Prabowo Pangkas Tenggat Jadi 7 Hari, Ratusan IUP Tambang Bermasalah Siap Dicabut Tanpa Kompromi
- istimewa
Kepentingan Nasional Jadi Prioritas Utama
Dalam pernyataannya, Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepentingan nasional harus berada di atas segalanya. Ia menolak segala bentuk intervensi kepentingan pribadi, kelompok, maupun relasi dalam pengelolaan sumber daya alam.
āKita hanya membela kepentingan nasional dan kepentingan rakyat,ā tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan arah kebijakan pemerintah dalam menata ulang sektor pertambangan agar lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada negara.
IUP Bermasalah Akan Dicabut Menyeluruh
Presiden memastikan bahwa pencabutan izin tidak akan dilakukan setengah-setengah. Seluruh IUP yang tidak sesuai prinsip atau melanggar aturan akan dicabut secara menyeluruh.
Langkah ini juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kontrol negara terhadap sumber daya alam strategis.
āKita cabut semua IUP yang tidak beres, harus di tangan negara,ā tegas Prabowo Subianto.
Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat institusi pemerintah dalam mengelola sektor pertambangan secara lebih profesional dan bertanggung jawab.
Sinyal Keras Reformasi Sektor Tambang
Ultimatum yang dikeluarkan Presiden menjadi sinyal kuat dimulainya reformasi di sektor pertambangan nasional. Pemerintah tampak ingin menutup celah praktik perizinan yang selama ini kerap disorot, terutama di kawasan sensitif seperti hutan lindung.
Dengan tenggat waktu yang sangat singkat dan instruksi tanpa kompromi, langkah ini diperkirakan akan berdampak besar pada industri tambang dalam waktu dekat.
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan arah baru pemerintahan Prabowo Subianto yang menempatkan penegakan aturan dan kepentingan negara sebagai prioritas utama. (agr/nsp)
Load more