Menkes Budi Gunadi Sadikin Tegas: Banyak Warga “Libur” Minum Obat Saat Lebaran, Ini Pemicu Lonjakan Pasien
- Rika-tvOne
Ia menegaskan, mengabaikan konsumsi obat di tengah pola makan yang tidak terkontrol justru menjadi kombinasi berbahaya bagi kesehatan.
Lebaran Boleh, Kesehatan Tetap Prioritas
Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa merayakan Lebaran dengan keluarga adalah hal yang wajar dan penting. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan.
“Kumpul keluarga dan makan enak boleh, tapi jangan sampai abai menjaga tubuh sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak kasus pasien yang harus dirawat setelah Lebaran sebenarnya bisa dicegah jika mereka tetap disiplin menjalani pengobatan.
Peran Keluarga Sangat Penting
Lebih lanjut, Menkes mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan, terutama kepada anggota keluarga yang memiliki penyakit kronis.
Peran keluarga dinilai sangat penting dalam memastikan:
-
Orang tua tetap minum obat tepat waktu
-
Anggota keluarga tidak berlebihan dalam konsumsi makanan berisiko
-
Pola hidup sehat tetap dijaga selama libur panjang
“Yuk saling mengingatkan, terutama untuk orang tua dan keluarga yang harus minum obat rutin setiap hari,” kata Budi.
Risiko Komplikasi Mengintai Pasca Lebaran
Jika kebiasaan “libur” minum obat terus terjadi, risiko komplikasi serius bisa meningkat, di antaranya:
-
Lonjakan gula darah drastis (pada diabetes)
-
Tekanan darah tidak terkontrol (hipertensi)
-
Peningkatan kadar lemak darah (kolesterol tinggi)
Kondisi tersebut dapat berujung pada komplikasi lebih berat seperti stroke, serangan jantung, hingga perawatan intensif di rumah sakit.
Kepatuhan Minum Obat Jadi Kunci
Sebagai penutup, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kunci utama menjaga kesehatan selama Lebaran adalah kedisiplinan dalam menjalani pengobatan.
Libur panjang seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghentikan rutinitas penting yang berkaitan dengan kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis.
Dengan tetap minum obat sesuai anjuran dan menjaga pola makan, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman tanpa risiko kesehatan yang serius. (nsp)
Load more