News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ayah di Kebumen Tega Setubuhi Anak Kandung Selama 2 Tahun, Ancam Bunuh Jika Permintaannya Ditolak

Seorang ayah di Kebumen tega menyetubuhi anak kandungnnya sendiri yang masih berusia 12 tahun selama bertahun-tahun. Pelaku dilaporkan ke polisi oleh sang istri
Kamis, 2 April 2026 - 07:24 WIB
polres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat gelar jumpa pers kasus persetubuhan oleh ayah kandung di Mapolres Kebumen, Rabu (1/4/2026).
Sumber :
  • Wawan Setyawan/tvOne

Kebumen, tvOnenews.com - Seorang ayah di Kebumen tega menyetubuhi anak kandungnnya sendiri selama bertahun-tahun.

Pelaku berinisial M (34) tega melakukan persetubuhan terhadap anak gadisnya yang masih berusia 12 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini bermula dari ibu korban, yang suami alias pelaku ke Polres Kebumen pada 18 Maret 2026 lalu. 

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pengungkapan dan penanganan kasus ini merupakan upaya kepolisian melakukan perlindungan terhadap korban.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat gelar jumpa pers kasus persetubuhan oleh ayah kandung di Mapolres Kebumen, Rabu (1/4/2026).
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat gelar jumpa pers kasus persetubuhan oleh ayah kandung di Mapolres Kebumen, Rabu (1/4/2026).
Sumber :
  • Wawan Setyawan/tvOne

"Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kebumen melalui serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi," ujar Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama dalam konferensi pers, di Mapolres Kebumen Rabu (1/4/2026).

Dari hasil penyelidikan, korban yang masih berusia 12 tahun diduga mengalami tindakan kekerasan seksual berulang sejak 2024 hingga terakhir pada Februari 2026. 

Peristiwa terakhir terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Kuwarasan.

"Seorang pria berinisial M yang tidak lain adalah suami pelapor telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini," ucap Kapolres. 

Kapolres menjelaskan, tersangka diduga melakukan perbuatannya dengan cara mengancam korban agar menuruti keinginannya. 

"'Awas koe nek ora gelem tak entengna neng enyong, panteni sisan'. (Awas kamu kalau tidak mau habis di saya, saya bunuh sekalian)," tutur Kapolres melanjutkan. 

Tekanan psikologis tersebut membuat korban berada dalam kondisi takut dan tidak berdaya. 

Korban akhirnya memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibunya setelah mengalami trauma dan ketakutan. 

"Dari situlah perkara ini terungkap," tutup Kapolres.

Dalam proses penanganan perkara ini, polisi telah mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti berupa pakaian yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 473 ayat (4) dan ayat (9) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Ancaman hukuman dalam pasal tersebut berupa pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun, serta pidana denda hingga Rp5 miliar. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Beroperasi Normal

Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Beroperasi Normal

Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung sudah Kembali beroperasi normal hari ini. 
Muncul Fakta Baru, Pelaku Kasus Dugaan Pelecehan Menjabat sebagai Wakasek Kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan

Muncul Fakta Baru, Pelaku Kasus Dugaan Pelecehan Menjabat sebagai Wakasek Kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan

Viral di media sosial, kalau terduga pelaku ketahuan melakukan pelecehan karena sering mengirim pesan terhadap seorang siswi di SMAN 1 Pamanukan.
5 Fakta Pelecehan Seksual Oknum Guru di SMAN 1 Pamanukan

5 Fakta Pelecehan Seksual Oknum Guru di SMAN 1 Pamanukan

Berikut deretan fakta terkait kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum guru terhadap peserta didiknya di SMAN 1 Pamanukan, Subang beberapa waktu lalu
Reaksi Berkelas Harry Kane soal Peluang Menangkan Ballon d'Or

Reaksi Berkelas Harry Kane soal Peluang Menangkan Ballon d'Or

Harry Kane menjadi sorotan dalam perebutan Ballon d’Or. Bintang timnas Inggris itu pun buka suara soal peluang meraih penghargaan individu paling bergengsi.
Paceklik Mengancam, Pemerintah Banjiri Pasar dengan 1 Juta Ton Beras SPHP

Paceklik Mengancam, Pemerintah Banjiri Pasar dengan 1 Juta Ton Beras SPHP

Pemerintah menyiapkan langkah agresif untuk meredam kenaikan harga pangan yang terjadi saat Indonesia memasuki musim paceklik di tengah kemarau yang lebih kering.
Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Belum Tentu Digelar di SUGBK, Izin Kepolisian Belum Terbit

Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Belum Tentu Digelar di SUGBK, Izin Kepolisian Belum Terbit

Pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung masih belum pasti digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sebab, kepolisian tak kunjung menerbitkan izin.

Trending

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

AT diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa

AT diamankan polisi usai aksi ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan Subang menggeruduk kantornya hingga sempat terjadi kejar-kejaran saat dirinya hendak melarikan diri
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
4 Zodiak yang Diprediksi Kariernya Makin Cemerlang Besok 9 September 2026, Gemini Dapat Peluang Tak Terduga

4 Zodiak yang Diprediksi Kariernya Makin Cemerlang Besok 9 September 2026, Gemini Dapat Peluang Tak Terduga

Karier 4 zodiak ini diprediksi makin cemerlang besok, 9 September 2026. Ada yang mulai dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga panen hasil kerja keras!
Selengkapnya

Viral