konvensional. Respons akselerasi yang instan juga membantu pengemudi dalam menghadapi kondisi jalan perkotaan yang dinamis.

“Mobilnya terasa lebih ringan dan gesit, jadi lebih nyaman dipakai di jalan padat,” katanya.

Tren Kendaraan Listrik Kian Diminati

Pengalaman para pengemudi taksi online ini menjadi gambaran nyata bahwa kendaraan listrik bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Efisiensi biaya operasional menjadi faktor utama yang mendorong semakin banyak pengemudi beralih ke kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan dukungan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang, serta biaya energi yang lebih stabil, kendaraan listrik berpotensi menjadi pilihan utama dalam industri transportasi daring ke depan.

Peralihan ini tidak hanya berdampak pada penghematan individu, tetapi juga membuka peluang efisiensi yang lebih luas dalam sektor transportasi perkotaan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Operasi pencarian terhadap pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Maluku Utara, berakhir dengan penemuan yang memilukan. 
Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Eskalasi kekerasan di tanah Papua yang terus meningkat kini menjadi alarm bagi pemerintah pusat. 
Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda salah ucap di hadapan jemaah haji, Kades Hoho nekat lantik perangkat desa setelah curhat ke KDM, 3 alasan pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee.
Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polresta Padang tengah bekerja keras mengusut tuntas penyebab kecelakaan maut yang melibatkan enam kendaraan di Jalan Raya Padang Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

Trending

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal filosofi ekologi Padjadjaran di sela-sela aktivitasnya menyusuri hutan lindung seluas 2,5 hektare di sekitar Istana Cipanas. 
Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung resmi mengonfrimasi secara langsung bahwa Megawati Hangestri bermain untuk timnya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Ali mengatakan perkembangan signifikan baru terlihat setelah adanya pergantian pejabat kepolisian pada awal 2026. Dari hasil pendalaman, muncul dugaan adanya pihak internal ponpes yang ikut membantu memuluskan aksi Kiai Ashari.
Santriwati Bongkar Awal Mula Terjadi Pelecehan di Ponpes Pati, Sebut Pelaku Tidurnya Sering Pindah-pindah

Santriwati Bongkar Awal Mula Terjadi Pelecehan di Ponpes Pati, Sebut Pelaku Tidurnya Sering Pindah-pindah

​​​​​​​Santriwati bongkar awal dugaan pelecehan di Ponpes Pati oleh pelaku, termasuk kebiasaan pelaku yang disebut sering pindah tidur. Simak ceritanya!
Selengkapnya

Viral