DPR Sorot Mundurnya Kabais TNI, Proses Hukum Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Boleh Berhenti
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Mundurnya Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo usai polemik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus jadi sorotan DPR.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengapresiasi sekaligus menegaskan bahwa keputusan Kabais TNI itu patut dicontoh.Â
Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan tanggung jawab moral seorang pimpinan atas pelanggaran yang dilakukan bawahannya. Mundurnya Kabais TNI dianggap sebagai komitmen terhadap akuntabilitas dan integritas instansi
"Ini menjadi contoh yang baik dan semoga bisa ditiru oleh kita semua," kata TB Hasanuddin dikutip Minggu (29/3/2026).
- Tangkapan Layar Instagram @podcastseninsore
Meski demikian, TB Hasanuddin menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut tidak boleh menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.Â
Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu meminta agar penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus tetap dilanjutkan secara menyeluruh dan terbuka.
Ia menekankan bahwa proses hukum tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga harus mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi dalang di balik kejadian tersebut.
"Ini penting agar tidak menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di tengah masyarakat," katanya.
- Syifa Aulia/tvOnenews.com
Selain itu, ia mengingatkan peran DPR RI dalam fungsi pengawasan, termasuk melalui mekanisme pengawasan intelijen yang harus dijalankan secara optimal agar kasus ini dapat diungkap secara jelas kepada publik.
Sebelumnya, Markas Besar TNI menyampaikan bahwa jabatan Kabais yang dipegang Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan sebagai bagian dari proses pertanggungjawaban terkait kasus tersebut.
Namun, pihak TNI belum memaparkan secara rinci kronologi maupun detail langkah lanjutan atas perkara tersebut.
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah saat jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta. (rpi)
Load more