News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Krisis Ketangguhan Mental Generasi Muda Menguat, Pendidikan Diminta Berubah Total

Guru Besar PTIQ Prof Susanto soroti krisis resiliensi generasi muda. Pendidikan diminta bertransformasi untuk cegah dampak serius masa depan bangsa.
Rabu, 8 April 2026 - 21:00 WIB
Ilustrasi Pendidikan
Sumber :
  • VIVA

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena krisis ketangguhan mental atau resiliensi generasi muda kini menjadi perhatian serius di tingkat global. Perubahan zaman yang begitu cepat, ditambah tekanan sosial dan derasnya arus informasi, menciptakan tantangan baru yang berdampak langsung pada kondisi psikologis remaja.

Data global menunjukkan situasi yang tidak bisa dianggap sepele. Sekitar satu dari tujuh remaja usia 10 hingga 19 tahun mengalami masalah kesehatan mental. Di Indonesia sendiri, jumlahnya mencapai sekitar 15,5 juta anak muda. Angka ini memperlihatkan bahwa persoalan mental bukan lagi isu individual, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sistemik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Dr. Susanto, menegaskan bahwa krisis ini berpotensi menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa jika tidak segera ditangani melalui pendekatan yang tepat, terutama di sektor pendidikan.

Disrupsi Peradaban Picu Kerentanan Mental

Dalam orasi ilmiahnya saat pengukuhan Guru Besar di Universitas PTIQ Jakarta yang digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia pada 8 April 2026, Prof. Susanto mengungkapkan bahwa disrupsi peradaban menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kerentanan mental generasi muda.

Kemajuan teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru menghadirkan tekanan baru. Akses informasi yang tanpa batas, ekspektasi sosial yang tinggi, serta perubahan yang cepat membuat banyak individu kesulitan beradaptasi secara mental.

“Kondisi ini menciptakan paradoks. Di satu sisi generasi muda semakin cerdas dan adaptif secara teknologi, namun di sisi lain semakin rentan secara psikologis,” ujarnya.

Kritik Konsep “Strawberry Generation”

Fenomena ini kerap dikaitkan dengan istilah “strawberry generation”, yang menggambarkan generasi yang tampak unggul namun mudah rapuh. Namun, Prof. Susanto menilai istilah tersebut kurang tepat karena cenderung menggeneralisasi kelompok usia tertentu.

Ia menawarkan pendekatan yang lebih akurat melalui konsep “strawberry mentality”. Menurutnya, yang menjadi persoalan bukanlah generasi, melainkan pola mental individu yang mudah menyerah, kurang tahan tekanan, dan cenderung menghindari tantangan.

“Ini bukan soal usia, tetapi soal mentalitas. Bahkan individu dengan prestasi tinggi pun bisa mengalami hal ini,” tegasnya.

Ancaman Serius bagi Masa Depan Bangsa

Krisis resiliensi tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap berbagai sektor kehidupan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan.

Beberapa dampak strategis yang diidentifikasi antara lain:

  • Menurunnya kemampuan adaptasi terhadap perubahan global

  • Meningkatnya burnout di dunia kerja

  • Melemahnya kapasitas kepemimpinan

  • Lonjakan gangguan kesehatan mental

  • Melemahnya kohesi sosial

  • Penurunan daya saing bangsa

“Krisis ini bisa menggerus fondasi sosial dan ekonomi jika tidak ditangani melalui sistem pendidikan,” ungkapnya.

Pendidikan Harus Jadi Solusi Utama

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Prof. Susanto menekankan pentingnya transformasi paradigma pendidikan. Ia menilai bahwa sistem pendidikan saat ini perlu beralih dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pembentukan karakter dan ketangguhan mental.

Beberapa strategi yang diusulkan meliputi:

  1. Penguatan nilai spiritual seperti syukur, sabar, dan tawakal

  2. Pembelajaran berbasis tantangan untuk melatih daya tahan

  3. Pendekatan berbasis masalah guna meningkatkan kemampuan adaptif

  4. Metode productive failure untuk membangun mental tahan gagal

  5. Refleksi spiritual untuk penguatan emosi

  6. Reformasi sistem evaluasi yang menghargai proses, bukan hanya hasil

Pendekatan ini diyakini mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental.

Peran Rasa Syukur dalam Ketahanan Mental

Dalam paparannya, Prof. Susanto juga menyoroti pentingnya aspek psikologis seperti rasa syukur dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penelitian akademik, individu yang memiliki kebiasaan bersyukur cenderung lebih sukses dalam mencapai tujuan hidup.

Sebaliknya, paparan terhadap keluhan secara terus-menerus dapat berdampak negatif pada fungsi otak, terutama yang berkaitan dengan memori dan regulasi emosi.

Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan tidak hanya perlu fokus pada aspek kognitif, tetapi juga keseimbangan emosional dan spiritual.

Dari Output hingga Dampak Jangka Panjang

Transformasi pendidikan yang berfokus pada resiliensi diyakini akan menghasilkan perubahan bertahap, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.

Dalam jangka pendek, peserta didik akan memiliki fleksibilitas berpikir, ketahanan emosi, serta kemampuan belajar mandiri. Dalam jangka menengah, akan terbentuk individu dengan pola pikir tangguh dan integritas kuat.

Sementara dalam jangka panjang, dampaknya akan terlihat pada terbentuknya masyarakat yang adaptif, pemimpin yang visioner, serta sistem sosial yang lebih kuat.

Pendidikan sebagai Fondasi Peradaban

Prof. Susanto menegaskan bahwa pendidikan harus dipandang sebagai proyek peradaban, bukan sekadar proses akademik. Menurutnya, masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan membangun generasi yang tangguh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika kita gagal membangun resiliensi, kita akan mewariskan generasi yang rapuh. Namun jika berhasil, kita akan melahirkan generasi yang kuat menghadapi zaman,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa di tengah disrupsi global, ketangguhan mental bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan masa depan bangsa. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Kesehatan Mental Sedunia: 5 Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental, dari Mengenali Emosi hingga Mengelola Stres

Hari Kesehatan Mental Sedunia: 5 Manfaat Musik bagi Kesehatan Mental, dari Mengenali Emosi hingga Mengelola Stres

Musik dapat membantu mengenali emosi, mengurangi tekanan, dan membuat seseorang merasa tidak sendirian. Simak lima perannya bagi kesehatan mental menurut psikolog.
Tak Cukup Jualan di Daerah, Begini Cara UMKM Herbal Membidik Pasar Nasional Lewat Digital

Tak Cukup Jualan di Daerah, Begini Cara UMKM Herbal Membidik Pasar Nasional Lewat Digital

Media sosial dan marketplace membuka peluang UMKM herbal memperluas pasar. Belajar dari praktik internasional, pemasaran digital dengan memperhatikan legalitas
Masih Ingat “Demi Waktu”? Konser 30 Tahun UNGU, Lagu yang Menyimpan Kenangan Cinta hingga Masa Muda

Masih Ingat “Demi Waktu”? Konser 30 Tahun UNGU, Lagu yang Menyimpan Kenangan Cinta hingga Masa Muda

Lagu-lagu UNGU seperti “Demi Waktu” dan “Tercipta Untukku” menemani perjalanan hidup pendengar selama 30 tahun. Simak kisah di balik konser perayaan tiga dekade
Emil Audero Dapat Apresiasi di Liga Spanyol, Kiper Timnas Indonesia Jalani Guard of Honour Usai Bawa Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Emil Audero Dapat Apresiasi di Liga Spanyol, Kiper Timnas Indonesia Jalani Guard of Honour Usai Bawa Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Emil Audero dapat sambutan istimewa dari rekan setimnya di Rayo Vallecano setelah mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
IPO Lintas Negara hingga Dual Listing, Peluang RI-Singapura Ini Bisa Buka Akses Modal Global bagi Perusahaan Indonesia

IPO Lintas Negara hingga Dual Listing, Peluang RI-Singapura Ini Bisa Buka Akses Modal Global bagi Perusahaan Indonesia

Ibas bertemu SGX untuk membahas peluang kerja sama pasar modal Indonesia-Singapura, mulai dari IPO lintas negara, dual listing, ETF regional, hingga akses
Anak Yatim Bisa Mandiri Setelah Bantuan Berakhir? 4 Pilar Ini Menentukan Masa Depannya

Anak Yatim Bisa Mandiri Setelah Bantuan Berakhir? 4 Pilar Ini Menentukan Masa Depannya

Bagaimana anak yatim bisa mandiri setelah bantuan berakhir? Kenali empat pilar penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga dukungan sosial

Trending

Klarifikasi Betrand Peto Soal Video Viral di Medsos Dugem dan Pesta Minuman Keras

Klarifikasi Betrand Peto Soal Video Viral di Medsos Dugem dan Pesta Minuman Keras

Penyanyi muda Betrand Peto akhirnya melancarkan klarifikasi tegas terkait beredarnya potongan video viral berkonotasi miring di media sosial yang memunculkan ..
Detik-detik Istri Pergoki Suami Hendak Cabuli Anak Kandung, Terbongkar Sang Anak Kini Hamil

Detik-detik Istri Pergoki Suami Hendak Cabuli Anak Kandung, Terbongkar Sang Anak Kini Hamil

Kasat Reskrim Polres Tapteng, Iptu Dian Agustian Perdana, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan ibu kandung korban, MM (42), Minggu (29/9/2026)
Viral, Bayi 9 Bulan Naik Gunung, Hebohkan Media Sosial hingga Picu Perdebatan

Viral, Bayi 9 Bulan Naik Gunung, Hebohkan Media Sosial hingga Picu Perdebatan

Aksi menggemaskan sekaligus menakjubkan dari seorang bayi laki-laki berusia sembilan bulan mendadak gegerkan jagat media sosial China. Tanpa rasa takut, bayi -
Xiaomi vs Samsung Flagship 2026: Gaji UMR Jakarta Cukup Beli HP Rp20 Juta? Ini Hitung-hitungan Worth It-nya!

Xiaomi vs Samsung Flagship 2026: Gaji UMR Jakarta Cukup Beli HP Rp20 Juta? Ini Hitung-hitungan Worth It-nya!

Xiaomi vs Samsung flagship 2026, mana lebih worth it untuk gaji UMR Jakarta? Simak perbandingan harga, kamera, performa, baterai, dan biaya membeli HP premium
Viral Tradisi Pernikahan Bugis, Satu Tante Satu Emas! Netizen Takjub, Ternyata Ada Makna Kekeluargaan di Baliknya

Viral Tradisi Pernikahan Bugis, Satu Tante Satu Emas! Netizen Takjub, Ternyata Ada Makna Kekeluargaan di Baliknya

Viral tradisi pernikahan Bugis satu tante satu emas di Instagram. Simak momen pengantin dibanjiri perhiasan, filosofi Baju Bodo, dan makna budaya di baliknya
5 Cara Cari Cuan dari AI pada 2026, Modal Laptop dan Skill! Gen Z Bisa Mulai dari ChatGPT

5 Cara Cari Cuan dari AI pada 2026, Modal Laptop dan Skill! Gen Z Bisa Mulai dari ChatGPT

Lima cara menghasilkan uang dari AI pada 2026 yang realistis untuk Gen Z dan milenial. Manfaatkan ChatGPT, Gemini, desain AI, affiliate, dan otomatisasi bisnis
Cardinale Suntikkan Dana 50 Juta Euro, AC Milan Bakal Makin Ugal-ugalan di Bursa Transfer Januari Nanti

Cardinale Suntikkan Dana 50 Juta Euro, AC Milan Bakal Makin Ugal-ugalan di Bursa Transfer Januari Nanti

Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, dikabarkan menyuntikkan dana sebesar 50 juta euro untuk memperkuat ekuitas pemegang saham klub.
Selengkapnya

Viral