Sempat Diingatkan Gubernur Dedi Mulyadi, Penyapu Koin di Jembatan Sewo Tertabrak Mobil Elf saat Arus Balik
- Istimewa
Dedi Mulyadi Guyur Kompensasi Rp600 Ribu
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dedi Mulyadi memahami tradisi tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun. Ratusan warga menjalani kegiatan sapu koin bermula dari mitos tragis dialami kakak beradik, Saedah dan Saenih.
Pada saat itu, kakak beradik tersebut meninggal dunia di Jembatan Sewo. Pad 1974, kendaraan bus terlibat dalam kecelakaan maut.
Dari insiden itu, ratusan warga berharap pengendara melempar uang, minimal dalam berbentuk koin. Mereka menganggap koin yang dilempar sebagai saweran hingga sedekah dari pengendara.
Selain itu, pengandara dipercaya akan terhindar dari gangguan mistis dan koin yang dilempar dipercaya dapat menjaga keselamatan saat melintasi jalur Pantura.
Sebagai Gubernur, Dedi Mulyadi memberikan kompensasi sebesar Rp600 ribu terhadap warga yang tidak beraktivitas menyapu koin sampai 28 Maret 2026 di tengah periode libur Lebaran 2026.
Dedi Mulyadi mengatakan, hitungan kompensasi yang diguyur oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sebesar Rp50.000 per hari.
"Nanti saya urus dengan kepala desa. Ini saya kasih paket uang untuk lebaran. 16 hari nggak boleh cari-cari koin ya," jelas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi memastikan para warga benar-benar berhenti menjalani tradisi yang dinilai dapat membahayakan keselamatan mereka maupun pengendara melintasi area tersebut.
"Mau menurut nggak?," tegas KDM.
Sebagian warga pun menerima tawaran tersebut. Namun setelah KDM meninggalkan lokasi, beberapa penyapu koin kembali berjejeran di pinggir jalan di sepanjang area Jembatan Sewo.
Mereka tolak menerima uang kompensasi Rp600 ribu yang diguyur oleh KDM. Mereka menganggap tradisi ini hanya terjadi setahun sekali, terutama saat periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Mereka bahkan menganggap penghasilan dari menyapu koin per hari lebih besar ketimbang uang kompensasi yang diberikan oleh Gubernur Jabar tersebut.
(hap)
Load more