News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bahagianya Gubernur Dedi Mulyadi soal Pemberlakuan WFH ASN 1 Hari: Di Jabar Bisa Tekan Biaya Operasional

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi senang pemerintah pusat menerapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat bisa menekan kebutuhan biaya operasional.
Kamis, 2 April 2026 - 20:46 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Cirebon, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali menyoroti kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari seminggu yang resmi diterapkan oleh pemerintah. 

Dedi Mulyadi mengetahui pemerintah resmi menerapkan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN). Tujuan kebijakan WFH setiap hari Jumat demi efisiensi energi menghadapi konflik global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi menyikapi keputusan tersebut. Ia mengaku tidak kaget terkait adanya kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari seminggu setiap hari Jumat.

KDM sapaan akrabnya menegaskan, penerapan WFH di Jabar bahkan sudah diberlakukan lebih dulu. Baginya, kebijakan ini bukan hal baru.

"WFH di Jabar itu kan sudah berlangsung lama dan sudah berjalan," ujar Dedi Mulyadi di Cirebon, Kamis (2/4/2026).

Dedi Mulyadi Bahagia Pemerintah Pusat Perkuat Kebijakan WFH

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berada di Cirebon, Jabar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berada di Cirebon, Jabar
Sumber :
  • ANTARA/Fathnur Rohman

Walau demikian, Dedi Mulyadi tak bisa menutupi kebahagiaannya. Menurutnya, keputusan dari Pemerintah Pusat sebagai upaya penguatan dalam mendukung kebijakan WFH di Jabar.

"Jadi, kalau hari ini ada penguatan dari pemerintah pusat, ya kita lebih senang," ucap KDM.

Ia mengatakan, kebijakan WFH sudah berlaku dari sekitar enam bulan lalu. Mantan Bupati Purwakarta ini pun kembali mengungkap alasannya.

KDM menilai kinerja ASN tidak sekadar dilihat atau dipantau dari kehadiran secara fisik di kantor. Menurutnya, kinerja lainnya juga harus dicapai oleh mereka.

Mantan anggota DPR ini menganggap pemberlakuan kebijakan WFH ASN di Jabar tentu berdampak pada perubahan pola kerja. Hal itu minimal terjadi di lingkungan pemerintah.

KDM tidak hanya menyinggung tentang WFH. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sedang berupaya mewujudkan gebrakan yang saat ini menjadi fokus utama.

Pemprov Jabar menginginkan adanya dorongan perubahan, misalnya mengenai kebiasaan masyarakat di Jabar. Ia mencontohkan perubahan yang diinginkan pemerintah, salah satunya mengajak pelajar bisa berjalan kaki ke sekolah.

Selain itu, kata dia, Pemprov Jabar berupaya untuk melakukan pembatasan kendaraan bermotor terutama menyasar pada anak-anak sekolah.

"Kita dari dulu udah mengajak anak-anak ke sekolah jalan kaki. Kemudian, tidak bawa kendaraan bermotor," ucapnya.

KDM Ungkap Manfaat Kebijakan WFH

Lanjut, pria berusia 54 tahun ini menyampaikan manfaat dari kebijakan WFH. Setidaknya dapat mewujudkan dua tujuan utama Pemprov Jabar, yakni efisiensi internal pemerintah hingga pengurangan konsumsi pada bagian energi.

Ia menjelaskan tujuan utama dari sisi internal. Hasil kebijakan WFH begitu dahsyat dalam urusan melakukan penekanan biaya operasional birokrasi.

Ia berpendapat sebelum adanya pemberlakuan WFH, biaya operasional birokrasi cukup besar. Maka dari itu, ia berharap dari kebijakan ini sebagai langkah efektif menurunkan hal tersebut.

"Yang pertama, dari sisi internal pemerintah, itu menurunkan biaya produksi pemerintah," bebernya.

Ia mencontohkan penghematan yang nyata dari hasil kebijakan itu. Misalnya mengurangi penggunaan listrik, internet, hingga air.

Ia menambahkan, penghematan biaya pada tiga bagian ini bisa dialokasikan atau dialihkan ke sektor pembangunan.

Lanjut dia, biaya yang dihematkan bisa membantu pembangunan mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Kebijakan WFH tidak hanya berdampak pada penghematan biaya. Penerapan WFH bagi ASN bisa memicu penurunan dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Terlebih, kata dia, mobilitas aparatur sipil negara (ASN) di Jabar berkurang dari dampak kebijakan ini. Hal tersebut tentu membantu penghematan menggunakan BBM.

"Yang kedua adalah, hari ini WFH memiliki tujuan juga untuk menurunkan penggunaan BBM," jelasnya.

Ia menyampaikan penuturannya terkait implementasi kebijakan WFH. Penerapan ini sangat dirasakan dari penurunan biaya birokrasi di lingkungan Pemprov Jabar.

Kebijakan ini juga sangat terlihat bisa berdampak pada berkurangnya belanja perjalanan dinas. Ia mengatakan, komposisi pada bagian ini lebih terkendali dan sangat membantu untuk penambahan porsi anggaran pembangunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jabar belanja pegawainya paling tinggal 30 persen. 60 persen sudah untuk membangun," tukasnya.

(ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BYD Atto 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Teknologi Baterai Baru yang Bikin Penasaran

BYD Atto 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Teknologi Baterai Baru yang Bikin Penasaran

BYD Atto 2 bakal hadir di Indonesia dengan spesifikasi berbeda dari sejumlah pasar lain. Salah satu teknologi yang disorot adalah Blade Battery generasi kedua.
Fakta Mengejutkan! Pelaku Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Ternyata Memiliki IQ di Atas Rata-rata

Fakta Mengejutkan! Pelaku Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Ternyata Memiliki IQ di Atas Rata-rata

Hasil pemeriksaan psikologis terhadap Dwi Bagus Martono yang menunjukkan adanya kecenderungan kepribadian superior serta tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Awas WhatsApp Dibajak dari Jarak Jauh! Kenali 5 Tandanya Sebelum Pesan Pribadi dan Rekening Jadi Sasaran

Awas WhatsApp Dibajak dari Jarak Jauh! Kenali 5 Tandanya Sebelum Pesan Pribadi dan Rekening Jadi Sasaran

Kenali 5 ciri WhatsApp disadap atau dibajak dari jarak jauh, mulai dari kode OTP asing hingga pesan terkirim sendiri, serta cara memulihkannya
Kok Bisa AI Membutuhkan Banyak Air? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kok Bisa AI Membutuhkan Banyak Air? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kok bisa AI membutuhkan banyak air? Guru Besar FMIPA UI menjelaskan alasan data center memakai air untuk pendinginan dan cara menghematnya.
Gempa M 5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

Gempa M 5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

Wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), baru saja dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 pada Selasa (27/10) malam.
Viral Layar iPhone Duo Retak di Bagian Engsel, Apple Akhirnya Buka Suara dan Siapkan Penggantian

Viral Layar iPhone Duo Retak di Bagian Engsel, Apple Akhirnya Buka Suara dan Siapkan Penggantian

Layar bagian dalam iPhone Duo dilaporkan retak di area engsel. Apple mengakui masalah pada sejumlah kecil unit dan membuka layanan penggantian.

Trending

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Video yang memperlihatkan ikan asin diduga disemprot menggunakan cairan pembasmi serangga (Baygon) saat dijemur viral di media sosial. Ini bahaya insektisida.
Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Selengkapnya

Viral