Waspadai Gelombang Kedua 28-29 Maret, Kapolri: Puncak Arus Balik Pertama Sudah Terlewati
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan jaminan bahwa pengendalian arus balik Lebaran 2026 telah berjalan secara efektif dan maksimal.
Hal tersebut disampaikan usai dirinya meninjau langsung situasi pergerakan kendaraan melalui Jasa Marga Toll Road Command Center di Jatiasih, Bekasi, Rabu.
Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah memfokuskan perhatian pada potensi kepadatan susulan yang diperkirakan bakal terjadi pada tanggal 28 dan 29 Maret mendatang.
"Alhamdulillah, artinya kita melihat bahwa puncak arus balik kurang lebih sudah terjadi tadi malam (Selasa, 24/3), tinggal kita urai untuk yang lain (arus balik lanjutan)," kata Sigit.
Berdasarkan data kepolisian, gelombang pertama puncak arus balik telah terjadi pada Selasa (24/3). Sebanyak 256.338 unit kendaraan tercatat memasuki area Jakarta dan sekitarnya pada hari tersebut.
Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 223.163 kendaraan.
Hingga Selasa siang secara kumulatif, diperkirakan sekitar 2,04 juta kendaraan telah kembali ke Jakarta. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 2.521.229 kendaraan yang sebelumnya terpantau meninggalkan ibu kota pada masa arus mudik.
"Jadi, kami harapkan dalam sisa waktu yang ada karena diprediksi ada puncak arus balik lagi tanggal 28 dan 29 (Maret), sisa kendaraan yang belum kembali dan kemungkinan biasanya juga ada tambahan dari masyarakat yang akan ke Jakarta," ujarnya.
Kapolri memastikan bahwa strategi rekayasa lalu lintas tetap akan diterapkan secara situasional demi menjaga kelancaran jalan.
Berbagai kebijakan seperti sistem satu arah (one way) nasional maupun lokal, hingga penerapan contraflow, terus disiagakan.
Pihak kepolisian tetap menaruh kewaspadaan tinggi pada pemudik yang baru akan melakukan perjalanan pulang di akhir pekan ini.
"Kami sudah mulai melakukan perubahan rekayasa untuk one way nasional menjadi one way sepenggal. Namun demikian, kami tetap terus waspada apabila nanti terjadi bangkitan yang tinggi mau tidak mau kami akan menyesuaikan," jelas Sigit.
Meskipun pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berakhir pada 25 Maret, Kapolri menegaskan bahwa jajaran Polri tidak akan kendor.
Melalui mekanisme Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), personel akan tetap bersiaga memberikan pelayanan dan pengamanan di lapangan.
Load more